Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Villains Are Destined to Die (prtimes.jp)
Anggia Khofifah P

Kabar menggembirakan datang bagi para penggemar Villains Are Destined to Die (Akuyaku no Ending wa Shi nomi). Webtoon populer karya penulis Gwon Gyeoeul dan ilustrator SUOL tersebut resmi mendapatkan adaptasi anime televisi. Pengumuman ini disampaikan layanan komik dan novel digital Kakao, Piccoma, pada Minggu, bersamaan dengan berakhirnya cerita utama webtoon tersebut.

Meski adaptasi anime telah dikonfirmasi, belum ada informasi lebih lanjut mengenai studio yang mengerjakan proyek tersebut. Detail mengenai staf produksi, pengisi suara, format, maupun jadwal penayangan juga masih dirahasiakan. Karena itu, penggemar masih perlu menunggu pengumuman berikutnya untuk mengetahui seperti apa bentuk adaptasi anime ini.

Villains Are Destined to Die merupakan adaptasi dari web novel karya Gwon Gyeoeul yang kemudian diilustrasikan menjadi webtoon oleh SUOL. Mengutip dari Yen Press, ceritanya mengikuti seorang mahasiswi yang tiba-tiba berpindah ke dalam game otome yang selama ini ia mainkan. Namun, alih-alih menjadi karakter utama yang mudah mendapatkan akhir bahagia, ia justru terbangun sebagai Penelope Eckhart, sang villainess dalam mode permainan tersulit.

Dalam mode tersebut, hampir setiap pilihan dapat berujung pada kematian Penelope. Ia harus menghadapi berbagai karakter yang dapat membunuhnya jika tingkat kasih sayang mereka turun terlalu rendah. Situasinya semakin sulit karena Penelope juga tidak dapat berbicara secara bebas dan harus memilih dialog yang telah ditentukan oleh sistem permainan.

Dengan pengetahuan sebagai pemain, Penelope berusaha memanfaatkan informasi yang dimilikinya untuk bertahan hidup. Ia harus meningkatkan affection level para karakter pria sekaligus menghindari berbagai kemungkinan ending buruk. Masalahnya, hampir semua rute terasa seperti jebakan dan kesalahan sekecil apa pun dapat membuat perjuangannya berakhir dengan kematian.

Webtoon ini pertama kali diluncurkan pada 2020 dan telah menjadi salah satu judul populer di platform Kakao Page Korea Selatan. Menurut informasi yang diumumkan Piccoma, novel aslinya telah mencatat lebih dari 1,7 juta views dan 145.000 likes, sedangkan versi webtoonnya telah meraih lebih dari 14,8 juta views dan 1,5 juta likes.

Cerita utama webtoon akhirnya tamat melalui Chapter 214 di Kakao Page pada Juli 2026. Meski demikian, perjalanan seri ini belum sepenuhnya berakhir. Tim kreatif berencana kembali menghadirkan cerita spin-off setelah mengambil waktu untuk beristirahat.

Di Jepang, Villains Are Destined to Die diterbitkan secara digital melalui Piccoma. Kadokawa juga menerbitkan versi volume fisiknya, dengan volume pertama dirilis pada Maret 2022 dan volume ke-12 dijadwalkan terbit pada 17 November. Seri tersebut bahkan meraih penghargaan kategori SMARTOON dalam Piccoma AWARD 2026.

Popularitasnya juga meluas ke pasar internasional. Versi bahasa Inggris tersedia melalui berbagai penerbit dan platform, termasuk Tapas dan Yen Press. Ize Press turut menerbitkan versi cetak webtoon dan novel. Volume kesembilan webtoon dari Ize Press dijadwalkan terbit pada 18 Agustus, sementara volume keempat versi novel akan dirilis pada 15 September, sebagaimana dilaporkan oleh Anime News Network.

Kesuksesan seri ini juga tercermin dari sejumlah penghargaan. Volume pertama manhwa masuk peringkat ke-16 dalam daftar 20 besar author graphic novels tahunan Circana BookScan 2023. Webtoonnya kemudian memenangkan penghargaan Best Manga International: Shojo/Josei dalam AnimaniA Award 2024.

Dengan berakhirnya cerita utama dan dikonfirmasinya proyek anime, Villains Are Destined to Die kini memasuki babak baru. Namun, tanpa informasi mengenai studio, pemeran, maupun jadwal tayang, penggemar masih harus menantikan pengumuman selanjutnya untuk mengetahui bagaimana kisah perjuangan Penelope akan diterjemahkan ke layar.