Ha Young secara langsung meminta maaf atas kontroversi dari keluarganya. Ia meminta maaf sebab telah memuji anggota keluarganya tanpa mencari tahu fakta mengenai mereka.
Permintaan maaf itu disampaikan usai terungkap fakta bahwa kakek buyut Ha Young, Ahn Sang-ho, adalah sosok pro-Jepang yang telah tercatat sebagai anggota dewan organisasi pro-Jepang pada 1916.
"Sangat memalukan, saya sempat membahasnya di berbagai tempat seolah-olah beliau merupakan sosok kebanggaan keluarga, namun sebenarnya saya tak tahu fakta yang sesungguhnya."
"Saya begitu menyesal sebab sempat membahas mengenai sejarah keluarga saya dengan sangat enteng tanpa paham secara benar sejarah negara kita di masa penjajahan Jepang," tulisnya.
Tak hanya itu, ia turut meminta maaf sebab agensinya, Bistus Entertainment, telah menerbitkan bantahan tanpa mencari dengan benar kebenarannya terlebih dahulu.
Hanya selang sehari, agensi Ha Young juga langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan permintaan maaf sebab membantah fakta bahwa kakek buyut Ha Young merupakan pro-Jepang.
"Saya menerima kesalahan itu dengan hati yang berat dan, karena sebagai keturunannya, saya menyampaikan permintaan maaf yang begitu tulus," sebut permintaan maaf Ha Young.
Kontroversi latar belakang keluarga Ha Young ini merebak setelah penampilan dirinya dalam Problem Child in House, acara mengobrol di KBS pada 7 Agustus.
Dalam acara tersebut, seperti dilansir dari laporan Korea Times pada Selasa (11/8/2026), aktris yang sangat dikenal dalam The Trauma Code: Heroes on Call itu dengan bangga menjelaskan latar belakang keluarganya di bidang medis.
Dalam acara itu, ia membocorkan bahwa kakek buyutnya melakukan pendidikan kedokteran Barat di Jepang, membangun klinik medis Barat swasta pertama di Seoul, dan pernah mengobati Kaisar Gojong (1852-1919).
Warganet dengan cepat menyadari bahwa sosok kakek buyutnya sebagai Ahn Sang-ho yang menjadi orang Korea pertama dengan lisensi medis Jepang pada 1902. Dari situ, mereka turut mengangkat aktivitas buyut Ha Young yang merupakan seorang pro-Jepang.
Dilansir dari artikel publikasi Desember 1918 di Maeil Sinbo, sebuat surar kabar resmi pemerintah kolonial Jepang di Korea, Ahn Sang-ho dikutip menyebut bahwa keluarganya telah "berasimilasi sepenuhnya".
Baca Juga
-
Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun
-
Beredar Rumor! Netflix Batalkan Proyek Serial Squid Game Versi AS
-
Raup Rp19,6 T, The Odyssey Jadi Film Nolan Terlaris Sepanjang Karier
-
Rilis Trailer Perdana, Robert Pattinson Mainkan Dua Peran di Primetime
-
Sinopsis The Affair was Just the Beginning, Rahasia Kelam dari Pasutri Kaya
Artikel Terkait
Entertainment
-
Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun
-
Dibintangi Margaret Qualley, Remake Film Possession Tayang Juni 2027
-
Crunchyroll Dapat Hak Distribusi Internasional Film Baru Makoto Shinkai
-
Dituding Palsukan Kehamilan, Anne Hathaway Beri Balasan Menohok
-
A New Dawn Tayang Agustus di Bioskop Indonesia, Garapan Animator Your Name
Terkini
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal
-
4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!
-
Bye Kulit Kering! 4 Hydrogel Mask Korea Panthenol Kunci Skin Barrier Kuat
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027