Film horor Indonesia kembali menghadirkan cerita yang berangkat dari legenda lokal melalui Urang Bunian. Disutradarai Rendy Herpy, film produksi DHF Entertainment dan RH Entertainment ini membawa penonton memasuki kawasan hutan Sumatera Barat yang bukan sekadar menjadi latar cerita, tetapi juga bagian penting dari teror yang dihadapi para karakternya.
Film berdurasi 88 menit ini tayang di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026 dan mendapat klasifikasi usia 13 tahun ke atas dari Lembaga Sensor Film.
Berbeda dari horor yang hanya mengandalkan kemunculan sosok menyeramkan, Urang Bunian mencoba membangun ketakutan melalui legenda tentang makhluk gaib yang dipercaya hidup berdampingan dengan manusia. Hasilnya adalah sebuah film yang memadukan perjalanan, misteri, budaya lokal, dan teror supernatural dalam satu cerita.
Sinopsis Film 'Urang Bunian'
Cerita berpusat pada Teddy (Dimas Aditya), seorang prajurit yang sedang melakukan perjalanan menuju kampung halaman istrinya, Annisa (Adinda Thomas), di pedalaman Sumatera Barat. Ia ditemani sahabatnya, Kevin (Fauzan Nasrul).
Perjalanan yang awalnya tampak sederhana berubah menjadi masalah ketika keduanya memilih tetap melanjutkan perjalanan meskipun sudah mendapatkan peringatan agar tidak melewati hutan pada malam hari.
Keputusan tersebut menjadi pintu masuk menuju konflik utama film. Teddy dan Kevin akhirnya tersesat di wilayah yang dipercaya sebagai tempat tinggal Urang Bunian.
Hutan yang mereka masuki tidak lagi terasa seperti ruang geografis biasa. Jalan yang seharusnya membawa mereka keluar justru membuat mereka semakin jauh dari tujuan.
Menariknya, ancaman dalam film tidak hanya berasal dari makhluk gaib. Ketidakmampuan Teddy dan Kevin memahami ruang yang mereka masuki juga menjadi sumber ketegangan.
Mereka harus mempertanyakan apa yang benar-benar terjadi, sekaligus mencari cara agar tidak terperangkap di dunia tersebut.
Konsep ini membuat perjalanan menjadi elemen penting dalam cerita. Semakin jauh kedua karakter berjalan, semakin besar pula rasa tidak pasti yang muncul.
Para penonton diajak merasakan situasi ketika sebuah keputusan sederhana untuk terus meneruskan perjalanan pada malam hari berubah menjadi pengalaman yang mengancam keselamatan.
Legenda Lokal yang Menjadi Sumber Atmosfer Horor
Salah satu daya tarik utama Urang Bunian adalah keberaniannya mengangkat legenda yang berakar dari Sumatera. Dalam cerita masyarakat, Urang Bunian dikenal sebagai makhluk gaib yang dipercaya memiliki kehidupan sendiri di alam yang tidak terlihat manusia.
Film kemudian mengembangkan konsep tersebut menjadi dunia misterius yang berada di sekitar kawasan hutan.
Rendy Herpy memang memiliki kedekatan dengan legenda tersebut. Dalam sejumlah wawancara menjelang penayangan film, ia menjelaskan bahwa kisah Urang Bunian sudah dikenalnya sejak kecil.
Proses pengembangan film juga dilakukan melalui riset sebelum legenda tersebut diadaptasi menjadi cerita layar lebar.
Pilihan latar Sumatera Barat memberikan identitas tersendiri. Hutan lebat, perjalanan malam, serta unsur budaya Minangkabau membuat atmosfer film terasa berbeda dari horor yang mengambil latar perkotaan.
Alam tidak hanya berfungsi sebagai pemandangan, tetapi menjadi ruang yang menyimpan misteri.
Hal tersebut juga didukung oleh proses produksi yang dilakukan di kawasan hutan. Dimas Aditya bahkan mengungkapkan bahwa proses syuting berlangsung dalam kondisi yang cukup menguras tenaga karena para pemain dan kru berada di lingkungan hutan dalam waktu lama hingga sulit membedakan pergantian siang dan malam.
Dari sisi konsep, pendekatan ini menjadi salah satu aspek yang membuat Urang Bunian menarik. Film tidak sekadar meminjam nama legenda lokal, tetapi berusaha menjadikan mitos tersebut sebagai pusat dunia ceritanya.
Akting, Teror, dan Potensi Cerita yang Menarik
Dimas Aditya menjadi pusat cerita melalui karakter Teddy. Sosoknya tidak hanya digambarkan sebagai seorang prajurit, tetapi juga sebagai suami yang sedang berusaha kembali kepada orang yang dicintainya.
Sementara itu, Fauzan Nasrul sebagai Kevin menjadi bagian penting dari dinamika perjalanan mereka.
Adinda Thomas sebagai Annisa juga memiliki posisi penting karena karakter tersebut menjadi salah satu alasan Teddy melakukan perjalanan ke kampung halaman. Selain ketiganya, film menghadirkan Ruth Marini sebagai Etty, Naura Hakim sebagai Nurmala, serta Anton Permana sebagai Datuak Hitam.
LSF mencatat Rendy Herpy sebagai sutradara, dengan skenario yang ditulis oleh Rendy Herpy, Johansyah Jumberan, dan Anton Permana.
Dari keseluruhan konsepnya, Urang Bunian menawarkan pengalaman horor yang bertumpu pada atmosfer, misteri, dan legenda lokal. Hutan menjadi sumber ketegangan yang membuat karakter tidak pernah benar-benar merasa aman.
Ketika ruang yang mereka kenal mulai terasa asing, perjalanan untuk pulang pun berubah menjadi perjuangan untuk mempertahankan diri.
Film ini juga memperlihatkan bagaimana cerita rakyat dapat dikembangkan menjadi tontonan horor modern tanpa harus meninggalkan identitas daerah asalnya.
Pilihan menggunakan legenda Urang Bunian sekaligus latar Sumatera Barat memberi warna tersendiri di tengah banyaknya film horor Indonesia yang menggunakan mitos dan cerita supernatural.
Dengan durasi 88 menit, Urang Bunian menyajikan perjalanan Teddy dan Kevin dalam menghadapi wilayah yang tidak mereka pahami.
Bagi penonton yang menyukai horor bernuansa legenda lokal, hutan misterius, dan cerita tentang dunia gaib yang berdampingan dengan manusia, film ini menawarkan konsep yang cukup menarik untuk disimak.
Pada akhirnya, kekuatan utama Urang Bunian terletak pada upayanya membawa mitos yang dekat dengan budaya Sumatera ke layar lebar.
Film ini tidak hanya menjadikan Urang Bunian sebagai sosok menakutkan, tetapi membangun sebuah dunia misterius yang membuat perjalanan pulang menjadi semakin sulit.
Baca Juga
-
Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga
-
Menang Beruntun! Barcelona Tundukkan Sevilla 3-1 dan Tuntaskan Tujuh Laga
-
Review Can This Love Be Translated?: Cinta Tak Semudah Menerjemahkan Kata
-
Review Resident Evil 2026: Kurir Medis Melawan Chaos di Kiamat Zombie
-
Ulasan Munafik: Melawan Iblis, Iman Diuji oleh Kehilangan dan Kegelapan
Artikel Terkait
-
Ini Alasan Laura Moane Pilih The Doll Ghawiah Jadi Debut Horornya yang Penuh Darah
-
Sinopsis Extraordinary Attorney Minamida Minami, Drama Terbaru Ashida Mana
-
Bawa Teror dari Indonesia Timur ke Layar Lebar, Ini Review Jujur Film Suanggi: Ilmu Kutukan
-
Sinopsis Plastic Beauty, Drama Mayu Matsuoka dan Riisa Naka di Netflix
-
Urang Bunian: Mengungkap Horor Folklore Hutan Belantara Sumatra Barat!
Entertainment
-
Teaser Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Kisah Ale Ingin Akhiri Hidup
-
20 Webtoon Masuk Finalis World Webtoon Awards 2026, Voting Pembaca Dibuka
-
Sinopsis Extraordinary Attorney Minamida Minami, Drama Terbaru Ashida Mana
-
Sinopsis Sekitou Elegy, Drama Romcom Terbaru Kurosaki Kodai dan Narumi Yui
-
Gitaris New Found Glory, Chad Gilbert Meninggal Dunia di Usia 45 Tahun
Terkini
-
Makna Lagu 2001x Adrian Khalif, Sering Bertengkar tapi Tetap Sayang
-
Pesona Male Lead Tengil di Drama Undercover Affair, Sukses Bikin Penonton Salah Tingkah!
-
Demi Korban atau Selamatkan Muka? Menelanjangi Borok Penanganan Kasus di SMAN 1 Sentolo
-
Nonton Ulang Your Name: Saat Gen Z Terhubung dengan Banyak Orang, tapi Merasa Kesepian
-
Demo Mahasiswa UINSA: Tuntut Transparansi Rektorat Tanpa Harus Merugikan Rekan Sendiri