Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
Code Geass: Star Chaser Aspal (X/GEASS_Aspal)
Anggia Khofifah P

Bandai Namco Filmworks mengungkap visual utama, jajaran pengisi suara (seiyuu), serta sejumlah staf tambahan untuk anime terbaru dari waralaba Code Geass, berjudul Code Geass: Star Chaser Aspal atau Code Geass: Hoshi Oi no Aspal. Pengumuman yang disampaikan pada Kamis tersebut juga mengonfirmasi bahwa anime ini dijadwalkan tayang pada 2027 dan akan menggelar pemutaran khusus di Jepang sebelum penayangan resminya.

Dalam visual utama yang diperkenalkan, penonton dapat melihat gambaran dunia dan karakter yang akan menjadi bagian dari cerita. Selain itu, pihak produksi turut memperlihatkan desain Chronos, sebuah mesin yang dikenal dengan sebutan Agalmata dan akan muncul dalam anime tersebut.

Mengutip informasi dari Bandai Namco Filmworks, Code Geass: Star Chaser Aspal mengambil latar pada tahun 606 dalam kalender Divine Era. Pada masa itu, masyarakat Kekaisaran Romawi harus hidup di bawah pemerintahan Kaisar Phokas yang menindas. Situasi semakin sulit akibat peperangan berkepanjangan dengan negara-negara tetangga.

Cerita berpusat pada Aspal, seorang anak laki-laki yang diperbudak dan tinggal di Neapolis, ibu kota kekaisaran. Ia juga tidak memiliki ingatan tentang masa lalunya. Kehidupan Aspal mulai berubah ketika dirinya bertemu dengan Zoe, seorang perempuan misterius yang hanya bertahan hidup dalam wujud kepala tanpa tubuh.

Pertemuan keduanya menjadi awal dari perjalanan baru yang akan membawa Aspal menghadapi berbagai peristiwa dalam dunia yang penuh konflik. Melalui kisah tersebut, anime ini akan mengeksplorasi perjalanan Aspal sekaligus menghadirkan pertanyaan mengenai makna kebahagiaan.

Untuk jajaran pengisi suara utama, Ivan Shibata dipercaya memerankan Aspal, sedangkan Hibiku Yamamura mengisi suara Zoe.

Dari sisi produksi, Kazuya Nomura bertugas sebagai sutradara. Ia sebelumnya dikenal melalui sejumlah proyek anime, seperti Ghost in the Shell: The New Movie dan dua musim Moriarty the Patriot. Sementara itu, Mado Nozaki bertanggung jawab atas komposisi seri dan penulisan naskah. Nozaki dikenal sebagai penulis novel ringan Hello World serta terlibat dalam produksi KADO: The Right Answer.

Desain karakter dikerjakan oleh Rolua, sedangkan Yoshi. menangani desain Agalmata. Junbun Lin bertanggung jawab atas latar belakang dan efek khusus, sementara Ichinogi merancang logo judul anime. Musiknya akan digarap oleh Taro Iwashiro. SUNRISE tercatat sebagai pihak yang menangani konsep orisinal, perencanaan, sekaligus produksi animasi.

Dalam pernyataannya, Nomura mengungkapkan bahwa tim produksi berusaha menggali pertanyaan besar mengenai makna kebahagiaan melalui perjalanan hidup Aspal yang penuh gejolak. Di sisi lain, Nozaki menggambarkan proses membangun dunia baru dalam anime ini sebagai sebuah petualangan.

Sebelum penayangan pada 2027, anime tersebut akan mengadakan pemutaran pratinjau di lima kota besar Jepang mulai Januari 2027. Informasi mengenai kota dan tanggal pelaksanaannya akan diumumkan kemudian. Setelah itu, pemutaran khusus untuk masyarakat umum juga direncanakan berlangsung secara terbatas pada tahun yang sama.

Kehadiran Star Chaser Aspal menambah daftar panjang proyek dalam waralaba Code Geass. Waralaba ini pertama kali diperkenalkan melalui anime Code Geass: Lelouch of the Rebellion pada 2006, kemudian dilanjutkan dengan musim kedua, Code Geass: Lelouch of the Rebellion R2, pada 2008.

Sejak saat itu, Code Geass berkembang melalui berbagai proyek, termasuk spin-off, adaptasi manga dan novel ringan, permainan, serta produksi panggung. Waralaba ini juga menghadirkan trilogi film kompilasi yang dirilis pada 2017 hingga 2018, film lanjutan Code Geass: Lelouch of the Re;surrection pada 2019, serta Code Geass: Roze of the Recapture yang hadir dalam empat bagian pada 2024.

Dengan latar cerita dan karakter baru, Code Geass: Star Chaser Aspal siap membuka babak berbeda dalam waralaba tersebut.