Asam lambung merupakan salah satu penyakit umum yang dialami banyak orang saat ini. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya asam lambung, salah satunya karena tidak memperhatikan pola makan.
Di samping itu, asam lambung juga dapat terjadi pada seseorang yang sedang banyak pikiran atau stres.
Gejala yang ditimbulkan oleh asam lambung pun beraneka ragam, mulai dari sering merasa mual dan kembung saat sebelum atau sesudah makan, susah tidur karena perut terasa kembung, hingga nyeri ulu hati saat makanan masuk.
Dokter Zaidul Akbar, seorang dokter sekaligus penceramah, dalam sebuah video beliau membagikan cara alami, mudah, dan ampuh untuk menyembuhkan penyakit asam lambung, seperti dikutip dari kanal Youtube dr. Zaidul Akbar Official yang tayang pada Rabu 1 November 2021.
"Beberapa waktu lalu, ada orang yan bertanya pada saya mengeluhkan penyakit asam lambung. Dan Masya Allah Tabarakallah ternyata mengobati asam lambung itu mudah sekali, salah satunya menggunakan air tajin (air beras)’" kata Dr. Zaidul Akbar.
Namun siapa sangka, banyak orang yang masih salah mengartikan air tajin serta cara pembuatannya.
“Air tajin itu bukan air cucian beras ya, air tajin itu air yang dimasak dengan beras kemudian pakai api kecil, dia tidak boleh pakai api besar. Dan nanti sampai dia (air tajin) kental, barulah kita ambil, tunggu hangat sebentar dan baru kita minum, itulah air tajin,” jelas Dr Zaidul Akbar.
Menurut dia, air tajin ini sangat ampuh dan mudah dalam menyembuhkan asam lambung, bahkan pada asam lambung yang sulit diobati.
Dr Zaidul Akbar bercerita bahwa pernah suatu ketika ada orang yang mengaku telah menghabiskan biaya puluhan juta untuk menyembuhkan asam lambung.
"Waktu itu ada orang yang cerita ke saya, mungkin sudah puluhan juta dia habiskan uang untuk berobat penyakit lambungnya, dan MasyaAllah dengan izin Allah, menggunakan air tajin itu selesai. Mudah kan? Mudah. Murah kan? murah,” tutup Dr Zaidul Akbar di akhir video.
Semoga dengan tips ini bisa bermanfaat bagi kita semua terutama penderita penykit asam lambung.
Artikel Terkait
-
Punya Ide tapi Tak Bisa Bikin Video? AI Bantu Kreator Wujudkan Konten
-
95 Persen Warga RI Diklaim Percaya YouTube, Kreator Kini Jadi Senjata Baru Dorong Penjualan
-
Mengenal 3 Tingkatan GERD, Mulai dari Gejala Ringan hingga Terapi Obat P-CAB
-
Bagaimana Cara Menghilangkan YouTube Shorts dari Feed? Begini Langkah Mudahnya
-
YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi
Health
-
Titik Koma di Ibu Kota: Tempat Semesta Menyelamatkan Kita dari Ketergesaan
-
Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?
-
Sering Mengasihani Diri Sendiri? Jangan-Jangan Kamu Lupa Mengambil Jeda
-
Jangan Asal Lahap! Perhatikan Bahaya Asam Domoat pada Kepiting dan Cumi-Cumi
-
Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin
Terkini
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Perkuat Jejaring Pers, Forum Wartawan Kebangsaan Bentuk Koordinator di DIY
-
Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?
-
Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik
-
Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial