Bulan Februari identik dengan nuansa hari valentine. Beragam ornamen dan aksesoris berbentuk hati, dominasi warna merah muda, dan kudapan khas valentine yaitu cokelat banyak ditemukan di mana-mana.
Cokelat selalu identik dengan hari valentine yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Cokelat memiliki cita rasa yang manis dan juga lezat. Cokelat juga dikenal sebagai makanan pembangkit gairah cinta. Selain menghadirkan kesan romantis bersama orang terkasih dan cocok dinikmati di hari valentine, ternyata cokelat memiliki manfaat yang bagus bagi tubuh. Disadur dari Alodokter, ini manfaat cokelat bagi kesehatan.
Cokelat memang cukup populer sebagai makanan yang dapat meningkatkan mood. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi cokelat dapat menurunkan hormon kortisol (hormon stres). Makan cokelat disebut mampu merangsang otak untuk melepaskan lebih banyak hormon endorfin dan serotonin yang dapat membuat kamu merasa bahagia.
2. Mengendalikan Nafsu Makan
Cokelat dapat memberikan efek kenyang bagi yang mengkonsumsinya. Memakan cokelat baik sebelum atau sesudah makan dinilai sangat efektif untuk mengurangi keinginanmu memakan camilan lainnya. Cokelat diyakini bisa mengendalikan nafsu makan. Makanan satu ini cocok untuk kamu yang ingin menurunkan berat badan atau menjaga berat badan agar tetap ideal, jika tidak berlebihan dalam memakannya.
3. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
Cokelat memiliki kandungan flavonoid yang dapat membantu melancarkan aliran darah. Sehingga, cokelat dinilai mampu mengurangi risiko terjadinya penyumbatan di pembuluh darah. Karena memiliki manfaat tersebut, maka cokelat bisa dijadikan salah satu makanan yang baik untuk mencegah penyakit jantung dan stroke. Hanya saja, hal ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut, sehingga konsumsi cokelat secukupnya saja dan jangan berlebihan.
4. Mengontrol Kadar Gula Darah
Kandungan flavonoid dalam cokelat dinilai mampu mengontrol kadar gula darah. Oleh karena itu, cokelat baik dikonsumsi guna mencegah resistensi insulin dan diabetes.
Kamu perlu lebih cermat dalam memilih cokelat yang akan dikonsumsi. Beberapa jenis cokelat yang beredar di pasaran telah diberi gula tambahan dan justru bisa menyebabkan diabetes bila dikonsumsi secara berlebihan.
5. Memelihara Fungsi dan Kesehatan Otak
Mengonsumsi cokelat juga dapat membantu untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak. Manfaat ini berasal dari kandungan flavonoid yang ada dalam cokelat dinilai mampu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Selain itu, kandungan epikatein dalam cokelat juga dapat menurunkan risiko terjadinya penurunan fungsi otak yang dapat menyebabkan demensia atau pikun.
Itulah beragan manfaat cokelat yang baik untuk kesehatan. Apakah kamu berencana memberi cokelat pada pasangan?
Baca Juga
-
Pintu Langit Sky View, Spot Terbaik Menikmati Keindahan Negeri di Atas Awan
-
Taurus hingga Scorpio, 4 Zodiak Ini Sukses Menjalankan Bisnis Keluarganya
-
5 Faktor Penyebab Munculnya Uban di Usia Muda, Bukan Hanya Genetik!
-
5 Tips Merawat Bunga Hias Potong di Vas agar Tetap Segar dan Cantik
-
4 Kebiasaan Buruk yang Dapat Memicu Gigi Sensitif, Segera Hindari!
Artikel Terkait
-
Tanda BCL Sudah Siap Lebaran, Bikin Kue Cokelat Legendaris: Ini Resepnya!
-
Dari Nastar hingga Red Velvet, Ini Resep Kue Kering Lebaran Kekinian yang Enak dan Renyah
-
Amplop Cokelat yang Diterima Herman Khaeron saat Rapat Bareng Pertamina Berisi Uang, Komisi VI Beri Penjelasan
-
Wanita Berusia 106 Tahun Ungkap Rahasia Umur Panjangnya: Cokelat dan Pesta!
-
Dicopot Usai Kritik Jokowi, Ubedilah Badrun: PTN-BH Bungkam Kebebasan Akademik
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?