Menjelajahi karya Pramoedya Ananta Toer adalah sebuah petualangan intelektual, dan buku Cerita Calon Arang menjadi pintu masuk yang sempurna bagi saya. Jujur saja, pengalaman pertama "mengalami" tulisan Pram ini langsung memicu rasa penasaran saya untuk membedah karya-karyanya yang lain. Meski dalam pengantarnya Pram menyebut buku ini dirancang sebagai bacaan anak-anak untuk menghidupkan kembali legenda lama, jangan tertipu oleh label "dongeng"-nya. Pram tetap menyisipkan kengerian dan makna mendalam yang terasa sangat nyata.
Sinopsis: Amarah Sang Janda dari Dusun Girah
Kisah ini berlatar di Negara Daha pada era kepemimpinan Raja Erlangga yang mulanya damai. Ketenangan itu koyak oleh kehadiran Calon Arang, seorang janda dari Dusun Girah yang memiliki ilmu sihir hitam tingkat tinggi. Sifatnya yang angkuh dan gemar menyakiti sesama membuat warga ketakutan. Puncak amarah Calon Arang meledak ketika ia menyadari bahwa putri cantiknya, Ratna Manggali, tidak kunjung dipinang oleh siapa pun karena orang-orang terlampau ngeri pada reputasi sang ibu.
Merasa martabat anaknya diinjak-injak oleh gunjingan warga, Calon Arang meminta restu Dewi Durga untuk menebar wabah penyakit mematikan. Pram menggambarkan dengan saksama bagaimana para murid penyihir ini melakukan ritual yang mengerikan. Kekacauan yang kian tak terkendali akhirnya memaksa Raja Erlangga meminta bantuan kepada sosok bijaksana, Empu Baradah, untuk mengakhiri teror sang penyihir.
Subplot yang Menyentuh dan Kekayaan Kosakata
Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian saya adalah subplot mengenai Wedawati, putri Empu Baradah. Kisah hidupnya yang harus menghadapi perlakuan buruk ibu tiri hingga memilih tinggal di kuburan memberikan dimensi emosional yang kuat tentang sisi manusiawi Empu Baradah sebagai seorang ayah. Puncak ketegangan cerita ini tentu saja terletak pada rahasia kekuatan Calon Arang yang berhasil dibongkar oleh menantunya sendiri, Empu Bahula. Sebuah intrik yang dieksekusi dengan sangat rapi oleh Pram.
Membaca karya ini bukan sekadar menikmati cerita, tetapi juga memperkaya perbendaharaan kata. Melalui buku ini, saya diperkenalkan pada asal-usul nama Blora dan kosakata klasik yang jarang terdengar di masa kini, seperti menandak, terompah, bersitinjak, mengasoh, hingga diruyaki. Menyelami kisah ini sambil membuka kamus memberikan sensasi keasyikan tersendiri, seolah Pram menarik kita kembali ke masa silam untuk menyaksikan peristiwa tersebut secara langsung.
Cerita Calon Arang adalah dongeng yang sarat akan pesan kehidupan. Pramoedya Ananta Toer berhasil mengemas pertarungan abadi antara kebajikan dan kebatilan dalam narasi yang bertenaga. Buku ini sangat layak dibaca oleh semua kalangan, baik anak-anak maupun dewasa yang merindukan legenda Nusantara dengan sentuhan sastra yang berbobot. Bagi saya, ini adalah perkenalan yang luar biasa menarik terhadap pemikiran Pram. Seperti yang sering dikatakan: jika menyenangkan sebarkan, jika tidak, beri tahu!
Identitas Buku:
- Judul: Cerita Calon Arang
- Penulis: Pramoedya Ananta Toer
- Penerbit: Lentera Dipantara
- Cetakan kelima: Februari 2010
- Bahasa: Indonesia
- ISBN: 979-97312-10-5
Baca Juga
-
Jangan Disalahkan, Korban Baper Akibat "Pemberi Harapan Palsu" Adalah Korban Ketidakadilan Emosional
-
Menembus Batas, Menyapa Cengkeh: Petualangan KKN Paling Berkesan di Tanah Dengeng-Dengeng
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau
-
Reuni Kemerdekaan di Warkop: Antara Secangkir Kopi dan Makna Merdeka
-
Dua Pria di Satu Atap: Mengurai Jarak dan Gengsi Antara Anak dan Ayah
Artikel Terkait
Ulasan
-
Tell Me What You Saw: Memburu Pembunuh Berantai Lewat Photographic Memory
-
Review Resident Evil: Hujan Fan Service yang Memanjakan Gamer Sekaligus Mengorbankan Ending
-
Relatable! Ini Alasan Novel Harga Teman Cocok Dibaca Pejuang Quarter-Life Crisis
-
Urang Bunian: Mengungkap Horor Folklore Hutan Belantara Sumatra Barat!
-
Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih
Terkini
-
Wake Me Up When September Ends
-
Sinopsis Plastic Beauty, Drama Mayu Matsuoka dan Riisa Naka di Netflix
-
Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca