Jangan pernah menyepelekan sarapan. Sarapan sebelum jam 9 itu penting. Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Hardinsyah mengatakan sarapan yang sehat dilakukan sebelum jam 9 pagi, hal ini penting sebagai sumber energi sebelum memulai aktivitas di pagi hari.
Ia menjelaskan alasan kenapa sarapan sebelum jam 9 pagi, karena satu jam sebelum aktivitas pekerjaan dimulai, kadar gula darah dalam tubuh mulai menurun, untuk mencegah hal tersebut, diperlukan nutrisi yang diperoleh dari sarapan tepat waktu.
Dikutip dari buku berjudul Pentingnya Sarapan untuk Hidup Sehat yang ditulis oleh Tim Pusat Data dan Analisa Tempo, berikut ini adalah lima fakta ajaib yang wajib kita ketahui tentang pentingnya sarapan tepat waktu.
1. Tidak sarapan dapat membuat perut kosong
Salah satu alasan kenapa kita tidak boleh skip atau melewatkan sarapan adalah karena selama delapan sampai sembilan jam waktu tidur, perut kita akan kosong. Oleh sebab itu, kita membutuhkan asupan makanan untuk menyuplai energi sebelum menjalani hari yang padat.
2. Tidak sarapan dapat menyebabkan stres
Ketika kita melewatkan sarapan begitu saja, biasanya kita akan mengalami stres tanpa alasan sepanjang hari. Mengonsumsi makanan yang sehat dan tepat di pagi hari dapat menjaga mood agar tetap baik sampai menjelang waktu makan siang.
3. Sarapan dapat menyeimbangkan berat badan
Para ahli menyatakan bahwa sarapan yang sehat dan tepat dapat membuat berat badan seimbang. Ada satu riset yang menunjukkan bahwa seorang wanita yang selalu melewatkan sarapan biasanya justru lebih gemuk daripada seorang wanita yang selalu sarapan.
4. Sarapan dapat mengontrol kadar gula dalam darah
Ketika kita baru bangun tidur, maka kadar gula dalam darah kita akan menurun atau berada pada kondisi yang kurang. Hal ini akan membuat kita lesu. Karena itu, penting sekali untuk selalu sarapan sehat setiap paginya untuk mengontrol kadar gula dalam darah agar tetap seimbang.
5. Tidak sarapan menyebabkan mudah terserang penyakit
Melewatkan sarapan begitu saja dapat menyebabkan gangguan autoimun. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya asupan gizi dan tenaga yang diperlukan oleh tubuh sebagai bahan bakar untuk menjalani kegiatan sehari-hari. Jadi, pastikan untuk selalu sarapan dengan sehat dan tepat.
Penting bagi kita semua untuk memenuhi gizi seimbang sebelum mulai menjalani hari. Jika kita melewatkan sarapan begitu saja, sama saja kita membiarkan perut dalam keadaan kosong hingga siang hari.
Baca Juga
-
5 Buku Rekomendasi Wonwoo SEVENTEEN, Ada yang Sudah Kamu Baca?
-
Perjalanan Nyonya Beniko Berlanjut, Toko Zenitendo Kembali Kedatangan Tamu
-
The Maidens: Novel Psychology Thriller yang Melibatkan Dosen dan Mahasiswi
-
Toko Misterius Tawarkan Jajanan Ajaib: Semua Keinginanmu Ada di Sini!
-
The Red Palace: Fiksi Sejarah Joseon Abad ke-18 yang Penuh Intrik Kerajaan
Artikel Terkait
-
7 Makanan Khas Korea Terpopuler di Indonesia Ttekbokki sampai Oden
-
2 Kebijakan Baru Konsumsi Haji 2022, Jatah Bertambah dan Santapan Siap Saji
-
Makanan yang Kamu Suka Juga Dipengaruhi oleh Genetik, Lho!
-
BPOM AS Menyetujui Obat Injeksi Diabetes Tipe 2 Baru, Digunakan Seminggu Sekali!
-
Viral Berkat 'Sultan' Acara Ulang Tahun Anak Kecil di Gresik, Warganet: Nggak Berangkat, Menyesal Seumur Hidup
Health
-
Aksi Jemput Bola Mahasiswa KKN: Turun Langsung Cek Kesehatan Warga Reuhat Tuha
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
Lupakan Lari Ngos-ngosan, Ini Alasan Slow Jogging Lebih Efektif Bakar Lemak
-
Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains
-
Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih
Terkini
-
Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing
-
Melihat Pengarang Tidak Bekerja: Ketika Musuh Terbesar Penulis Adalah Dirinya Sendiri