Sebelumnya, ini adalah salah satu hal konyol yang saya lakukan sewaktu gabut. Yaitu memeluk pohon mahoni hingga nangka selepas menyapu halaman, sampai ditegur oleh Emak. Rasanya nyaman sekali walau tekstur pohon mahoni agak kasar sih.
Namun suatu hari, saya justru menemukan satu video Youtube Short yang menampilkan potensi besar memeluk pohon yang bermanfaat guna meredam stres, bahkan sudah dibuktikan lewat beberapa studi dan penelitian.
Pemaparan Para Ahli dalam Buku Ilmiah
Secara singkat dan padat, studi menyebutkan bahwa dengan memeluk pohon berhasil meningkatkan koneksi kita dengan alam. Namun, beberapa penelitian ilmiah berhasil saya rangkum melansir laman Forest Healing.
- Buku On Human Nature 1978 dan Biophilia 1984 karya Edward Wilson
Dalam kedua bukunya, Wilson menegaskan bahwa manusia merasakan hubungan emosional, tetapi bawah sadar dengan lingkungan yang dihuni oleh tumbuhan dan hewan yang berakar pada biologi dan evolusi. - Buku Last Child in the Woods: Saving Our Child From Nature-Deficit Disorder 2005 karya Richard Louv
Louv berpendapat bahwa kita semua terutama anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan menciptakan perasaan terasing dari alam, dan berpotensi lebih rentan dengan suasana hati negatif dan kurangnya perhatian.
Studi juga membuktikan bahwa memeluk pohon menciptakan perasaan lebih rileks, tenang, dan meningkatkan hormon oksitosin yang bertanggung jawab atas ikatan emosional dan perasaan sejahtera, tenang, dan percaya. Pun khasiatnya yang mampu mengurangi kadar kortisol, tekanan darah, hingga detak jantung.
Sebagaimana disetujui oleh salah satu profesor madya sekaligus peneliti asal Universitas Surrey di Inggris, Dr. David Scholey. “Paparan terhadap alam bisa mengurangi reaktivitas kardiovaskular dengan menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Efek ini diamati bahkan setelah mengontrol pengaruh lain yang diketahui terhadap tekanan darah seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, status merokok, status alkohol, hingga tingkat olahraga.”
Menghirup Kebebasan Duniawi dalam Pelukan Makhluk ‘Setengah Abadi’
Keberadaan pepohonan sejatinya adalah tameng bumi yang seringnya disepelekan. Padahal kalau nggak ada pohon, suasana bakal panas, gerah, polusi di mana-mana, dan ketersediaan oksigen bakal turun drastis. Manusia tentu saja repot dan kelabakan.
Saya sendiri merasakan kondisi di perkotaan yang minim pohon dan pedesaan yang masih banyak pohon tuh jomplang sekali. Di perkotaan terlalu bising, riuh knalpot dan klakson, hingga senewen yang nyaris gila di tengah hingar bingar kota. Namun di pedesaan rasanya adem ayem kala mendengar embusan angin, kicau burung, bahkan tupai yang melompat ke sana kemari sambil mengawasi buah-buahan.
Saya akui, saya juga turut puyeng mendengar aneka berita baik kurs mata uang yang anjlok, emas berpuluh kilo sampai uang bertumpuk di rumah jaksa, atau gaji yang harus dipaksa bertahan sampai akhir bulan. Namun, manusia seperti kita tetaplah butuh rehat sejenak, dan memeluk pohon adalah hal gratis yang sukses besar.
Memeluk makhluk ‘setengah abadi’ itu seraya mengagumi betapa dia bertahan selama berpuluh-puluh tahun. Mengapa saya menyebutnya demikian? Sebab, pohon adalah makhluk hidup berusia panjang, terutama seperti jenis: trembesi, beringin, mahoni, jati, gaharu, cendana, dan lain sebagainya. Silakan googling sendiri lah. Saya sendiri di sini telah menjumpai satu pohon sengon buto berdiameter 50 cm, hingga mahoni berdiameter kurang lebih 70-80 cm. Saya lantas bertanya: sudah berapa lamakah usiamu? Apa saja peristiwa manusia yang kamu ketahui?
Belajar Mengenali Tekstur Alamiah
Setiap jenis pohon tentu memiliki tekstur yang berbeda. Sehingga nggak semua tipikal pohon boleh dipeluk ya.
Semisal pohon sengon buto alias sengon merah memiliki tekstur pohon kasar dengan warna cokelat gelap, dan berkambium kemerahan yang mirip darah. Berbeda dengan jenis sengon putih yang tekstur pohonnya halus, berwarna putih keabu-abuan.
Lain lagi dengan pohon nangka yang permukaan batangnya halus, berwarna agak gelap dengan beberapa bintik putih, berkambium warna keemasan sih setahu saya. Sedangkan mahoni tuh unik. Saat masih kecil permukaan pohonnya halus, tetapi ketika usianya mencapai beberapa puluh tahun, permukaannya jadi kasar.
Hal tersebut juga terjadi pada permukaan pohon bidara. Sewaktu masih kecil, permukaannya halus, tetapi begitu membesar justru memiliki motif bersulur di batang utamanya. Keren abis!
Selayaknya, pohon adalah tameng bumi sekaligus makhluk hidup yang seharusnya kita jaga dan manfaatkan. Bukan hanya dari segi ekonomis untuk membikin perabotan dan membangun rumah, tetapi juga esensi psikologis yang telah terbukti terhadap manusia. So, kawan-kawan sekalian sudah pernah melakukan terapi memeluk pohon?
Baca Juga
-
Menilik Bakso: Antara Sejarah, Akulturasi Budaya, dan Momen Bareng Keluarga
-
Viral Audio 'Bare Minimum' dan Manga Veil: Benarkah Ekspektasi Hubungan Gen Z Ketinggian?
-
Review Drama Thailand Hua Jai Sila: Plot Balas Dendam dan Dark Romance yang Brutal
-
Rahasia Bumbu Aromatik Masakan Nusantara dan Segudang Manfaat Kemangi
-
Ulasan The Early Spring: Akting Kece dan Puppy Eyes Gemas ala Jing Bo Ran
Artikel Terkait
-
Penelitian Unpad: Beralih Kebiasaan Rokok ke Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut
-
Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya
-
Cara Cek BPJS PBI Aktif atau Tidak Lewat HP, Praktis Tak Perlu ke Kantor
-
Tak Perlu KTP DKI, Seluruh Pasien TBC Bebas Berobat di Fasilitas Kesehatan Jakarta
-
Tips Nutrisi Terbaik bagi Profesional dengan Aktivitas Padat, Jaga Energi dan Fokus Sepanjang Hari
Health
-
Begadang Demi 'Me Time'? Awas Jeda Palsu yang Bikin Makin Lelah
-
Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda
-
Titik Koma di Ibu Kota: Tempat Semesta Menyelamatkan Kita dari Ketergesaan
-
Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?
-
Sering Mengasihani Diri Sendiri? Jangan-Jangan Kamu Lupa Mengambil Jeda
Terkini
-
Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU
-
Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
4 Moisturizer Berbahan Honey Extract Berikan Efek Hidrasi agar Wajah Lembap