Korea Open 2023 yang berlangsung di Yeosu City Hall, Yeosu, Korea Selatan siap menggelar laga di babak 32 besar hari pertama pada Selasa (18/7/2023).
Dari total sembilan wakil Indonesia yang dikirim ke turnamen Super 300 di Korea Selatan ini, tiga diantaranya, yang semua datang dari sektor ganda putra, akan turun tanding pada hari pertama.
Menariknya, ketiga wakil ganda putra tanah air sama-sama akan menghadapi pebulutangkis unggulan yang cukup tangguh dari tiga negara berbeda, yaitu Taipei, Korea Selatan, dan Denmark.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang akan menjadi pembuka harus berhadapan dengan ganda putra andalan Taipei, Lu Ching Yao/Yang Po Han. Melansir Badminton4U, Leo/Daniel tertinggal head to head 0-2 setelah kalah di Indonesia Masters 2021 dan French Open 2021.
Di lain sisi, Bagas Maulana/M. Shohibul Fikri akan kembali bertemu dengan wakil tuan rumah, Jin Yong/Na Sung Seung yang lolos ke babak utama lewat jalur kualifikasi.
Sudah dua kali bertemu, Bagas/Fikri selalu unggul dari Jin/Na. Bahkan wakil tuan rumah ini pernah kalah di Korea Open edisi tahun 2022 dan Indonesia Masters 2023 dengan skor yang terbilang ketat.
Berbeda dari kedua rekannya yang sudah pernah bertemu dengan lawan main di turnamen lain, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan akan menghadapi Jeppe Bay/Lasse Molhede dari Denmark untuk pertama kalinya.
Jika melihat ranking, peluang kedua ganda putra terbilang masih imbang mengingat Pram/Yere ada di peringkat 25 dunia dan Bay/Molhede di urutan 31 dunia.
Laga babak 32 besar hari pertama akan disiarkan langsung di YouTube BWF TV dan live score bisa dipantau lewat aplikasi Badminton4U mulai pukul 14.00 WIB.
Jadwal wakil Indonesia di Korea Open 2023 babak 32 besar hari pertama
Court 2
-Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Lu Ching Yao/Yang Po Han (Taipei)
Court 3
- Bagas Maulana/M. Shohibul Fikri vs Jin Yong/Na Sung Seung (Korea Selatan)
Court 4
- Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan vs Jeppe Bay/Lasse Molhede (Denmark)
Baca Juga
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
-
Dibalik Tren Padel dan Gym: Kenapa Olahraga Sekarang Jadi Ajang Pamer Gaya Hidup?
-
Cancel Culture Era Medsos: Kritik Membangun atau Penghakiman Massal?
-
Realita Komunitas Olahraga: Jaga Kebugaran, Cari Teman atau Demi Validasi?
-
"Offline Is the New Luxury": Ketika Tidak Memegang Ponsel Adalah Kemewahan Baru
Artikel Terkait
-
Justin Hubner Tunjukkan Karier Bola yang Semakin Gemilang Setelah Batal Dinaturalisasi, Terbaru jadi Kapten Wolves U21, Warganet: Ke Indonesia aja yuk
-
Jadi Juru Selamat Viking FK, Shayne Pattynama Sabet Gelar Bergengsi di Liga Norwegia
-
Presiden FAT Somyot Poompanmoung Dituduh Korupsi, Sunat Dana Liga Thailand Tiap Bulan
-
Babak Semifinal, Target Bagas/Fikri di Korea Open 2023
-
AFF Keluarkan Jadwal Resmi Piala AFF U-23, Shin Tae-yong Masih Menonton
Hobi
-
Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu
-
Mitchell Baker Langsung Hattrick, Garuda Temukan Predator Kotak Penalti
-
Hasil Piala AFF 2026: Tiga Gol Mitchell Baker Bawa Indonesia Hajar Kamboja
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Bos Aprilia Puji Marc Marquez: Dia Favorit Juara Dunia Musim Ini
Terkini
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum