Pasukan Garuda Muda Timnas Indonesia U-24 yang kini tengah berjuang di Asian Games Hangzhou China mendapatkan tambahan amunisi baru. Salah satu penyerang terbaik yang dimiliki oleh Indonesia saat ini, Muhammad Ramadhan Sananta akan menjadi bagian dari skuat yang tengah fokus mempersiapkan diri untuk melawan Uzbekistan.
Bahkan, disadur dari laman suara.com (26/9/2023), penyerang yang kini membela Persis Solo tersebut telah tiba di Hangzhou, dan menyatakan kesiapannya untuk membela skuat Garuda Muda di babak 16 besar melawan Uzbekistan.
BACA JUGA: Lawan Uzbekistan, Indra Sjafri Harus Berani Ubah Susunan Pemain Timnas
Sebelum kehadiran Muhammad Ramadhan Sananta, Timnas Indonesia U-24 sejatinya telah memiliki satu sosok striker murni dalam diri Titan Agung. Namun sayangnya, dalam tiga pertandingan yang telah dilakoni oleh skuat Garuda Muda, Titan Agung belum memberikan imbas yang positif kepada Pasukan Merah Putih.
Sejatinya, jika berkaca dari statistik yang dimiliki oleh Titan Agung saat membela skuat Garuda Muda, hal tersebut dapat dikatakan cukup wajar. Pasalnya, Titan Agung sendiri memiliki catatan yang cenderung kurang bagus, jika dibandingkan dengan Sananta yang baru bergabung hari ini.
Disadur dari laman transfermarkt.com, pemain Bhayangkara Presisi yang kini berusia 22 tahun tersebut telah bermain sebanyak enam kali bersama skuat Garuda Muda. Dari 6 pertandingan yang telah dijalaninya, Titan Agung tercatat telah menyumbangkan 2 gol.
Lesakan 2 gol milik Titan bersama skuat Garuda Muda, disumbangkannya saat melawan Kamboja dan Myanmar di ajang Sea Games bulan Mei lalu. Selebihnya, dalam 4 pertandingan lainnya, Titan tak mampu menorehkan gol untuk Garuda Muda, termasuk di ajang Asian Games ini.
BACA JUGA: Bung Towel Tuduh Shin Tae-yong Sewa Buzzer, Berikut Alasannya!
Berbeda dengan Titan Agung, catatan statistik milik Ramadhan Sananta terbilang lebih mentereng saat membela Garuda Muda. Sejauh ini, pemain Persis Solo berusia 20 tahun tersebut telah mencatatkan 13 laga bersama Timnas Indonesia kelompok umur.
Dari 13 laga tersebut, Sananta mampu menorehkan total 8 gol, di mana 5 gol dia sumbangkan saat memperkuat Timnas U-22, dan 3 gol saat memperkuat Timnas Indonesia U-23.
Dengan statistik yang jauh lebih mentereng bersama skuat Garuda Muda, kita berharap kedatangan Ramadhan Sananta bisa mengangkat permainan timnas U-24 Asian Games, sehingga bisa menambal handicap lini serang yang sejauh ini menjadi masalah nyata di permainan anak asuh Indra Sjafri tersebut.
Baca Juga
-
John Herdman, FIFA Series dan Kutukan yang Menghantui Laga Debut Pelatih Timnas Indonesia
-
Guliran FIFA Series 2026 dan Tamparan Telak untuk Komentar Terlampau Tinggi EXCO PSSI
-
Jadi Lawan Terkuat Garuda di FIFA Series, Bulgaria Ternyata Tak Asing dengan Sepak Bola Indonesia
-
Tak Panggil Pemain dari Eropa, Penggawa Kesayangan STY Berpotensi Comeback Bareng John Herdman?
-
Kilas Balik Pertemuan Indonesia dengan para Rival di FIFA Series, Pernah Punya Kenangan Manis?
Artikel Terkait
-
Ipswich Town vs Wolves, Elkan Baggott Berpotensi Tampil di Carabao Cup
-
Atlet Wushu Harris Horatius Persembahkan Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2022
-
BREAKING NEWS! Eks PSIS Semarang Pratama Arhan akan Gabung Klub Kasta Tertinggi Liga Korsel Suwon FC
-
Percaya Nggak Timnas Indonesia Bisa Kalahkan Uzbekistan? Cek Alasannya yang Mungkin Anda Tidak Sadar
-
Beckham Putra Dipastikan Batal Gabung Timnas Indonesia di Asian Games 2022, Ini Alasannya
Hobi
-
Dion Markx Join ke Liga Indonesia, Efek Misi Juara AFF Cup Jadi Prioritas?
-
John Herdman, FIFA Series dan Kutukan yang Menghantui Laga Debut Pelatih Timnas Indonesia
-
Guliran FIFA Series 2026 dan Tamparan Telak untuk Komentar Terlampau Tinggi EXCO PSSI
-
Indonesia Masters 2026: Alwi Farhan Juara, Gestur Selebrasi Jadi Sorotan
-
Persib Bandung Rekrut Dion Markx, Rekomendasi Langsung dari Bojan Hodak?
Terkini
-
Sekeping Koin yang Tak Pernah Kecil
-
Review Film It Was Just an Accident: Kritik Rezim Lewat Thriller yang Tajam
-
Sinopsis Pavane, Film Korea Romansa Baru Moon Sang Min dan Go Ah Sung
-
Profil Rayn Wijaya, Biodata dan Kisah Cintanya dengan Ranty Maria
-
Krisis Empati dan Menakar Batas Etika Saat Mendengar Kabar Duka