Sebentar lagi Lebaran, tapi masih bingung mau beli baju dengan bahan apa? Di era modern seperti saat ini, tidak sulit bagi kita untuk menemukan berbagai pilihan fashion. Mulai dari yang fancy hingga sustainable, semua tersedia. Namun, di saat seperti ini kita perlu bijak dengan pilihan pakaian yang akan kita gunakan agar tidak menambah jumlah limbah pakaian.
Selain ramah lingkungan, penting juga untuk memilih bahan yang cocok dan berkualitas. Bahan seperti sustainable cotton dan recycled polyester sering diklaim sebagai bahan yang berkualitas dan ramah lingkungan. Tak hanya itu, baik katun maupun poliester juga memiliki keunggulan masing-masing.
Katun termasuk salah satu bahan yang populer digunakan oleh masyarakat umum. Kini, katun tampil dengan versi yang lebih berkelanjutan. Dilansir dari Benang Jarum pada Kamis (12/3/2026), di negara beriklim tropis seperti Indonesia, bahan katun menjadi salah satu opsi terbaik yang dapat dipilih.
Sustainable Cotton
Hal ini karena katun memiliki sifat lembut dan nyaman ketika dipakai. Selain itu, sustainable cotton juga merupakan bahan yang mudah terurai. Menurut Green Citizen, hanya butuh sekitar 12 minggu untuk bahan ini agar dapat terurai.
Dilansir dari International Institute for Sustainable Development (IISD), menyatakan bahwa berbagai brand fashion saat ini juga telah berkomitmen untuk menggunakan 100 persen sustainable cotton pada produk yang mereka jual. Berbagai standar produksi sustainable cotton juga mulai dikembangkan, seperti Better Cotton Initiative (BCI), Global Organic Textile Standard (GOTS), Cotton made in Africa (CmiA), dan Organic Content Standard (OCS).
Standar ini mendorong produsen kapas untuk mengurangi dampak lingkungan serta sosial, seperti meningkatkan upah kerja dan mengurangi penggunaan pestisida serta air, meskipun pada praktiknya kriteria dari kepatuhannya bervariasi.
Recycle Polyester
Selain sustainable cotton, polyester daur ulang atau recycle polyester saat ini banyak digunakan dalam industri fashion yang ramah lingkungan. Dilansir dari Hadtex pada Kamis (12/3/2026), bahan utama dari pembuatan recycle polyester adalah botol bekas dari jenis plastik PET, sehingga dapat membantu mengurangi jumlah limbah botol plastik. Meskipun menggunakan bahan daur ulang, bahan ini memiliki sifat yang sama dengan polyester biasanya, seperti tidak mudah kusut dan memiliki tingkat keawetan yang tinggi meskipun telah dicuci berkali-kali.
Di sisi lain, polyester daur ulang juga memiliki efek negatif kepada lingkungan, yaitu mikroplastik yang dapat menyebar saat pakaian dicuci. Hal ini tentunya dapat berakibat buruk bagi ekosistem di laut.
Menurut pandangan pribadi, saya lebih memilih untuk menggunakan bahan sustainable cotton sebagai opsi bahan pakaian. Hal ini dikarenakan bahan sustainable cotton lebih cocok dipakai di wilayah beriklim tropis dan lebih sedikit menimbulkan dampak negatif kepada lingkungan. Bagi saya, baju bukan hanya sekadar pakaian yang terlihat bagus, tetapi bijak dalam memilih bahan pakaian juga merupakan hal yang penting. Kalau kamu, pilih yang mana?
Baca Juga
-
Anak Tantrum Karena Roblox Diblokir? Ini Strategi Agar Orang Tua Hadapi Krisis Digital Anak
-
Ketika Rumah Sakit Jadi Target: Saat Tenaga Medis Harus Adu Mekanik dengan Rudal
-
Anti Boros Baterai! 4 Rekomendasi HP Xiaomi dengan Fitur Up to Date!
-
Jeans: Fashion Item Populer yang Berdampak Buruk Bagi Lingkungan
-
Tutorial Melawan Sistem ala Rusti Dian: Biar Suara Perempuan Gak Cuma Jadi Background
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Sheet Mask Korea Tea Tree untuk Kulit Berminyak Atasi Jerawat dan Iritasi
-
Doogee Fire 7 Pro vs Doogee Fire 7 Ultra: Mana yang Lebih Unggul?
-
Xiaomi Luncurkan Mesin Cuci Pintar 2026: Fitur Canggih Harga Terjangkau
-
Wajah Auto Cerah Sebelum Lebaran Idulfitri! 4 Serum Terbaik Pudarkan PIH
-
Spesifikasi Honor X80i Bocor di TENAA: Baterai 7000mAh dan RAM hingga 16GB
Terkini
-
Vernon dan The8 SEVENTEEN Bentuk Unit Baru, Album Dijadwalkan Rilis Juni
-
Sul Kyung Gu dan Jeon Jong Seo Bintangi Film Okultisme, Libatkan Tim Exhuma
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah
-
Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya: Surat Cinta Pamungkas Vidi Aldiano yang Menembus Batas Waktu
-
Evolusi Doa: Saat Saya Berhenti Meminta Dunia dan Mulai Meminta Ketenangan