Perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh Timnas Indonesia membuat beberapa pihak memberikan apresiasi. Tak hanya menaruh rasa kagum, namun beberapa di antara mereka juga memberikan komentar terkait perkembangan positif yang ditunjukkan oleh Pasukan Merah Putih.
Terbaru, calon pemain naturalisasi Indonesia, Jay Idzes juga angkat bicara terkait perkembangan Timnas Indonesia. Melalui informasi yang diunggah oleh akun TikTok Timnas Garuda pada 30 November 2023, pemain yang kini berkarier di Liga Italia Serie B itu menungkapkan pandangannya terkait kondisi skuat Garuda saat ini.
"Saya pikir, Timnas Indonesia sekarang sedang bangkit," ungkap pemain yang berposisi utama sebagai bek tengah tersebut.
Tak berhenti sampai di sana, pemain yang memiliki tinggi badan 191cm tersebut juga mengungkapkan hal lain terkait bergabungnya para pemain berdarah keturunan Indonesia dalam skuat, hingga menyenggol Maroko.
"Sudah banyak pemain seperti saya, yang mempunyai darah Indonesia dan bermain di negara lain, pergi ke sana. Itu bisa mendatangkan reaksi berantai. Persis seperti yang terjadi dengan Maroko beberapa tahun lalu. Mereka akhirnya bisa mencapai semi final Piala Dunia. Jika banyak pemain memilih sebuah negara dan meraih kesuksesan, hal itu akan mengundang minat pemain lain (untuk bergabung)," ungkap pemain yang kini membela klub Venezia tersebut.
Berdasarkan segala fakta yang ada, memang apa yang disampaikan oleh Jay Idzes tersebut terbukti kebenarannya. Maroko yang sukses menjadi semifinalis gelaran Piala Dunia di Qatar tahun 2022 lalu, membawa skuat berisikan pemain-pemain diaspora atau bahkan pemain yang memiliki darah keturunan Maroko.
Hasilnya pun cukup membanggakan, mereka berhasil mengakhiri gelaran dengan menjadi tim terbaik keempat. Tak hanya itu, dalam perjalanannya merebut titel tim semifinalis, mereka bahkan sukses menyingkirkan tim-tim berkelas seperti Spanyol dan Portugal yang dipenuhi dengan bintang-bintang sepak bola berkelas dunia.
Dari apa yang dilontarkan oleh Jay Idzes, setidaknya kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa sejatinya Timnas Indonesia saat ini tengah mengalami fase kebangkitan, dan memiliki potensi besar untuk kembali mendatangkan pemain-pemain berdarah Indonesia yang tengah berkarier di negara lain.
Semoga saja proses naturalisasi Jay Idzes segera rampung ya, sehingga sang pemain bisa membawa Timnas Indonesia berprestasi seperti Maroko yang dia sebutkan dalam komentarnya!
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Vietnam Klaim Bakal Diperkuat Satu Pemain Naturalisasi di Piala Asia 2023
-
Melempem di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Sumardji Bongkar Kondisi Timnas Indonesia: Kelelahan sampai Luka-luka
-
Media Vietnam Soroti Rencana Timnas Indonesia Lawan Iran Jelang Piala Asia 2023
-
Ranking FIFA Terbaru Negara ASEAN: Malaysia Melejit Paling Tinggi, Indonesia Beda Nasib
-
Thailand Gerak Cepat, Rilis 30 Pemain untuk Persiapan Piala Asia U-23 2024
Hobi
-
Muak! Fabio Quartararo Tak Nikmati Balapan di Musim Terakhir Bersama Yamaha
-
Malam Ini! Arsenal vs Manchester City di Community Shield, Siapa Lebih Unggul?
-
Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?
-
Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
Terkini
-
Ulasan Drama Mother and Mom: Kritik terhadap Obsesi Menjadi Ibu Ideal
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah
-
Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan