Penampilan menanjak terus dipertunjukkan oleh pemain penghuni lini serang Timnas Indonesia, Rafael Struick. Bermain di ADO Den Haag U-21, pemain berdarah Indonesia-Belanda tersebut belakangan ini rajin mencetak gol saat bermain bersama timnya.
Menyadur informasi yang ada di laman transfermarkt.com pada 17 Desember 2023, semenjak memasuki bulan Desember tahun ini, pemain yang kini berusia 20 tahun tersebut tercatat selalu menciptakan gol saat diturunkan oleh ADO Den Haag di liga kelompok umur U-21.
Hingga saat ini, Rafael yang telah bertanding bersama klubnya itu sebanyak tiga kali, selalu sukses menciptakan gol ke gawang lawan-lawan yang dihadapi. Sebuah pencapaian yang tentunya sangat menggembirakan, mengingat sang pemain merupakan salah satu penggawa yang dipersiapkan oleh coach STY untuk bertarung di Piala Asia U-23.
Pekan pertama bulan Desember 2023, Rafael Struick yang tampil membela ADO Den Haag U-21 melawan Groningen U-21, sukses menyumbangkan dua gol untuk timnya tersebut. Namun sayangnya, dua gol yang dilesakkan oleh Struick tak mampu menghindarkan kekalahan 3-4 timnya dari tim tuan rumah kala itu.
Berlanjut di pekan kedua bulan Desember, Rafa kembali menjadi bagian ADO Den Haag dalam laga sengit melawan Feyenoord U-21. Bertarung melawan tim satelit dari salah satu klub raksasa Belanda tersebut, Rafa kembali menyumbangkan satu gol dan membawa klubnya bermain imbang 3-3 melawan tim tamu.
Terbaru, pada tanggal 16 Desember 2023 kemarin, Rafael kembali menyumbangkan satu gol untuk Den Haag saat berhadapan dengan Volendam U-21. Namun sayangnya, menyadur informasi dari laman suara.com pada 17 Desember 2023, gol semata wayang Rafael itu tak mampu menghindarkan kekalahan ADO Den Haag dari sang tuan rumah. Laga tersebut diakhiri dengan skor 3-2 untuk keunggulan sang lawan.
Menanjaknya performa Rafael Struick bersama ADO Den Haag tentu menjadi sebuah angin segar bagi lini penyerangan Timnas Indonesia. Pasalnya, dalam dua pertandingan terakhir di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua, Timnas Indonesia tampak sekali sangat kesulitan dalam menjebol gawang lawan yang mereka hadapi.
Dengan semakin menanjaknya statistik yang ditunjukkan oleh Rafael Struick, kita berharap semoga pemain ini terus konsisten, dan mencapai puncak permainannya ketika membela Timnas Indonesia di gelaran Piala Asia di bulan Januari 2024 mendatang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang
-
Jadi Lawan Tertangguh, Bulgaria Terikat Erat dengan Timnas Indonesia Berkat 3 Hal Ini
-
Dihantui Fakta Minor 3 Pelatih Terdahulu, Bisakah John Herdman Catatkan Debut Manis di Indonesia?
-
Gegara John Herdman, Kans Marselino Ferdinan Balik ke Timnas Indonesia Kembali Menipis?
-
Salah Kaprah Sistem Pertandingan FIFA Series 2026, Bagaimana Format Sebenarnya?
Artikel Terkait
-
2 Pemain Keturunan Tengah Didekati PSSI, Bung Towel Kembali Darah Tinggi!
-
Keran Gol Rafael Struick Tak Berhenti Jelang Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023
-
Bukan karena Gaji Miliaran, Umi Pipik Jelaskan Alasan Restui Egy Maulana Vikri Nikahi Adiba Khanza
-
Maarten Paes, Calon Kiper Naturalisasi Timnas Indonesia Ternyata Pernah Berhadapan dengan Lionel Messi
-
2 Fakta Maarten Paes, Berpotensi Jadi Calon Kiper Naturalisasi Timnas Indonesia yang Berkarier di MLS
Hobi
-
Jumpa I.League, John Herdman Soroti Pentingnya Kerja Sama Berkelanjutan
-
Thailand Masters 2026: Indonesia Panen Laga Perang Saudara di Semifinal
-
Berebut Tiket Final Thailand Masters 2026: Ubed, Alwi, dan Misi Balas Dendam
-
Perempat Final Thailand Masters 2026: Ujian Konsistensi Wakil Indonesia
-
Aktor Dibalik Layar: Alexander Zwiers Disebut Tokoh Sentral Naturalisasi
Terkini
-
Sparks of Tomorrow Siap Tayang Juli, Pencarian Buku Katalog Listrik Dimulai
-
3 Drama Korea Bertema Hukum yang Tayang di Awal Tahun 2026, Terbaru Honour
-
Sinopsis Mercy, Film Thriller yang Mengungkap AI Jadi Hakim Keadilan
-
Film Surat untuk Masa Mudaku: Berdamai dengan Luka Masa Kecil
-
Film Good Will Hunting: Kisah Matematikawan Jenius dengan Trauma Masa Lalu