Era kepelatihan Philippe Troussier di Vietnam meninggalkan beragam hal negatif. Selain menghiasi era kepelatihannya dengan capaian minor dan anjloknya peringkat serta prestasi Pasukan Naga Emas, era kepelatihan Troussier juga menyisakan sebuah kekecewaan bagi seorang Nguyen Quang Hai.
Bagaimana tidak, salah satu pemain terbaik di VIetnam yang menjadi andalan lini tengah Pasukan Bintang Emas tersebut benar-benar kehilangan kepercayaan di era kepelatihan pria asal Prancis tersebut.
Hal ini tentunya sangat bisa untuk disayangkan, mengingat hingga saat ini, Quang Hai masihlah menjadi salah satu pemain tengah terbaik di kawasan Asia Tenggara, dan permainannya kerap memberikan pengaruh kepada permainan Timnas Vietnam.
Lebih ironis lagi, menyadur laman transfermarkt.com, Quang Hai yang kini berusia 26 tahun tersebut merupakan tulang punggung Timnas Vietnam di era kepelatihan Park Hang-seo yang sukses mengangkat persepakbolaan di negeri tersebut.
Quang Hai yang memiliki 35 caps bersama Timnas Vietnam U-23 dengan koleksi 12 gol, perlahan mulai tergeser posisinya ketika Park Hang-seo pecah kongsi dengan VFF, dan tongkat kepelatihan diteruskan oleh Philippe Troussier.
Jika di era kepelatihan Park Hang-seo dirinya selalu menjadi motor utama penggerak serangan Vietnam, tidak demikian halnya dengan di era Troussier.
Selain harus terganggu dengan terpaan cedera, gelandang yang dikenal memiliki tendangan bebas mematikan tersebut juga minim kepercayaan dari pelatih Troussier.
Menyadur laman transfermarkt, semenjak kehadiran Troussier pada Maret 2023 lalu, Quang Hai hanya satu kali saja mendapatkan kepercayaan penuh dari Troussier untuk bermain sepanjang 90 menit.
Selebihnya, dirinya selalu diganti di pertengahan laga berjalan, atau bahkan hanya menjadi penghangat bangku cadangan saja.
Terbaru tentu saja kita bisa menyaksikan bersama, pemain terbaik Vietnam tahun 2018 tersebut meluapkan emosi dan kekecewaannya karena tak diturunkan oleh sang pelatih ketika Pasukan Nguyen berhadapan dengan Timnas Indonesia di My Dinh Stadium pada Selasa (26/3/2024) lalu.
Meskipun telah diperintahkan untuk melakukan pemanasan oleh Troussier, Quang Hai pada akhirnya urung diturunkan, dan kembali menghangatkan bangku cadangan hingga laga usai.
Berkali-kali sorot kamera tertuju kepada pemain yang selalu saja menjadi momok bagi permainan Timnas Indonesia tersebut, seolah mereka turut bersimpati dengan nasib kurang baik yang kini tengah dialami oleh pemilik 40 caps bersama Timnas Vietnam tersebut.
Kini, seiring dengan dipecatnya Troussier, bisakah Quang Hai kembali menjadi sentral permainan bagi Timnas Vietnam? Kita tunggu bersama!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Philippe Troussier Curhat Usai Dipecat Vietnam, Tertutup ke Media Hingga Minta Maaf
-
Usai Dibantai Timnas Indonesia, Park Hang-seo Masuk Bursa Calon Pelatih Vietnam
-
Rival Shin Tae-yong Minat Latih Vietnam, Timnas Indonesia Wajib Waspada
-
Peninggalan-peninggalan Penting Philippe Troussier bagi Sepak Bola Vietnam
-
Federasi Vietnam Cuma Kasih Philippe Troussier Pesangon 3 Bulan Gaji
Hobi
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
Terkini
-
Modernisasi Keselamatan Kelautan: Dari Analisis Pascatragedi Menuju Pencegahan Dini Berbasis AI
-
Belajar Tidak Menilai Orang dari Luarnya lewat Novel Senior
-
Dianggap Cacat, Jaksa di Bad Prosecutor Justru Melawan Penegak Hukum Korup
-
Ulasan Toy Story 5: Ketika Gadget Perlahan Mengambil Alih Masa Kecil Anak
-
Bukan Kisah Menyeramkan, Ini Keunikan Persahabatan di Buku The Skeleton and the Cat