Induk sepak bola dunia, FIFA secara resmi telah merilis konstelasi peringkat negara-negara anggotanya melalui laman fifa.com. Pada perilisan terbaru tersebut, Timnas Indonesia tercatat menduduki rangking 134 dunia, dari semula berada di posisi ke-142.
Berbanding terbalik dengan Pasukan Merah Putih, nasib kurang baik justru dialami oleh Timnas Malaysia. Pada rilisan terbaru tersebut, Harimau Malaya kini menduduki posisi ke-138 dunia, dan berada di bawah Indonesia.
Rilisan resmi rangking FIFA terbaru ini seolah menjadi sebuah tamparan tersendiri bagi kubu federasi Malaysia. Semenjak 2019 lalu, Timnas Malaysia yang menduduki peringkat lebih tinggi daripada Indonesia, selalu saja menjadikan hal tersebut sebagai tolok ukur kualitas kesebelasan kedua negara.
Bahkan tak jarang, para pendukung Timnas Malaysia mengolok-olok Timnas Indonesia dan pendukungnya karena rangking yang lebih rendah itu. Tak jarang, mereka memberikan komentar menyakitkan karena menilai kualitas Timnas Indonesia yang tak sepadan dengan mereka.
Kepongahan-kepongahan itupun terus terjadi, termasuk di tahun 2023 lalu. Menyadur laman Suara.com, FAM selaku federasi sepak bola Malaysia, tak mengundang Indonesia untuk turut serta di turnamen bertajuk Merdeka Games yang mereka selenggarakan.
Alasannya tentu saja karena peringkat FIFA yang lebih rendah dari Malaysia, sehingga menilai kekuatan Indonesia tak selevel dengan mereka. Komentar senada pun dilontarkan oleh sang pelatih, Kim Pan-gon.
Dalam sebuah konferensi pers, pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu mengungkapkan bahwa tak adanya Indonesia dalam daftar undangan.
Timnas Indonesia bukanlah tim dengan kekuatan standar Asia, karena memiliki peringkat yang berada di bawah mareka. Sebuah alasan yang tentunya cukup menyakitkan di telinga penggemar Timnas Indonesia.
Setelah kurang lebih lima tahun berjalan, kesombongan persepakbolaan Malaysia pun kini runtuh. Berkat penampilan impresif yang ditunjukkan oleh Timnas Indonesia di bawah kepelatihan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia lambat laun keluar dari masa kelam mereka.
Tak hanya semakin memantapkan posisinya di persepakbolaan kawasan Asia Tenggara, Timnas Indonesia kini juga mulai merambah level Asia dengan membuat sejarah melaju ke babak 16 besar Piala Asia lalu.
Puncaknya, dua kemenangan melawan Vietnam di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu, membuat jalan Indonesia untuk membungkam sikap sombong Malaysia terbuka lebar.
Raihan 30,04 poin yang didapatkan oleh Indonesia, membuat mereka kini melejit ke posisi 134 FIFA, mengangkangi peringkat Malaysia, sekaligus membuat Negeri Jiran harus menelan kembali ludah kesombongan yang pernah mereka keluarkan dulu.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Balik ke Brasil, Welber Jardim Nikmati TC Timnas Indonesia U-20 di Jakarta
-
Komposisi Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-19 2024 Sudah Terbentuk, Masih Bisa Berubah
-
Timnas Indonesia U-20 Selesai TC, Berikut Evaluasi Indra Sjafri
-
Profil Mohammed Maran, Striker Arab Saudi Rekan Cristiano Ronaldo yang Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia U-23
-
Target Olimpiade, Timnas Indonesia U-23 Optimis Gasak Lawan di Piala Asia U-23 2024
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam