Pemain belakang Timnas Indonesia, berdarah Inggris, Elkan Baggott harus melewatkan pemanggilan ke Timnas Indonesia untuk laga lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran Kedua melawan Irak dan Filipina. Dalam lansiran resmi laman pssi.org (16/5/2024), pemain berusia 21 tahun tersebut tak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong.
Meskipun belum ada penjelasan resmi terkait ditinggalkannya Elkan Baggott dalam pemanggilan kali ini, namun disinyalir hal tersebut berkaitan erat dengan kejadian sebelumnya, di mana sang pemain tak memenuhi panggilan Timnas Indonesia U-23 yang tengah bersiap untuk menghadapi Guinea dalam memperebutkan satu tiket tersisa ajang Olimpiade Paris.
Tentu saja, bagi seorang Shin Tae-yong yang terkenal akan kedisiplinannya, tidak responsifnya seorang Baggott terhadap kontak yang diberikan oleh Timnas, membuat sang pemain harus membayar mahal perbuatannya itu. Alhasil, pada pemanggilan kali ini pun, nama Elkan ditinggalkan, dan bisa pula berlarut-larut dalam pemanggilannya ke Timnas Indonesia beberapa waktu mendatang.
Memang, dalam sejarahnya melatih Timnas Indonesia, coach Shin memang paling anti dengan pemain yang bertindak indisipliner atau tak mengindahkan panggilan untuk membela negara. Nama-nama besar di persepakbolaan negeri ini pun telah menjadi korban ketatnya kedisiplinan yang diterapkan oleh pelatih berdarah Korea Selatan tersebut.
BACA JUGA: Indonesia Berada di Pot 1 dalam Drawing Kualifikasi Piala Asia U-20 2025
Osvaldo Haay, Ramai Rumakiek, Nurhidayat Haji Haris, Egy Maulana Vikri hingga Yance Sayuri, pernah merasakan galaknya coach Shin dalam membina skuat Garuda. Namun, dari rangkaian nama indisipliner tersebut, Egy Maulana Vikri dan Yance Sayuri dapat dikatakan lebih beruntung karena kembali mendapatkan kesempatan untuk bergabung ke Timnas Indonesia setelah membuat kecewa sang pelatih.
Menyadur laman Suara.com (28/8/2023), Egy Maulana Vikri yang sempat dinilai mangkir oleh STY karena memberikan keterangan palsu terkait kondisinya, kembali mendapatkan panggilan dari sang pelatih setelah ditepikan selama enam bulan oleh STY.
Pun demikian halnya dengan Yance Sayuri. Pada bulan Oktover 2023 lalu, Yance yang kedapatan absen di Timnas Indonesia namun ternyata bisa bermain membela PSM Makassar, kembali mendapatkan kesempatan dari STY karena sang pemain merubah sikap dan membuat hati STY melunak.
Bahkan, saudara kembar dari Yakob Sayuri tersebut menjadi langganan pemanggilan Timnas hingga saat ini, dan kerap menghiasi skuat yang dirilis oleh sang pelatih.
Jadi, dengan segala potensi yang dimiliki oleh Elkan Baggott, kita berharap agar nasib sang pemain ke depannya seperti yang dialami oleh Egy Maulana Vikri dan Yance Sayuri ya! Meskipun sempat ditepikan dari Timnas, namun pada akhirnya kembali mendapatkan kesempatan dari STY untuk kembali berseragam Garuda.
Baca Juga
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
Artikel Terkait
Hobi
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
Terkini
-
4 Rekomendasi Sheet Mask Witch Hazel untuk Atasi Pori-Pori Besar dan Jerawat
-
Ulasan Novel Beauty Case, Membedah Obsesi Standar Kecantikan bagi Perempuan
-
4 Low pH Cleanser Panthenol Rp30 Ribuan, Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
Di Balik Centang Biru: Kecemasan Baru dalam Komunikasi
-
Review Film Monster: Refleksi Diri tentang Prasangka Kita pada Orang Lain