Salah satu raksasa sepak bola Eropa, Inggris akan kembali mencoba peruntungannya untuk menjadi juara Piala Eropa edisi 2024. Melansir laman uefa, Timnas Inggris yang sukses melaju ke final, bakal bentrok melawan Spanyol di Olympiastadion, Berlin, Jerman pada Minggu (14/7/2024).
Sejatinya, ini adalah kali kedua beruntun Timnas Inggris sukses menembus babak final gelaran EURO. Setelah sebelumnya, pada edisi 2020 lalu, mereka juga berhasil melakukannya namun harus mengubur mimpi pasca kalah adu penalti melawan Italia di partai puncak.
Memang, jika melihat perjalanan Inggris dalam keikutsertaannya di ajang Piala Eropa, mereka lebih sering merasakan nestapa. Bagaimana tidak, Inggris yang berstatus sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia dan Eropa, tak pernah sekalipun bisa merengkuh gelar juara di ajang ini.
Bahkan ironisnya lagi adalah, sebelum Piala Eropa edisi 2020, prestasi terbaik dari Timnas Inggris di ajang ini hanyalah berada di peringkat ketiga pada edisi 1968 di Italia. Pada edisi 1996 yang digelar di kandang sendiri, mereka bahkan hanya menempati posisi semifinalis pasca perebutan tempat ketiga dihapuskan semenjak tahun 1980.
Namun itu semua tentunya tak lebih ironis lagi jika dihubungkan dengan status Inggris yang pernah menjadi juara dunia. Untuk level benua Eropa, Timnas Inggris adalah satu-satunya tim yang pernah menjadi juara dunia, namun tak pernah menjadi juara di level benua.
Sekadar informasi, melansir laman history FIFA, hingga saat ini telah ada lima negara dari benua Eropa yang pernah menyabet titel sebagai juara dunia. Mereka adalah Jerman, Italia, Prancis, Inggris, dan Spanyol.
Dari lima negara tersebut, hanya Inggris sajalah yang belum pernah merasakan manisnya juara Eropa. Empat negara lainnya, seperti Spanyol, Italia, Jerman, dan Prancis, sudah pernah merasakan gelar tersebut, bahkan lebih dari sekali.
Uniknya lagi, prestasi Inggris yang belum pernah juara di level benua ini bahkan disalip oleh negara-negara yang belum pernah merasakan menjadi juara dunia seperti Belanda serta Portugal.
Apakah hanya sampai di sana? Ternyata tidak! Inggris yang pernah berjaya menjadi juara Piala Dunia di edisi 1966, prestasi mereka di gelaran Piala Eropa justru kalah mentereng dari tim semenjana yang pernah menjadi juara seperti Denmark di edisi 1992, Yunani di edisi 2004, atau bahkan Uni Soviet (1960) dan Cekoslowakia pada tahun 1976.
Lantas, apakah Inggris bakal bisa mengakhiri nasib buruk mereka di partai final kedua kali ini? Kita tunggu bersama hasilnya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
Artikel Terkait
-
Final EURO 2024: Saatnya Timnas Inggris Tuntaskan Rasa Penasaran di Level Benua
-
Prediksi Skor Final Euro 2024 dari Jens Raven: Inggris Kalah, 3-1 untuk Spanyol
-
Final Euro 2024: 3 Pemain Kunci Timnas Inggris Kalahkan Spanyol
-
Indra Sjafri Jagokan Spanyol Juara Euro 2024: Filosofi Sepak Bola-nya Bagus
-
Final Euro 2024: Unai Simon vs Jordan Pickford, Siapa Paling Jago Tepis Penalti?
Hobi
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
Terkini
-
Laboratorium Harapan: Taktik Anak Pertama Meracik Masa Depan di Tengah Batas
-
Tak Sekadar Pameran, IMX Prambanan Gabungkan Otomotif dan Nuansa Heritage
-
Perempuan Misterius yang Menyeberang Jalan di Tengah Malam
-
Super Slim! Powerbank Xiaomi Ini Tipis dan Praktis Dibawa Ke Mana Saja
-
Tanya TK, Bukan Kampus: Mengupas Gagasan Anies Baswedan soal Ketidakjujuran