Meski harus melewati pertandingan yang cukup dramatis, akhirnya Persija Jakarta berhasil memaksa Arema FC untuk berbagi poin dalam pertandingan kedua Piala Presiden 2024. Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi saksi bisu bagaimana sengitnya laga yang diakhiri dengan skor imbang 2-2 itu.
Antara News melaporkan, jual beli serangan dan intensitas tinggi dalam duel tersebut telah tersaji sejak menit pertama. Arema FC lebih dulu mendapatkan peluang emas. Tendangan bebas di sisi kanan pertahanan lawan berhasil dieksekusi oleh Dedik Setiawan.
Sayangnya laju bola berhasil ditepis oleh Andritany Ardhiyasa. Kokohnya lini belakang pasukan Singo Edan membuat mereka berani tampil menyerang, tetapi menaklukkan solidaritas barisan pertahanan Persija Jakarta yang dipimpin Rizky Ridho dan Muhammad Ferarri pun tak semudah itu untuk ditembus.
Arkhan Fikri mencoba melepaskan sepakan spekulasi yang masih melebar ke sisi kanan gawang Andritany. William Moreira pun melakukan hal yang sama dan hasilnya tak berubah. Penjaga gawang Persija Jakarta dipaksa bekerja lebih keras meladeni gempuran dari Arema FC.
Tim Singo Edan mendapatkan lebih banyak peluang emas yang berpotensi mengancam Macan Kemayoran. Namun menjelang berakhirnya babak pertama, giliran Marco Simic dan kolega yang meningkatkan daya serang.
Sepakan spekulasi dari luar kotak penalti yang dilepaskan oleh Maciej Gajos masih belum berbahaya untuk Arema FC. Kemudian Simic berhasil memecahkan kebuntuan, sayangnya gol dianulir karena dianggap offside. Skor kacamata pun menutup sengitnya pertandingan babak pertama.
Arema FC langsung tancap gas ketika turun minum selesai. William Moreira berhasil lepas dari kawalan Firza Andika, tetapi tembakannya masih bisa ditepis Andritany. Singo Edan baru memecahkan di menit ke-54 melalui Salim Tuharea yang mendapatkan operan dari Charles Lokolingo.
Tak berselang lama, Arema FC menggandakan keunggulan lewat serangan balik. Rizky Ridho sempat berusaha menghentikan akselerasi Charles. Namun sayangnya si kulit bundar berhasil disepak dan tidak ditahan oleh Andritany maupun Ondrej Kudela.
Persija Jakarta baru memperkecil kedudukan di menit 84 melalui kerja sama Witan Sulaeman dan Gustavo Almeida. Skor berubah menjadi 2-1.
Kemudian bintang Timnas Indonesia itu kembali memberikan assist yang langsung dikonversi menjadi gol oleh Hanif Sjahbandi. Hasil imbang 2-2 bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Kedua kesebelasan pun sama-sama mengoleksi empat poin untuk menduduki urutan pertama dan kedua klasemen Grup B Piala Presiden 2024.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Persib vs Persis Solo: Teja Paku Alam Waspadai Pencetak Gol Tercepat Piala Presiden 2024
-
Bali United Lewati Tujuh Laga Tanpa Kemenangan, Masih Pantaskah Teco Bertahan?
-
Hasil Piala Presiden 2024 Persija vs Arema FC: Wak Haji Witan On Fire
-
Hasil Babak Pertama Persija vs Arema FC di Piala Presiden 2024: Tanpa Gol di Wayan Dipta
-
Drama Offside Jempol Kenzo Nambu Bikin Bali United Merana, Legenda Timnas Belanda Sampai Murka
Hobi
-
Perang Kian Memanas di Timur Tengah, Piala Asia 2027 Terancam Ditunda?
-
Call of Duty: Modern Warfare 4 Siapkan DMZ yang Jauh Lebih Ambisius
-
Silent Hill Belum Selesai! Konami Mulai Pertimbangkan Game Baru
-
PSSI Naturalisasi Pemain dari Liga Lokal, Bakal Jadi Sebuah Kemunduran?
-
Prediksi Liverpool vs Manchester City: Duel di Tengah Bayang-Bayang Kontroversi
Terkini
-
Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla
-
Auto Cerah! 4 Brightening Gel Cleanser Murah Rp40 Ribuan Atasi Wajah Kusam
-
A Good Day to Be a Dog: Jatuh Cinta Berarti Belajar Menghadapi Ketakutan
-
Manga Horor Junji Ito The Hanging Balloons Diadaptasi Jadi Film Thailand
-
Ruang Laktasi : Saat Ibu Menyusui Tak Dianggap Pengguna Ruang Publik