Belakangan ini, Timnas sepak bola Indonesia tengah mengalami tanjakan prestasi yang sangat luar biasa. Bagaimana tidak, seluruh level Timnas Indonesia, dalam waktu bersamaan sukses lolos ke arena persaingan level benua.
Menyadur laman Suara.com, Timnas Indonesia yang berada di level U-23, U-20, Timnas Senior, dan yang terbaru Timnas Indonesia U-17, sukses mencicipi panasnya persaingan di level Benua Kuning. Maka tak mengherankan jika pada akhirnya, pencapaian ini adalah sebuah hal yang sangat dibanggakan, termasuk oleh ketua umum PSSI, Erick Thohir.
Namun ternyata, peningkatan prestasi mengagumkan yang dialami oleh Timnas Indonesia semua level usia tersebut, berbanding terbalik dengan Malaysia. Negara serumpun yang kerap disebut sebagai saudara Indonesia tersebut, saat ini tengah memasuki fase keterpurukan di bidang sepak bola mereka.
Ketika Indonesia berhasil terbang tinggi dengan meloloskan empat level timnasnya ke gelanggang sekelas Piala Asia, Malaysia justru terancam tak bisa meloloskan timnya ke ajang berskala Asia. Memang, di pentas Piala Asia U-23 lalu mereka menjadi partisipan, namun patut diingat, keberadaan mereka hanyalah sebagai pelengkap saja.
Ketika Rizky Ridho dan kolega berhasil mencapai babak semifinal Piala Asia U-23 di Qatar lalu, Malaysia justru menjadi bulan-bulanan Uzbekistan, Vietnam dan Kuwait di grup D. Dari 3 laga yang dijalani, tak sekalipun mereka mendapatkan poin untuk dibawa pulang.
Pun demikian halnya dengan Timnas level U-20. Ketika Indonesia sukses mengamankan satu tiket putaran final dengan status sebagai jawara grup, Malaysia U-20 harus tersingkir secara tragis setelah kalah bersaing dengan Korea Utara, Oman dan Tajikistan.
Terbaru, di pentas level U-17 pun Malaysia mengalami nasib yang serupa. Ketika Indonesia berhasil mengamankan satu tiket putaran final meskipun harus bersaing dengan tim sekelas Kuwait dan Australia, Malaysia gagal untuk melaju ke Arab Saudi tahun depan pasca menuai hasil minor melawan Uni Emirat Arab serta Laos yang selama ini menjadi tim langganan lumbung gol di kawasan Asia Tenggara.
Lantas, apakah cukup sampai di sini? Tentu saja tidak! Di pentas sepak bola senior, Malaysia juga terancam untuk tak bisa berlaga ke putaran final Piala Asia di tahun 2027. Saat Timnas Indonesia sudah memastikan tempat imbas dari kelolosan mereka ke putaran ketiga babak Kualifikasi Piala Dunia 2026, Malaysia justru masih harus berjuang memperebutkan enam tiket tersisa melawan para tim level menengah benua Asia seperti Suriah, Lebanon, India, hingga Vietnam dan Thailand.
Kalau melihat kenyataan seperti ini, tentu kita berharap Malaysia bisa segera bangkit dan kembali memanaskan persaingan dengan Indonesia ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026 dan Lionel Messi: Akhir yang Penuh Nestapa bagi sang Legenda
Artikel Terkait
-
Jay Idzes Tiba-tiba Absen Bela Venezia, Kabar Buruk untuk Timnas Indonesia?
-
Shin Tae-yong Tak Gentar Lihat Tren Positif Jepang, Yakin Incar Kemenangan?
-
Shin Tae-yong Andalkan Pengalamannya untuk Lawan Jepang: Saya Tahu Cara Hadapi Mereka
-
Eks Timnas Belanda Kagum dengan Mees Hilgers: Waktunya Pindah ke Klub Besar
-
Shin Tae-yong: Timnas Indonesia Akan Kalahkan Arab Saudi!
Hobi
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Bos Aprilia Puji Marc Marquez: Dia Favorit Juara Dunia Musim Ini
-
Gabung Aprilia, Pecco Bagnaia Balas Dendam pada Marc Marquez dan Ducati?
-
Tak Gentar! Davide Tardozzi Yakin Ducati Bisa Raih Gelar Juara Dunia
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
Terkini
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!