Semua orang pasti akan setuju kalau novel Jane Austen, Pride and Prejudice, adalah salah satu kisah cinta klasik yang tak lekang oleh waktu. Bagaimana tidak, hubungan romantis Darcy dan Elizabeth harus melewati berbagai lika liku rintangan yang tak mudah sebelum akhirnya bersatu.
Ternyata, novel klasik ini tidak hanya membicarakan kisah manis keduanya. Lewat Pride and Prejudice, Austen menggambarkan isu sosial yang dialami oleh para karakternya, seperti perbedaan kelas hingga pernikahan dini.
1. Perbedaan Kelas Sosial
Di abad 19, era novel Pride and Prejudice berlangsung, kekayaan harta dan kelas sosial menentukan bagaimana orang tersebut akan dipandang. Ketimpangan inilah yang menghalangi hubungan Darcy yang berasal dari kelas atas dan Elizabeth yang datang dari kelas bawah.
Keluarga Darcy memandang rendah keluarga Bennet yang memiliki status sosial lebih rendah dan menganggap tidak setara. Perbedaan ini sangat berpengaruh hampir di semua aspek kehidupan, salah satunya percintaan.
2. Isu Kesetaraan Gender
Keluarga Bennet merupakan keluarga menengah ke bawah dengan 5 anak perempuan. Di zaman itu, perempuan belum cukup bebas untuk menentukan hidup mereka. Agar finansial aman, kebanyakan anak perempuan akan dinikahkan dengan laki-laki dari keluarga terpandang. Perempuan masa itu hanya bisa bergantung pada laki-laki. Pernikahan tidak lagi didasari oleh cinta, tapi kebutuhan bertahan hidup secara ekonomi dan sosial.
Hal tersebut terlihat dari keputusan Charlotte Lucas yang menerima lamaran Mr. Collins. Meski tidak benar-benar mencintainya, Charlotte memilih menikah karena melihat pernikahan tersebut sebagai kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih stabil.
3. Tekanan untuk Memenuhi Ekspektasi Masyarakat
Tokoh-tokoh dalam Pride and Prejudice hidup di tengah berbagai aturan tidak tertulis tentang bagaimana seseorang, terutama perempuan, seharusnya bersikap. Perempuan diharapkan bisa menjaga nama baik keluarga, bersikap sopan, dan mengikuti standar masyarakat yang berlaku.
Sebagai tokoh utama, Elizabeth Bennet justru merusak ekspektasi ini. Ia berani bersuara bahkan menolak lamaran Darcy yang dianggap tabu karena menyia-nyiakan kesempatan bagus. Sikapnya dianggap terlalu berani atau tidak mengikuti aturan sosial yang berlaku.
4. Pernikahan Dini
Novel Pride and Prejudice tidak hanya membahas kisah cinta Darcy dan Elizabeth, tapi juga adik bungsu Elizabeth, Lydia Bennet. Ia jatuh cinta dan menikah dengan George Wickham. Sayangnya, Lydia menikah dengan Wickham di usianya yang masih sangat belia, 15 tahun.
Keputusan Lydia banyak dipengaruhi oleh perasaannya dan ketertarikannya pada Wickham, sementara ia belum sepenuhnya memahami konsekuensi dari pilihan tersebut. Sikapnya yang impulsif juga menunjukkan bagaimana kurangnya kematangan dapat membuat seseorang mengambil keputusan besar tanpa mempertimbangkan kehidupan jangka panjang. Akibatnya, hubungan yang belum matang ini malah menimbulkan masalah besar untuk keluarga Bennet.
Poin yang membuat novel klasik Pride and Prejudice menarik adalah penggambaran situasi yang nyata hingga masalah-masalah sosial yang timbul di masa itu. Isu perbedaan kasta sosial, gender, hingga kebiasaan yang hidup dalam novel ini membuat Pride and Prejudice tidak monoton membual tentang cinta. Menurutmu, mana isu sosial dalam novel ini yang masih terasa hingga sekarang?
Tag
Baca Juga
-
Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
-
5 Tokoh Perempuan di Novel Klasik yang Punya Karakter Kuat, No Menye-Menye!
-
Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?
-
Fakta Mengejutkan! Tteokbokki Ternyata Dulunya Makanan Mewah Kaum Bangsawan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
-
Drama Korea Would You Marry Me?: Pernikahan Palsu demi Rumah Mewah
-
Belajar Tidak Menilai Orang dari Luarnya lewat Novel Senior
Terkini
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice