Timnas Indonesia U-20 mengakhiri rentetan pertandingan di mini turnamen empat negara bertajuk Mandiri U-20 Challenge Series 2025 dengan hasil manis.
Menjalani pertarungan terakhir melawan India U-20, anak asuh Indra Sjafri tersebut sukses mengamankan laga dengan kemenangan. Tak tanggung-tanggung, tim asal Asia Selatan tersebut dibombardir Pasukan Garuda Muda dengan berondongan empat gol tanpa balas.
Hasil positif yang diraih oleh Skuat Garuda Nusantara ini tak terlepas dari perombakan besar-besaran yang dilakukan oleh sang pelatih, Indra Sjafri.
Pada pertandingan tersebut, pelatih berdarah Minang itu kembali bereksperimen dengan salah satunya memainkan penyerang berdarah Belanda, Jens Raven.
Berbeda dengan dua pertandingan sebelumnya melawan Yordania U-20 dan Suriah U-20, pada laga melawan India ini pemain Dordrecth U-21 tersebut dipasang sebagai starter. Hasilnya pun cukup memuaskan, karena meskipun tak menyumbangkan gol di laga tersebut, namun Raven sukses memberikan warna dalam penyerangan Timnas Indonesia.
Kehadiran Jens Raven di lini serang Pasukan Muda Merah Putih, menawarkan style pertarungan yang berbeda di tubuh Indonesia. Yang paling terlihat tentu saja pergerakan Jens yang dinamis.
Jika kita melihat line up Indonesia U-20 di laman transfermarkt, sejatinya Jens diplot oleh Indra Sjafri sebagai sang ujung tombak. Namun ketika permainan berjalan, pergerakan Jens berubah menjadi bebas dan dinamis, di mana dirinya tak jarang turun jauh ke bawah untuk menjemput bola dan ikut menginisiasi serangan, bukan hanya menunggu untuk menyelesaikan peluang.
Memang, dalam pertandingan tersebut, Jens Raven hanya bermain selama 60 menit. Namun jangan salah, dirinya ikut andil dalam terciptanya dua gol ke gawang india.
Gol kedua Indonesia yang diciptakan oleh Muhammad Ragil, terjadi karena kiper India kebingungan imbas mendapatkan pressing dari Jens, sehingga umpannya justru tak terdistribusi dengan baik dan mengarah ke arah Ragil.
Sementara gol ketiga, yang juga diciptakan Ragil, berawal dari back pass dari Raven ke Toni Firmansyah yang langsung menyambutnya dengan tendangan keras. Bola yang berhasil diblok oleh kiper India, menghasilkan rebound dan disambut dengan sangat baik oleh Ragil yang sukses menciptakan brace di laga tersebut.
Secara garis besar, kehadiran Jens Raven di laga melawan India U-20 memberikan impact yang sangat positif. Pergerakannya yang kerap mengisi posisi sayap, baik kiri maupun kanan membuat inisiasi serangan menjadi jauh lebih hidup, sehingga pada akhirnya membuat lini tengah Indonesia bisa lebih maju dan menciptakan peluang yang lebih membahayakan.
Kira-kira, Jens Raven bakal menjadi pemain utama di Piala Asia U-20 nanti atau tidak ya? Kita tunggu saja!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Alex Pastoor: Yang Penting Menang!
-
Gertakan Patrick Kluivert Bikin Pratama Arhan Berkeringat di Liga Thailand
-
Bukti Rizky Ridho Lokal Pride Kesayangan STY Selevel Bek Serie A Italia
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia di Piala Asia U-20 2025, Indra Sjafri Siapkan Surprise
-
Dear Timnas Indonesia, Patrick Kluivert vs Ronald Koeman Berebut Ian Maatsen
Hobi
-
Alarm Bahaya Tottenham: Usai Dua Musim Finis ke-17, Kini Jadi Juru Kunci?
-
Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Mesin Meledak di Sprint Race GP Aragon, Fabio Quartararo: Saya Sudah Tahu
-
Sebelum Remaster Rilis, Toy Story 3 Akan Dihapus dari Xbox
Terkini
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'
-
Makin Colorful Makin Centil, Bagaimana Outfit Berwarna Tetap Enak Dilihat?
-
Review Film Songs of Earth: Perjalanan Anak Mengenal Ayahnya Lebih Mendalam
-
Novel Don't Tell Me Anything, Jeritan di Antara Batas Mimpi dan Realitas