Tak ada pilihan selain menang, Timnas Indonesia didorong misi revans saat menjamu Bahrain. Lantas, akankah skuad Garuda bakal sajikan penampilan agresif sejak menit pertama?
Bentrok kedua kesebelasan dimainkan Selasa (25/3/2025) malam hari. Puluhan ribu suporter dipastikan memenuhi tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta untuk memberikan semangat langsung kepada seluruh penggawa Merah Putih.
Ini adalah laga krusial. Selain turut menentukan nasib Indonesia dalam perebutan tiket Piala Dunia 2026, tetapi juga sekaligus jadi ajang penebusan kekalahan. Masih hangat dalam ingatan atas hasil minor 1-5 di markas Australia yang harus diterima.
Kendati demikian, baik pada pemain maupun suporter Timnas Indonesia mau tak mau harus melupakan catatan tersebut agar bisa fokus menatap pertandingan selanjutnya. Di pertemuan pertama Oktober lalu, Jay Idzes CS yang saat itu masih diasuh pelatih Shin Tae-yong nyaris menggulingkan Bahrain di markasnya sendiri.
Sayang seribu sayang, ada lebihan tambahan waktu yang dilakukan tanpa alasan. Situasi yang merugikan bagi skuad Garuda ini sempat menuai sorotan publik internasional. Laga di SUGBK besok tentu menjadi kesempatan besar untuk menuntaskan balas dendam.
Calvin Verdon dan Evaluasi Situasi Bola Mati
Kekalahan telak Indonesia di Sydney kemarin tak lepas dari ketidakmampuan mengantisipasi situasi bola mati. Oleh karenanya, wajar jika aspek tersebut termasuk dalam hal-hal yang wajib dievaluasi dan diperbaiki Patrick Kluivert.
Calvin Verdonk sebagai salah satu andalan skuad Garuda mengaku ingin lekas bangkit dan meraih kemenangan saat menjamu Bahrain. Menurutnya, Timnas sudah memulai dengan baik ketika awal menantang The Socceroos. Namun justru ada blunder-blunder fatal yang dilakukan.
“Mari berharap untuk hasil yang lebih baik terhadap Bahrain. Kami harus lebih baik dalam set-piece. Hal ini juga berkaitan dengan attitude yang kami tunjukkan dalam set-piece. Jika kami bisa menang duel dalam set-piece, musuh kita tidak bisa menang. Jadi kami harus lebih baik dalam set-piece,” tambah pemain asal NEC Nijmegen itu, merujuk laman pssi.org pada Sabtu (22/3/2025).
Wajib Menang, Timnas Indonesia Bakal Tampilkan Permainan Terbuka Sejak Awal?
Pendekatan bermain menyerang yang diterapkan Kluivert pertandingan debutnya memang hanya menyisakan kekecewaan mendalam. Apalagi ini jadi kebobolan terbanyak Indonesia di putaran ketiga Piala Dunia 2026 putaran ketiga.
Namun, pelatih asal Belanda tersebut tidak menutup kemungkinan untuk kembali menampilkan permainan menyerang saat mereka meladeni perlawanan Bahrain.
“Hal terpenting adalah kami mendapatkan hasil bagus dan kami tentu saja berusaha mengincar kemenangan. Maka mungkin saja kami akan menekan sejak awal. Secara mental, para pemain sangat kuat. Maksud saya, jika Anda telah menyaksikan pertandingan melawan Australia, kami telah melakukan pekerjaan yang sangat baik,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan Antara News hari Minggu (24/3/2025).
Ia menambahkan, “Meskipun kami kalah, tentu saja ini merupakan hasil yang sangat mengecewakan. Semua orang tahu itu. Namun, sekarang kami akan menghadapi Bahrain. Kami tidak dapat mengubahnya lagi. Dengan segala keyakinan, kami berharap dapat memperoleh hasil yang baik.”
Di sisi lain, Kluivert juga membuka peluang untuk melakukan rotasi pemain. Apalagi Timnas Indonesia kehilangan Mees Hilgers yang mengalami cedera dan akan melakukan recovery di Belanda bersama timnya, FC Twente. Terdapat beberapa nama yang layak dipilih untuk mengisi kekosongan lini belakang skuad Garuda.
Salah satunya adalah Rizky Ridho, kapten Persija Jakarta yang sudah punya chemistry lebih kuat bersama Jay Idzes. Saat ini Kluivert mengaku perlu fokus kepada kebugaran dan semuanya untuk tim.
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
Hobi
-
Menanti Taisei Marukawa Berseragam Garuda: Jatuh Cinta pada Indonesia dan Siap Jadi WNI
-
Ada Format Baru di MotoGP 2027, Begini Respon Marc Marquez dan Jorge Martin
-
Demi Target Piala Asia 2027, Indonesia Siap Tambah Naturalisasi Pemain Baru
-
Euforia Juara ASEAN Cup Selesai, Tantangan Berat Kualifikasi Piala Dunia Menanti Skuad Garuda
-
Konflik Memanas di Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Insiden Keluar Kamp
Terkini
-
7 Dekade Berlalu, Ini 4 Alasan Mengapa Kritik Novel '1984' Makin Relevan Hari Ini
-
Tujuh Hari Sebelum Aku Menghilang
-
Terorisme Ekologi Bernama Karhutla: Saat Rakyat Terpaksa Berhenti Bernapas
-
Tidak Semua Luka Terlihat, Ini Pentingnya Menjadi Pendengar Tanpa Menghakimi
-
Menanti Kejelasan Laporan Insiden Prambanan, PSHT Minta Adil dan Transparan