Pasca pertandingan yang mempertemukan antara Timnas Malaysia melawan Vietnam, Quang Huy, seorang pundit sepak bola asal Vietnam memberikan sebuah komentar yang cukup menyinggung para penggemar Timnas Indonesia.
Dalam analisanya terkait pertandingan antara Malaysia dan Vietnam di matchday kedua babak kualifikasi Piala Asia 2027 grup F tersebut, Quang Huy menyentil Timnas Indonesia akan mendapatkan nasib yang sama jika mereka bertemu dengan Malaysia dengan kekuatan yang sekarang.
Bahkan tak segan-segan, pengamat sepak bola di negeri Paman Ho tersebut menyatakan bahwa Malaysia saat ini memiliki pemain yang lebih bagus, dengan sistem permainan yang cukup apik, sehingga dalam pandangannya Indonesia tak akan bisa bersaing dengan Harimau Malaya.
"Jika Malaysia melawan Timnas Indonesia, saya merasa Indonesia tidak akan mampu bersaing. Malaysia punya pemain yang lebih bagus dan sepak bola mereka sangat langsung, sangat ‘Eropa’,” ujar Quang Huy sepertimana dilansir laman Suara.com (13/6/2025) yang dikutip dari media Vietnam, Soha.vn.
Komentar yang dilontarkan oleh Quang Huy ini sejatinya tidaklah terlalu dilebih-lebihkan. Pasalnya, penampilan Malaysia di laga melawan Vietnam beberapa waktu lalu memang sangat luar biasa.
Melawan Pasukan Bintang Emas yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dalam persepakbolaan Asia Tenggara, anak asuh Peter Cklamovski tersebut sukses mencukur sang lawan. Tak tanggung-tanggung, empat gol tanpa balas dilesakkan oleh Arif Aiman dan kolega ke gawang juara edisi terakhir gelaran Piala AFF tersebut.
Apa yang Disampaikan oleh Quang Huy Ada Benarnya, Jadi Tak Perlu Terpancing
Terkait dengan komentar dari Quang Huy yang mana menyebutkan Timnas Indonesia mungkin tak akan bisa bersaing dengan Timnas Malaysia saat ini, kita selaku pencinta sepak bola nasional seharusnya tak tersinggung dengan pernyataan tersebut.
Pasalnya, jika kita melihatnya secara obyektif, di Timnas Indonesia dan Timnas Malaysia saat ini memang tengah terjadi fase yang saling bertolak belakang. Ketika Malaysia tengah getol membangun timnya dengan mendatangkan para pemain keturunan yang memiliki grade cukup baik dan sukses meningkatkan permainan mereka secara tim, Indonesia justru tengah mengalami penurunan performa yang cukup signifikan.
Memang, Indonesia saat ini dapat dikatakan sebagai tim terbaik di kawasan Asia Tenggara menyusul pencapaian mereka yang sukses melewati ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 dan kini tengah menatap bergulirnya ronde keempat kualifikasi yang sama, namun secara permainan, Pasukan Merah Putih tengah mengalami fase penurunan permainan.
Menilik empat laga yang telah dijalani, Indonesia tercatat memenangi pertandingan sebanyak dua kali dan kalah dengan jumlah yang sama. Gol yang bersarang di gawang mereka pun cukup memprihatinkan, yakni mencapai 11 gol yang tentu saja menandakan begitu rapuhnya sistem pertahanan yang kini dibangun oleh Patrick Kluivert.
Dan harus diakui, dua kemenangan yang didapatkan oleh Indonesia atas China dan Bahrain pun bukan didapatkan dengan cara yang elegan. Dua kemenangan yang diraih oleh Indonesia tersebut, semuanya "digendong" oleh Ole Romeny, yang mana dilakukan dengan cara yang sama, yakni eksekusi penalti.
Secara gameplay pun harus diakui, Timnas Indonesia saat ini tak seterstruktur saat mereka masih berada di bawah asuhan Shin Tae-yong. Sehingga, jikapun Quang Huy menyatakan bahwa Indonesia mungkin tak bisa bersaing dengan Malaysia saat ini, jangan lantas kita terprovokasi ataupun tersinggung.
Karena jika kita membandingkan gameplay kedua kesebelasan belakangan ini, harus diakui memang Malaysia yang lebih baik cara bermainnya.
Malaysia sendiri sudah membuktikan bahwa mereka memiliki gameplay yang jelas, baik itu saat berada dalam kondisi menyusun serangan maupun ketika bertahan. Yang mana juga sudah mereka buktikan saat melawan Vietnam, yang tanpa ampun mereka hajar empat gol melalui lesakan yang cukup terorganisir di laga tersebut.
Baca Juga
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
Artikel Terkait
-
Pemain Keturunan Rp29,55 M Eligible Bela Timnas Indonesia, Jadi Tambahan di Round 4?
-
Posisi Pemain Jepang Ini Belum Aman di Persija, Eks MU Bisa Coret!
-
Breaking News! Persib Rilis 5 Pemain Ikut TC Timnas Indonesia U-23
-
Arab Saudi Punya Rekor Kandang Buruk, Bisa Jadi Lawan Realistis Timnas Indonesia
-
Indonesia Sudah Pasti, Bagaimana Perhitungan Peluang Lolos Tim-Tim ASEAN ke Piala Asia 2027?
Hobi
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
Terkini
-
4 Rekomendasi Sheet Mask Witch Hazel untuk Atasi Pori-Pori Besar dan Jerawat
-
Ulasan Novel Beauty Case, Membedah Obsesi Standar Kecantikan bagi Perempuan
-
4 Low pH Cleanser Panthenol Rp30 Ribuan, Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
Di Balik Centang Biru: Kecemasan Baru dalam Komunikasi
-
Review Film Monster: Refleksi Diri tentang Prasangka Kita pada Orang Lain