Induk sepak bola dunia, FIFA beberapa waktu lalu telah merilis daftar nominator peraih penghargaan tahunan yang mereka inisiasi. Salah satunya tentu saja para calon penerima penghargaan gol terbaik yang dibalut dengan label FIFA Puskas Award.
Sama seperti edisi-edisi sebelumnya, untuk tahun 2025 ini konfederasi sepak bola tertinggi di jagat raya itu juga merilis 11 nominee untuk bersaing menjadi yang terbaik. Salah satunya adalah lesakan talenta muda berbakat asal Barcelona, Lamine Yamal.
Dilansir kanal YouTube FIFA, entuman kaki kiri penggawa Timnas Spanyol saat Barcelona bertemu dengan Espanyol pada 15 Mei 2025 itu dipilih oleh konfederasi sepak bola dunia itu untuk menjadi salah satu kandidat peraih FIFA Puskas Award tahun ini.
Sedikit mendeskripsikan, pada pertandingan melawan Espanyol tersebut, Yamal menciptakan gol dengan cara cut inside. Yamal yang mendapatkan bola di sisi kiri pertahanan Espanyol, melakukan gerakan memotong ke area tengah permainan dan setelah melewati beberapa pemain lawan, langsung melepaskan tembakan kaki kiri melengkung dan bersarang telak di pojok kanan atas gawang Espanyol.
Namun sayangnya, meskipun masuk menjadi salah satu dari 11 nominasi gol terbaik FIFA Puskas Award tahun ini, harus diakui bahwa lesakan yang diciptakan oleh Yamal itu terkesan biasa-biasa saja, dan cenderung tak unik.
Alasannya pun cukup sederhana, yakni gol yang diciptakan oleh pemain berusia 18 tahun tersebut, sudah sangat familiar di mata para penggemar sepak bola dunia, karena memang sering diciptakan oleh para pemain lain.
Seperti contoh, pemain kidal milik Real Betis yang dipinjam dari Manchester United, Antony, beberapa kali juga sempat menciptakan gol seperti ini. Pun demikian dengan pemain Liverpool asal Mesir, Mohammed Salah, atau bahkan eks Real Madrid asal Wales, Gareth Bale.
Malahan, jika kita menarik garis waktu lebih ke belakang, para penggemar sepak bola dunia tentu tak bisa melupakan pemain Timnas Belanda, Arjen Robben yang juga memiliki hobi menciptakan gol dengan cara seperti yang Yamal lakukan, bahkan lebih keren lagi.
Di masa primenya Robben sebagai pesepak bola, gol seperti itu ibarat kata menjadi makanan sehari-hari bagi eks winger Bayern Munchen tersebut. Sama halnya dengan Yamal, Robben yang berkaki kidal, kerap bermain di sektor kanan permainan timnya, sehingga ketika dia memutuskan untuk membuat tembakan, maka dirinya harus melakukan gerakan cut inside agar bola terletak di kaki kiri yang menjadi kekuatan terbaiknya.
Bahkan jika kita sedikit jahat, kita bisa mengatakan bahwa gol Yamal yang dinominasikan ini adalah gol khas dari pemain yang memiliki gaya bermain inverted winger seperti Robben, Antony, atau bahkan Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani.
Sehingga, ketika gol Lamine Yamal ini dinominasikan oleh FIFA menjadi salah satu kandidat penerima FIFA Puskas Award, keputusan itu cenderung agak membingungkan, karena para pencetak gol sejenis milik Yamal, selalu saja luput dari daftar nominasi di ajang penghargaan ini.
Jadi, maaf saja untuk para culers (sebutan bagi para pendukung Barcelona), lesakan gol Lamine Yamal untuk nominasi FIFA Puskas Award tahun 2025 cenderung terlalu biasa karena memang sudah sangat sering dijumpai para penggemar sepak bola di berbagai pertandingan, dari level dunia hingga level domestik juga.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026 dan Lionel Messi: Akhir yang Penuh Nestapa bagi sang Legenda
-
Piala Dunia 2026: 4 Alasan Pertarungan Spanyol vs Argentina Patut Disebut Final Ideal
Artikel Terkait
-
Prediksi Ranking FIFA Timnas Indonesia di Tahun 2026 dengan Pelatih Baru
-
Jika Target Tercapai, Segini Ranking FIFA yang Bakal Dicapai Timnas Indonesia
-
Hadiah yang Bakal Diterima Rizky Ridho Jika Sukses Menang Puskas Awards
-
Mengerucut! Ini Dia Calon Pelatih Timnas Indonesia yang Hampir 'Here We Go'
-
Kontras Nasib Timnas Indonesia dan Malaysia di Ranking FIFA Usai Kompak Absen di FIFA Matchday
Hobi
-
Gabung Aprilia, Pecco Bagnaia Balas Dendam pada Marc Marquez dan Ducati?
-
Tak Gentar! Davide Tardozzi Yakin Ducati Bisa Raih Gelar Juara Dunia
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
Terkini
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Mengupas Chand Mera Dil: Akting Menawan Ananya Panday di Tengah Alur yang Bertele-tele
-
Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas
-
Bertabur Bintang Beken, 5 Drakor Adaptasi Webtoon Ini Malah Anjlok di TV Korea