Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara terbuka mengungkapkan misi besar di balik partisipasi Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026. Turnamen ini dinilai sebagai batu loncatan krusial bagi perkembangan skuad Garuda, terutama dengan hadirnya nakhoda baru di kursi kepelatihan.
Erick menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar pertandingan persahabatan biasa. Melalui FIFA Series, Indonesia mendapatkan kesempatan langka untuk menjajal kekuatan dari berbagai belahan dunia yang memiliki gaya bermain berbeda.
Baru-baru ini, FIFA secara resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah untuk grup yang berisi Bulgaria (Eropa/UEFA), Kepulauan Solomon (Oseania/OFC), dan Saint Kitts dan Nevis (Karibia/CONCACAF). Pertandingan-pertandingan menarik ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Maret mendatang.
Erick Thohir melihat keberagaman lawan ini sebagai modal penting. Menghadapi tim dari konfederasi yang berbeda akan memperkaya pengalaman bertanding para pemain Indonesia yang selama ini lebih sering bertemu lawan sesama Asia.
"Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim," ujar Erick sebagaimana dikutip Antara News dari laman resmi PSSI, Senin (19/1/2026).
Turnamen tersebut juga menjadi panggung pembuktian bagi kualitas mental para pemain. Dengan lawan-lawan yang memiliki karakteristik unik, pemain dituntut untuk cepat beradaptasi di dalam lapangan secara teknis maupun psikologis.
Bagi Erick, FIFA Series 2026 adalah fondasi untuk membangun tim yang tangguh. Harapannya, Indonesia sudah dalam kondisi siap tempur saat menghadapi agenda padat seperti ASEAN Cup, Piala Asia 2027, hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Lawan paling tangguh dalam grup ini adalah Bulgaria yang menempati peringkat 88 dunia. Sebagai negara yang pernah melahirkan legenda Dimitar Berbatov, Bulgaria memiliki sejarah panjang dengan tujuh kali penampilan di Piala Dunia.
Pencapaian terbaik Bulgaria adalah meraih posisi keempat pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Hal ini tentu menjadi ujian berat sekaligus menarik bagi Indonesia yang saat ini berada di peringkat 122 dunia.
Debut John Herdman dan Uji Coba Taktik Garuda
FIFA Series 2026 yang digelar pada 23-31 Maret di Jakarta ini juga akan menjadi debut resmi bagi John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Kehadirannya membawa angin segar sekaligus ekspektasi tinggi dari publik sepak bola tanah air.
Erick Thohir meyakini bahwa di bawah asuhan Herdman, kualitas Indonesia akan terus terbangun.
"Para pemain kita akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis. Ini adalah ujian, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia," ucapnya.
John Herdman sendiri punya warisan skuad peninggalan Shin Tae-yong yang sudah diperkuat pemain abroad berkualitas seperti Emil Audero dan Kevin Diks. Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, ajang ini menjadi tempat eksperimen yang ideal.
Banyak pihak memprediksi Herdman akan mencoba formasi tiga bek yang diisi oleh Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Kevin Diks. Uji taktik atraktif ini diharapkan bisa menjadi identitas baru bagi permainan Timnas Indonesia di masa depan.
Turnamen FIFA Series sendiri merupakan ajang dua tahunan yang baru dimulai pada 2024. Untuk edisi 2026, total ada 48 tim nasional dari seluruh dunia yang berpartisipasi, mencakup hampir 25 persen dari anggota FIFA.
Antusiasme suporter di Jakarta diprediksi akan meledak, mengingat laga ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Publik melihat turnamen ini sebagai "laboratorium" penting sebelum menghadapi ajang resmi seperti Piala AFF pada Juli mendatang.
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Piala AFF 2026: Jamu Timnas Indonesia di Stadion Jalan Besar, Kapten Singapura Kirim Ancaman
-
Rapor Miliano Jonathans Pahlawan Excelsior: Supersub Main 12 Menit Cetak Gol Debut
-
Miliano Jonathans Belum Terpikir Kembali ke Timnas Indonesia, Fokus Menit Bermain di Klub
-
Laga Timnas Indonesia Vs Singapura di Piala AFF 2026 Bakal Istimewa, Kenapa?
-
Siapa Filip Krastev? Rekan Ole Romeny di Oxford United yang Bakal Ancam Timnas Indonesia
Hobi
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Brap Brap Brap! RX-7 VeilSide Han di Tokyo Drift Masih Jadi Mimpi Anak JDM
-
Gelar Juara Dunia Terbuka, Jorge Martin Tak Menolak Jika Ada Kesempatan
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
Terkini
-
Mata yang Mengintip dari Dalam Air
-
Review Serial Sins of Kujo: Realita Pahit Hukum yang Memihak Para Kriminal
-
Memahami Kembali Perjuangan Kartini: Saat Emansipasi Mulai Disalahpahami
-
Gaya Ngantor sampai Pesta, Intip 4 Ide Daily OOTD ala Kang Min Ah Ini!
-
Menyusuri Langit Bersama Ulugh Beg dalam Buku The Prince of Stars