Mobil listrik tak selalu identik dengan kesan biasa saja. McMurtry Spéirling justru membuktikan hal sebaliknya lewat performa ekstrem yang menarik perhatian dunia otomotif.
Mobil ini menjadi sorotan karena kemampuannya yang tidak lazim. Dengan teknologi khusus, McMurtry Speirling disebut memiliki potensi untuk menghasilkan downforce yang sangat besar, hingga secara konsep memungkinkan mobil tetap menempel kuat bahkan dalam kondisi tertentu yang dikaitkan dengan kemampuan menentang gravitasi.
McMurtry Automotive merupakan perusahaan otomotif asal Inggris yang berdiri pada 2016. Perusahaan ini didirikan oleh Sir David McMurtry dengan fokus mengembangkan kendaraan listrik berperforma tinggi berbasis inovasi motorsport.
Salah satu produk andalannya adalah McMurtry Spéirling, hypercar listrik satu kursi yang dikenal karena pendekatannya yang berbeda dari mobil performa tinggi pada umumnya. Mobil ini mengandalkan sistem aerodinamika aktif yang tidak umum digunakan pada kendaraan produksi massal.
Melansir kanal YouTube Top Gear pada Kamis (02/04/2026), pengujian mobil ini dilakukan langsung di lintasan oleh Stig sebagai pengemudi uji. Dalam video tersebut, Jack Rix selaku editor Top Gear menjelaskan bahwa mobil ini merupakan “mobil listrik berukuran kecil dengan tenaga 1.000 hp dan bobot 1.000 kg dengan ‘kekuatan super’ yang unik,” sebagai gambaran performanya.
Stig sebagai penguji dalam video tersebut memperlihatkan langsung karakter mobil yang ringan namun memiliki tenaga besar, sehingga akselerasinya terasa sangat agresif saat melaju di lintasan.
Masih dalam pengujian yang sama, Jack Rix menyoroti teknologi kipas sebagai salah satu elemen utama. Ia menyebutkan bahwa “mobil ini memiliki dua kipas di bagian bawah yang berputar hingga 23.000 RPM dan menghasilkan sekitar 2.000 kg downforce saat dalam kondisi diam,” yang membantu meningkatkan grip secara signifikan.
Dalam narasi video tersebut juga muncul pembahasan mengenai catatan waktu di lintasan. Jack Rix mempertanyakan kemungkinan mobil ini untuk bersaing dengan mobil Formula 1 Renault R24, sebagai bagian dari pengujian performa, bukan sebagai klaim resmi perbandingan mutlak.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa McMurtry Speirling mencatat waktu yang sangat kompetitif dibandingkan mobil F1 tersebut dalam konteks lintasan Top Gear. Namun, perbandingan ini dipahami sebagai bagian dari demonstrasi performa dalam kondisi pengujian tertentu.
Dari sisi spesifikasi, mobil ini dibekali tenaga sekitar 1.000 hp dari sistem motor listrik ganda. Kombinasi tenaga besar dengan bobot yang relatif ringan menghasilkan rasio performa yang tinggi.
Akselerasinya pun tergolong sangat cepat untuk ukuran mobil listrik. Dalam pengujian disebutkan bahwa mobil ini mampu melesat dari 0 hingga 60 mph dalam “sekitar 1,5 detik,” sebagaimana dijelaskan oleh Jack Rix dalam video tersebut.
Keunggulan utama mobil ini terletak pada sistem kipas yang menghasilkan downforce besar. Teknologi ini memungkinkan mobil memiliki grip tinggi sehingga tetap stabil di tikungan dan pada kecepatan tinggi, terutama dalam kondisi lintasan tertutup.
Dengan downforce yang sangat besar, secara konsep McMurtry Speirling dapat menghasilkan gaya tekan yang melampaui berat mobil itu sendiri. Hal ini yang kemudian sering dikaitkan dengan kemampuan untuk tetap menempel pada permukaan dalam skenario tertentu, termasuk ilustrasi kemampuan menentang gravitasi.
Dalam pengujian tersebut, Jack Rix juga menegaskan bahwa performa mobil ini menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam dunia otomotif. “Ini bukan sekadar meningkatkan standar, tetapi lompatan besar dalam performa,” demikian penekanan yang disampaikan dalam narasi video.
Untuk versi produksinya, Speirling Pure dibanderol sekitar 820 ribu pound sterling atau setara sekitar 1,04 juta dolar AS. Produksinya juga terbatas, sehingga menjadikannya sebagai kendaraan eksklusif dengan pendekatan teknologi yang tidak umum.
Baca Juga
-
Belajar Memaknai Kamis Putih lewat Lagu Membasuh dari Hindia
-
Bugatti Chiron Herms Edition, Hypercar dengan Sentuhan Fashion Mewah
-
Headset VR Rp60 Jutaan dari Apple, Apa yang Bikin Vision Pro M5 Spesial?
-
Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS: Apakah Ini Saatnya Panik atau Investasi?
-
Ferrari F40, Proyek Supercar Terakhir Karya Enzo Ferrari yang Jadi Legenda
Artikel Terkait
-
Google Maps Punya Fitur Baru, Bawa Mobil Listrik Jauh Makin Tenang
-
Dealer Mobil Honda Kembali Pamit dan Beralih ke Merek Mobil China
-
Update Daftar Harga Mobil Jaecoo 2026 di Indonesia, Mulai Rp200 Jutaan
-
Mobil Hybrid Kewalahan Kalau Dipacu di Jalan Tol, Mitos atau Fakta?
-
Harga dan Spesifikasi Chery Tiggo Cross CSH Pasca Viral Insiden Kebakaran di Tol Cikampek
Hobi
-
Nasib Apes Pemain Diaspora: Main di Belanda tapi "Dibekukan" Gara-Gara Paspor WNI?
-
Bugatti Chiron Herms Edition, Hypercar dengan Sentuhan Fashion Mewah
-
Terungkap! Performa Red Bull Bukan Alasan Max Verstappen Ingin Pensiun
-
Kacau! Kemenangan Pecco Bagnaia Pupus karena Masalah Getaran pada Motor
-
Ferrari F40, Proyek Supercar Terakhir Karya Enzo Ferrari yang Jadi Legenda
Terkini
-
Review Serial Ejakulasi Dini: Drama Komedi Remaja yang Berani dan Kocak!
-
Human Specimens, Menantang Batas Antara Seni dan Kemanusiaan
-
Ironi Gizi di Negeri Kaya: Panganan Segar Melimpah, Tapi Produk Kemasan Jadi Jalan Pintas
-
Lotus Feet Girl: Ketika Kecantikan Dibangun dari Luka
-
Gahar Tanpa Kompromi! POCO X8 Pro Max Bawa Baterai Super Jumbo dan Daya Tahan Ekstrem