Kejuaraan bergengsi Piala Dunia 2026 baru saja menutup tirainya dengan sebuah catatan emas bagi perwakilan Tiga Singa. Sang gelandang andalan, Jude Bellingham, sukses mengantarkan tim nasional Inggris memenangkan laga pemungkas mereka sekaligus mengukir sebuah rekor baru yang sangat prestisius dalam sejarah sepak bola negaranya.
Kepastian torehan bersejarah tersebut diraih setelah tim asuhan Thomas Tuchel berhasil menumbangkan perlawanan sengit Prancis dalam duel perebutan tempat ketiga. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Miami, Amerika Serikat pada hari Minggu, armada Tiga Singa sukses menyudahi perlawanan Les Bleus dengan keunggulan skor akhir 6-4.
Tambahan satu gol ke gawang Prancis di partai pemungkas tersebut menggenapi koleksi Bellingham menjadi total tujuh gol sepanjang partisipasinya di turnamen ini. Jumlah tersebut menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak bagi negaranya dalam satu edisi turnamen besar, baik untuk ajang Piala Dunia maupun Piala Eropa.
Sebelum menggenapi rekornya di laga penutup, penggawa Real Madrid ini sudah tampil produktif sejak fase grup dengan masing-masing menyumbang satu gol saat bersua Kroasia dan Panama. Ketajaman sang gelandang berlanjut di babak gugur melalui torehan dua gol ke gawang Meksiko di babak 16 besar serta sepasang gol lain ketika mendepak Norwegia di perempat final.
Merujuk laporan Antara News, pencapaian luar biasa ini membawa namanya resmi melampaui catatan legenda legendaris Gary Lineker yang mengemas enam gol di Piala Dunia 1986. Tidak hanya Lineker, catatan impresif tujuh gol milik Bellingham juga melewati rekor kapten tim saat ini, Harry Kane, yang mencetak enam gol pada Piala Dunia edisi 2018 dan 2026.
Jelang pertandingan melawan Prancis digelar, Harry Kane sebenarnya memegang jumlah koleksi gol yang sama dengan Bellingham. Namun, sang kapten tidak diturunkan dalam pertandingan penentu tersebut sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk menyamai atau melewati catatan rekan setimnya.
Jika ditarik lebih jauh ke belakang, pencapaian Bellingham saat ini juga membuatnya unggul dua gol atas Alan Shearer yang mengoleksi lima gol saat membawa negaranya menembus semifinal Piala Eropa 1996. Sejumlah nama besar lain seperti Wayne Rooney (Piala Eropa 2004) dan Sir Geoff Hurst (Piala Dunia 1966) tercatat hanya mampu menyentuh angka empat gol dalam satu turnamen.
Pertandingan melawan Prancis sendiri tidak hanya menjadi panggung bagi Bellingham, melainkan juga bagi Bukayo Saka yang tampil luar biasa lewat sumbangan hattrick. Tiga gol yang disarangkan Saka ke gawang Les Bleus membuatnya sukses menyamai total koleksi gol pribadinya pada ajang Piala Dunia 2022 lalu.
Pasang Surut Performa Tiga Singa Menuju Podium Ketiga
Perjalanan yang dilalui skuad Tiga Singa sepanjang turnamen ini sejatinya dipenuhi oleh dinamika yang naik-turun sebelum akhirnya mampu mengamankan predikat sebagai peringkat ketiga dunia. Berada di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama, Inggris melaju ke fase gugur sebagai jawara grup setelah mengamankan total tujuh poin.
Langkah awal mereka di fase grup dibuka secara meyakinkan lewat kemenangan skor 4-2 atas Kroasia di Dallas, yang kemudian diikuti hasil imbang tanpa gol melawan Ghana. Posisi puncak grup akhirnya berhasil mereka kunci setelah menundukkan perlawanan Panama dengan skor dua gol tanpa balas di MetLife Stadium.
Memasuki babak 32 besar, inkonsistensi performa sempat menghantui tim ketika mereka dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi Republik Demokratik Kongo sebelum dua gol telat Harry Kane menyelamatkan wajah tim. Namun, performa berkelas dunia langsung mereka tunjukkan di babak 16 besar dengan mendepak Meksiko 3-2 di Stadion Azteca, meski harus bermain dengan sepuluh orang akibat kartu merah Jarell Quansah.
Ujian fisik dan mental berlanjut di perempat final saat mereka dipaksa bermain hingga babak perpanjangan waktu untuk bisa menumbangkan Norwegia dengan skor 2-1 di Miami. Kelelahan menjadi tantangan krusial mengingat armada Thomas Tuchel harus menempuh jarak perjalanan terjauh di turnamen yang mencapai lebih dari 23.000 kilometer dari fase grup hingga semifinal.
Kendati langkah mereka menuju partai puncak harus kandas di semifinal, Inggris mampu bangkit secara luar biasa dalam drama sepuluh gol melawan Prancis di perebutan tempat ketiga. Bertanding di Hard Rock Stadium, gol-gol kemenangan dari Declan Rice, Ezri Konsa, serta performa apik Bukayo Saka dan Bellingham memastikan kampanye modern ini menjadi salah satu yang terbaik bagi Inggris meski sempat mendapat balasan dari Kylian Mbappe, Bradley Barcola, dan Ousmane Dembele.
Melihat rekam jejak tersebut, masa depan Bellingham diprediksi akan semakin cerah mengingat kombinasi usia muda, konsistensi performa, serta status regulernya di klub sebesar Real Madrid. Reputasi sebagai pemain elite sejatinya sudah melekat sejak ia memecahkan rekor transfer pemain berusia 17 tahun termahal saat hengkang ke Borussia Dortmund, tempat di mana ia sukses mempersembahkan trofi DFB-Pokal.
Kemampuan taktikal, fisik, serta kedewasaan bermain yang ia tunjukkan membuat banyak pengamat meyakini bahwa dirinya merupakan calon kuat peraih Ballon d'Or di masa depan. Di level internasional, sang gelandang telah diproyeksikan menjadi pilar sekaligus tulang punggung lini tengah Tiga Singa untuk jangka waktu satu dekade ke depan.
Kesuksesan mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga serta keberhasilan Bellingham memecahkan rekor legendaris menjadi penutup yang manis bagi perjalanan panjang Inggris. Jika sang pemain mampu mempertahankan konsistensinya di laga-laga besar serta terhindar dari cedera serius, ekspektasi tinggi publik dan bayang-bayang tekanan besar justru akan menjadi bahan bakar utama yang mentransformasinya dari sekadar bintang besar menjadi seorang legenda hidup generasi baru.
Tag
Baca Juga
-
Prancis vs Inggris: Demi Sepatu Emas Mbappe, Les Bleus Bakal Tampil Ganas?
-
Selangkah Menuju Juara, Lionel Messi Ungkap Perjuangan Berat Argentina
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Akhiri Puasa Juara?
-
Inggris Gugur, Harry Kane Sesali Taktik Parkir Bus saat Dibungkam Argentina
-
Inggris vs Argentina: Saatnya Three Lions Jegal Juara Bertahan
Artikel Terkait
Hobi
-
Piala Dunia 2026: 4 Alasan Pertarungan Spanyol vs Argentina Patut Disebut Final Ideal
-
Prancis vs Inggris: Demi Sepatu Emas Mbappe, Les Bleus Bakal Tampil Ganas?
-
Tertarik Jadi Volunteer Piala Dunia Edisi Berikutnya? Perhatikan 6 Hal Ini!
-
Sejarah Baru! Wonderwall Bergema dan Bukayo Saka Antar Inggris Juara Ketiga
-
Tak Perlu Jadi Juara Dunia, Raih Peringkat Ketiga Sudah Cukup Bikin Inggris Catat Sejarah Besar!
Terkini
-
Beri Kail Bukan Ikan: Inspirasi Cinta Laura Biayai Kuliah Asisten Pribadinya
-
Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z
-
Darurat Judi Online pada Anak: Saat Gawai Berubah Menjadi Mesin Slot Berjalan
-
Indonesia di Persimpangan: Menghindari Jebakan Stagnasi Ekonomi
-
Mulai Rp2 Jutaan! Ini 5 HP Snapdragon dengan Kamera OIS Terbaik