Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Jordi Amat dalam sesi latihan Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026. (Instagram/jordiamat5)
Rana Fayola R.

Menjelang laga pembuka turnamen regional, antusiasme tinggi mulai ditunjukkan oleh skuad Timnas Indonesia. Salah satu pilar senior, Jordi Amat, menegaskan optimismenya saat menatap laga perdana menghadapi Kamboja pada ajang Piala AFF 2026. Kendati keyakinan meraih tiga poin berkobar begitu kuat di dalam tim, langkah ini diambil bukan karena sikap jumawa, melainkan berlandaskan persiapan matang yang telah digembleng secara intensif.

Pertandingan pembuka yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (27/7/2026) tersebut menjadi batu pijakan vital bagi Skuad Garuda. Kemenangan pada partai awal diyakini dapat menjadi fondasi kokoh untuk melangkah lebih jauh.

Rasa percaya diri tim nasional tumbuh seiring dengan gemblengan fisik dan taktik yang dijalani selama hampir tiga minggu di Bali United Training Center, Kabupaten Gianyar, Bali. Pemusatan latihan yang dimulai sejak awal pekan pertama Juli 2026 ini dimaksimalkan untuk mengasah kesiapan seluruh penggawa.

“Kami bisa meraih kemenangan pertama juga untuk Indonesia pada pertandingan pertama dan tim akan berkembang lagi. Jujur saja, saya sangat bersemangat,” kata pemain Timnas Indonesia Jordi Amat di sela pemusatan latihan di Kabupaten Gianyar, Bali sebagaimana diungkap Antara News.

Tidak hanya sebatas latihan rutin di lapangan, Skuad Garuda juga telah menguji kedalaman strategi melalui laga uji coba melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Selasa (21/7) malam. Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia berhasil memetik kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0.

Kemenangan dalam laga persahabatan berintensitas tinggi itu melengkapi evaluasi taktik tim. Bahkan, pelatih Herdman sempat menyebut bahwa Timnas Indonesia sudah mulai menunjukkan identitas taktik yang jelas menjelang bergulirnya kejuaraan.

Usai melakoni laga uji coba yang menguras stamina tersebut, fokus latihan dialihkan pada pemulihan fisik pemain di pekan terakhir pemusatan latihan. Program ini krusial agar kondisi stamina seluruh pemain berada pada titik puncak saat laga resmi digelar.

“Hari ini misalnya kami fokus pada pemulihan, karena pertandingan yang sangat berat melawan Bali. Intensitasnya sangat tinggi. Pelatih cukup terkesan, begitu juga para pemain,” imbuhnya.

Mengukur Peta Kekuatan dan Realitas Target Garuda

Menanggapi fenomena persaingan di Asia Tenggara, di mana tim-tim lawan mulai melakukan gebrakan dengan merekrut pemain naturalisasi, Jordi Amat memilih untuk bersikap tenang. Ia mengaku memilih mempelajari peta kekuatan lawan secara bertahap tanpa mengurangi fokus tim.

Langkah lawan tersebut dipastikan tidak mengusik komitmen Skuad Garuda untuk memburu predikat tertinggi. Pasalnya, sejak turnamen bergengsi Asia Tenggara ini pertama kali bergulir pada 1996, Timnas Indonesia tercatat belum pernah menyabet gelar juara.

“Kami punya skuad yang hebat, sangat berbakat dan kami punya ide yang sangat jelas untuk sepak bola dan itu sangat penting bagi kami,” imbuhnya.

Berada di Grup A bersama Kamboja, Singapura, Vietnam, dan Timor Leste, Indonesia di atas kertas memang memiliki rekor pertemuan yang amat dominan atas Kamboja. Garuda kerap memetik kemenangan dengan margin gol yang cukup lebar di ajang regional.

Meskipun demikian, Kamboja terus menunjukkan proses pembenahan dalam struktur dan kedalaman tim. Mereka bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata atau dianggap sebagai 'bulan-bulanan otomatis' jika Indonesia tidak tampil disiplin sejak menit awal.

Peluang untuk meraih kemenangan besar sangat bergantung pada kesiapan taktik, ketenangan mental, serta efektivitas penyelesaian akhir di sepertiga lapangan lawan. Selain itu, pendekatan strategi Kamboja—apakah memilih bermain terbuka atau menerapkan pertahanan rapat—turut menentukan terciptanya banyak gol.

Ekspektasi pendukung untuk melihat performa meyakinkan tentu sangat wajar, terlebih melihat perjalanan panjang persiapan tim. Namun, fokus utama di lapangan tetaplah meraih hasil maksimal secara efektif, minim kekeliruan, dan tampil matang di sepanjang 90 menit.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pemusatan latihan di Bali hingga Sabtu (25/7/2026), rombongan Timnas Indonesia dijadwalkan bertolak ke Jakarta sebelum bertanding di Pakansari. Persiapan matang ini diharapkan menjadi modal utama untuk mengamankan poin penuh di laga perdana.