Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Jorge Martin (Instagram/jorgemartin88)
Desyta Rina Marta Guritno

Pembalap Aprilia, Jorge Martin, mengungkapkan rasa percaya dirinya untuk tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin klasemen sementara sampai akhir musim.

Martin diketahui mengambil alih pimpinan klasemen mulai GP Assen, Belanda, beberapa waktu lalu. Hal ini berkat peningkatan performanya yang signifikan jelang pertengahan musim.

Jorge Martin musim ini tampil bak roller coaster yang kadang naik, kadang juga turun. Awal musim lalu, dia tidak begitu menonjol, justru terlihat tertinggal dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi.

Namun, perlahan juara dunia musim 2024 tersebut mulai merangkak naik dengan bersaing di barisan depan dan naik podium.

Puncaknya di GP Prancis di mana dia berhasil menyapu bersih kemenangan di sesi sprint dan main race. Itu adalah momen comeback Martin setelah mengalami paceklik akibat cedera tahun lalu.

Sekarang, Martin digadang-gadang akan menjadi juara dunia lagi tahun ini, tentu saja jika dia bisa tampil konsisten sampai akhir musim.

Sayangnya, hal itu tidak semudah yang dibayangkan karena di GP Aragon kemarin, Martin mengaku mengalami kesulitan dan finis di luar podium. Padahal, untuk bisa menjadi juara dunia, pembalap harus konsisten bersaing setidaknya di 3 besar setiap balapan.

"Jadi ya, saya memang kesulitan. Kami mencoba menjaga semuanya tetap sederhana, tidak terlalu banyak menyentuh sepeda. Tapi pada akhirnya, hari ini saya butuh bantuan," ujar Martin, dilansir dari laman Crash.

Tak hanya itu, dia juga harus waspada terhadap rival-rivalnya yang terus mengintai di belakang. Saat ini, Jorge Martin hanya terpaut 19 poin dari Marc Marquez yang ada di posisi kedua, dan 24 poin dengan Marco Bezzecchi di posisi ketiga.

Di beberapa seri yang tersisa musim ini, apapun bisa terjadi. Marc Marquez sedang berusaha konsisten mengumpulkan poin di setiap seri, serta memaksimalkan poin di sirkuit yang menjadi kekuatannya.

Hal yang sama juga terjadi pada Marco Bezzecchi, meskipun beberapa kali mengalami kesulitan, tapi dia cenderung konsisten bersaing di barisan depan sehingga poin yang dikumpulkan juga cukup banyak.

Dengan jarak poin yang tipis dan posisi yang rawan tergeser, Jorge Martin harus tetap berhati-hati. Kendati demikian, pembalap asal Spanyol tersebut sepertinya tak gentar menghadapi persaingan yang cukup ketat ini.

Dia mengatakan bahwa bisa memimpin klasemen usai menghadapi musim yang sulit merupakan suatu  pencapaian yang baik. Jadi, untuk mempertahankan posisi dia percaya diri bisa melakukannya bahkan di situasi di mana Marc Marquez sudah menyusul seperti saat ini.

"Saya rasa baik Marco maupun Marc adalah kandidat juara bersama saya. Saya merasa, meskipun saya masih dalam proses belajar, saya sudah memimpin. Jadi ini luar biasa. Saya sangat senang. Dan saya pikir mulai sekarang, saya bisa mempertahankan kepemimpinan itu. Bahkan jika Marc menyusul," tambahnya.

Lebih lanjut, pembalap berjuluk 'Martinator' tersebut juga mengatakan ada beberapa balapan yang dirasa bisa menjadi peluang untuk dia bisa tampil maksimal.

"Saya rasa ada beberapa balapan yang sangat bagus untuk saya, dan saya berharap semua yang telah kita pelajari selama 14 balapan ini dapat membantu saya untuk berjuang," pungkasnya.

Persaingan musim 2026 ini memang ketat dan penuh tantangan bagi Martin, dari Aprilia sendiri tentunya menaruh harapan kepadanya untuk bisa meraih gelar juara dunia pertama sebelum pindah tim musim depan.

Menurut kalian, apakah Martin bisa mempertahankan posisinya sebagai pemimpin klasemen sampai akhir musim ini atau justru bakal disalip oleh pembalap lain?