Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Alex Rins (Instagram/alexrins)
Desyta Rina Marta Guritno

Pembalap Yamaha, Alex Rins, sudah dipastikan akan meninggalkan timnya di akhir musim ini. Sementara rekan setimnya, Fabio Quartararo, pindah ke Honda, Rins sepertinya akan menempuh jalur yang berbeda.

Sebagian besar pembalap yang habis kontraknya di akhir tahun sudah memutuskan ke mana akan pergi, entah berganti tim atau pindah ke kompetisi lain.

Mereka yang pindah tim di antaranya Pecco Bagnaia yang pergi ke Aprilia, Jorge Martin ke Yamaha, Alex Marquez ke KTM, dan Pedro Acosta ke Ducati. Lalu ada juga yang banting setir ke kompetisi lain, yakni WolrdSBK, seperti Jack Miller, Franco Morbidelli, dan Brad Binder.

Alex Rins sendiri awalnya juga diprediksi bakal mengikuti ajang kompetisi WorldSBK karena dia tidak masuk dalam rumor line-up tim di MotoGP.

Namun, baru-baru ini pembalap asal Spanyol tersebut memberi penjelasan bahwa dia tidak akan mengikuti rekan-rekannya untuk beralih ke Superbike.

"Saya tidak akan ikut Superbike tahun depan. Seperti yang sudah saya sampaikan beberapa balapan lalu, saya punya proyek bagus dan sangat menarik yang belum bisa saya ungkapkan karena belum selesai 100%," ujar Rins, dilansir dari laman Crash.

Lebih lanjut, dia memberi sedikit gambaran tentang masa depannya. Meskipun tidak disebutkan secara jelas ke mana arahnya, Rins mengakui akan meninggalkan kompetisi kendaraan roda 2.

Keputusan ini tentu menjadi langkah yang besar dalam karier seorang Alex Rins, pasalnya dia sudah berada di MotoGP selama 9 tahun dan telah merasakan asam garamnya.

Alex Rins mengawali debut kelas premier MotoGP pada tahun 2017 bersama Team Suzuki Ecstar. Bersama Suzuki, dia berhasil meraih kemenangan perdana MotoGP di GP Amerika Serikat 2019, kemudian finis di posisi ke-3 klasemen akhir di MotoGP 2020.

Setelah Suzuki mundur dari MotoGP, Alex Rins hijrah ke LCR Honda tahun 2023 dan hanya berjalan satu musim saja. Di tahun 2024, dia pindah lagi ke tim pabrikan Yamaha sampai sekarang.

Selama sembilan tahun di MotoGP, Rins telah memenangkan 6 kali balapan, 18 kali podium, dan duduk di posisi 3 klasemen akhir sebagai pencapaian tertingginya.

"Saya sangat senang. Tentu saja, sulit untuk memilih, karena sepanjang hidup saya di MotoGP , di kejuaraan ini, banyak pertarungan, banyak balapan, banyak kemenangan. Kurang lebih 14 tahun. Jadi ya, saya akan berhenti dengan kendaraan roda dua," katanya.

Di sisi lain, pembalap berjuluk The Bakery ini juga menjelaskan bahwa dia sebenarnya memiliki dua kesempatan untuk bergabung dengan WorldSBK.

Akan tetapi, proyek roda empat yang dikatakannya bagus dan menarik itu membuat tawaran tim WorldSBK terlihat tidak menggoda.

"Saya punya dua kesempatan (di WorldSBK). Saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka, karena mereka cukup tertarik pada saya,tapi saya menemukan hal lain yang benar-benar lebih memotivasi saya," pungkasnya.

Dengan demikian, masa depan Alex Rins tampaknya akan menjadi salah satu cerita menarik di penghujung musim MotoGP 2026.

Setelah bertahun-tahun berkarier di atas motor balap, pembalap berusia 30 tahun itu kini memilih tantangan baru yang sama sekali berbeda.

Keputusan tersebut juga menunjukkan bahwa Rins masih memiliki motivasi besar untuk mencoba sesuatu yang baru.

Alih-alih sekadar mencari tempat untuk melanjutkan karier di atas motor, dia justru memilih proyek roda empat yang menurutnya lebih menarik dan mampu memberinya tantangan baru.

Untuk saat ini, penggemar memang masih harus menunggu sampai Rins siap mengungkap detail proyek tersebut. Kalau menurut kalian, apa proyek menarik yang dimaksud Rins?