M. Reza Sulaiman | zahir zahir
Skuad Timnas Indonesia. (pssi.org)
zahir zahir

Polemik program pemain naturalisasi dan keturunan di Timnas Indonesia kembali menghangat. Usai Timnas Indonesia gagal meraih kemenangan atas rival bebuyutannya, yakni Malaysia, Skuad Garuda kini kian disorot usai mencatatkan performa yang cukup buruk dalam beberapa laga terakhirnya.

Melansir dari laman Instagram @arsiptimnas, salah satu pengamat sepak bola dalam negeri, yakni Anton Sanjoyo, menyebut jika Timnas Indonesia tak memiliki kualitas yang benar-benar mampu bersaing di kancah Asia. Bahkan, pria yang akrab disapa dengan nama "Bung Joy" tersebut menyebut kehadiran para pemain naturalisasi di Skuad Garuda sama sekali tak mencerminkan kualitas para pemain jebolan liga-liga Eropa.

"Ini tim, betul-betul menurut saya tidak punya karakter yang cukup untuk berbicara lebih banyak di level elite Asia. Saya melihat dalam dua pertandingan melawan Singapura dan pertandingan terakhir melawan Malaysia, betul Indonesia bermain dengan 10 pemain. Tetapi dengan 10 pemain, banyak tim juga bisa meraih kemenangan dan tampil dominan. Jadi kalau kita bicara skuad yang mewah, pemain yang dibesarkan di luar negeri, di Belanda, di negara-negara Eropa, kita tidak melihatnya kemarin di lapangan," ujar Anton Sanjoyo.

Kritik Tajam untuk Kualitas Pemain Naturalisasi

Pernyataan yang diungkapkan oleh pengamat yang kerap menjadi pembicara di acara sepak bola dalam negeri tersebut memang cukup beralasan dan masuk akal. Pasalnya, dalam beberapa laga terakhir Timnas Indonesia sama sekali tak memiliki performa yang cukup baik dan cenderung mengalami tren penurunan performa.

Kita ambil contoh saat ajang ASEAN Hyundai Cup 2026 lalu. Alih-alih mampu meraih gelar juara dengan berbekal banyak pemain naturalisasi dan memiliki skuad termahal di turnamen, Skuad Garuda justru gagal lolos dari fase grup setelah hanya mampu menempati peringkat ke-3 di klasemen akhir Grup A.

Melansir dari laman berita Suara.com (26/09/2026), performa buruk Timnas Indonesia di ajang ASEAN Hyundai Cup 2026 kemarin ternyata dianggap masih berlanjut di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 kali ini. Alih-alih mampu mendominasi turnamen, Skuad Garuda justru harus dibuat susah payah meraih kemenangan di turnamen ini.

Lantas, apakah yang menjadi penyebab performa buruk Timnas Indonesia dalam beberapa laga terakhirnya saat ini?

Pengamat Sebut Perlu Adanya Evaluasi Ketat Bagi John Herdman

Lebih lanjut lagi, Anton Sanjoyo menyebut jika performa kurang memuaskan yang dialami oleh Timnas Indonesia dalam beberapa laga terakhir terdapat andil dari John Herdman selaku pelatih kepala. Beliau menyebut jika pelatih asal Inggris tersebut kurang mampu memaksimalkan performa skuad dan kualitas individu para pemain yang ada di dalam tim nasional saat ini. Dirinya juga menyarankan PSSI harus melakukan evaluasi ketat terhadap John Herdman jika ingin performa Timnas Indonesia kembali membaik.

"Jadi ini ada masalah besar dalam strategi, dalam cara bermain sepak bola, karena ini kurang lebih tim yang sama dengan tim 1-2 tahun yang lalu, hanya ada beberapa penambahan pemain. Kita harus betul-betul sudah harus mengevaluasi secara ketat. Karena dengan skuad yang paling baik, bukan mewah menurut saya, ini paling baik untuk sekarang, harusnya John Herdman bisa berbuat lebih banyak terhadap tim ini," imbuh Anton Sanjoyo.

Performa Timnas Indonesia memang mengalami penurunan sejak dua tahun terakhir, atau setelah PSSI memecat secara kontroversial mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, pada awal tahun 2025 silam. Usai dipecatnya pelatih asal Korea Selatan tersebut, performa Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert dan kini John Herdman justru mengalami penurunan yang signifikan.

Tidak heran jika muncul desakan dari berbagai pihak agar PSSI kembali melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Timnas Indonesia usai performa buruk dalam beberapa laga terakhir. Tentunya hal ini patut dilakukan demi meningkatnya kembali tajinya Skuad Garuda di kancah internasional.