M. Reza Sulaiman | zahir zahir
Timnas Indonesia Saat Menjuarai Ajang FIFA ASEAN Cup 2026. (instagram.com/@officialjohnherdman)
zahir zahir

Euforia keberhasilan timnas Indonesia menjuarai ajang FIFA ASEAN Cup 2026 memang masih dirasakan hingga saat ini. Melansir dari laman resmi FIFA (fifa.com), timnas Indonesia sukses menjuarai turnamen resmi FIFA di kawasan ASEAN tersebut usai di partai final mengalahkan salah satu rival bebuyutannya, yakni Thailand, melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal dan di babak perpanjangan waktu.

Keberhasilan ini sendiri tentunya sangat diapresiasi oleh banyak pihak. Pasalnya, gelar ini merupakan raihan trofi pertama bagi timnas Indonesia di level senior setelah puasa gelar juara selama kurang lebih 35 tahun lamanya. Sebagai catatan, terakhir kali timnas Indonesia senior meraih gelar juara adalah saat ajang SEA Games 1991 silam ketika skuad Garuda sukses meraih medali emas.

Usai meraih keberhasilan menjuarai ajang FIFA ASEAN Cup 2026, ketua umum PSSI, Erick Thohir langsung memberikan pendapat mengenai perjalanan timnas Indonesia di turnamen tersebut. Melansir dari laman berita suara.com (06/10/2026), Erick Thohir menyebut jika dua pertandingan terakhir timnas Indonesia terasa sangat berat karena memang berada dalam tekanan yang cukup signifikan.

“Kita harus akui Thailand tim yang sangat bagus, saya apresiasi perjuangan pemain sampai detik terakhir, dua game yang tidak mudah, (lawan Bangladesh) 9-2 tidak mudah, hari ini juga 2-2, tidak mudah,” ujar Erick Thohir.

Lebih lanjut lagi, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tersebut juga langsung menyinggung persiapan timnas Indonesia jelang Piala Dunia 2030 mendatang. Menurutnya, performa di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 kali ini bisa menjadi gambaran dan bahan evaluasi guna menatap turnamen-turnamen yang lebih bergengsi ke depannya.

“Ini pelajaran bagus untuk semua pemain dan pelatih bahwa kalau memang kita mau masuk Piala Dunia, kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat, tapi kita bangsa Indonesia, bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita,” ujar Erick Thohir.

Lantas, bagaimanakah peluang timnas Indonesia guna menembus ajang Piala Dunia 2030 mendatang?

Juara FIFA ASEAN Cup, Indonesia Diharapkan Petik Banyak Pelajaran Berharga Jelang Piala Dunia 2030

Keberhasilan timnas Indonesia menjuarai ajang FIFA ASEAN Cup 2026 memang layak mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Namun, tentunya tugas staf kepelatihan di bawah komando John Herdman masih belum berakhir. Masih banyak turnamen-turnamen lainnya yang harus dipersiapkan oleh skuad Garuda.

Salah satunya adalah persiapan babak kualifikasi Piala Dunia 2030 mendatang. Melansir dari laman resmi AFC (the-afc.com), babak kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia akan dimulai pada tahun 2027 mendatang selepas ajang Piala Asia 2027 yang akan digelar pada awal tahun depan.

Jika melihat dari peringkat dan rekam jejak performa beberapa tahun ke belakang, timnas Indonesia akan memulai babak kualifikasi dari round 2 atau tak perlu lagi melalui babak play-off atau round 1. Hal ini berbeda seperti saat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 silam ketika timnas Indonesia harus melalui babak play-off atau round 1.

Tentunya hal ini membuat Indonesia bisa langsung bermain melawan beberapa negara kuat di kawasan Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Uzbekistan, Arab Saudi, dan Australia. Namun, tentunya persiapan yang dilakukan oleh timnas Indonesia juga harus lebih dimatangkan lagi mengingat calon lawan yang bisa dihadapi memang memiliki sejarah kuat di dunia sepak bola Asia.

Tentunya pelatih timnas Indonesia, John Herdman, mampu melakukan evaluasi dari turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 kali ini guna meningkatkan performa skuad Indonesia ke depannya. Di sisi lain, mimpi timnas Indonesia bermain di ajang Piala Dunia tentunya masih menjadi sebuah target dari berbagai pihak di negeri ini.