Project Helix tampaknya tidak akan hadir sebagai satu konsol saja. Xbox sedang menyiapkan pendekatan family of devices untuk generasi ke-10, dengan konsol utama sebagai produk awal dan perangkat lain yang bisa menjangkau pemain dengan kebutuhan berbeda. Artinya, pengalaman Xbox berikutnya berpotensi hadir di ruang keluarga sekaligus saat pemain bepergian.
Dalam pertemuan internal perusahaan, CEO Xbox Asha Sharma mengatakan tidak ada satu perangkat yang cocok untuk semua orang. Ia menyebut Xbox akan membuat sendiri perangkat yang menjadi keunggulannya, sekaligus menggandeng perusahaan lain untuk bagian tertentu. Melansir laman Eurogamer, pernyataan ini meneruskan arah yang sebelumnya sudah disampaikan Sharma: Project Helix dirancang sebagai keluarga perangkat, bukan sekadar penerus tunggal Xbox Series X.
Strategi tersebut sebenarnya punya contoh dari generasi sekarang. Xbox Series S hadir sebagai pilihan yang lebih terjangkau dan tidak sekuat Series X, sementara kerja sama dengan Asus melahirkan handheld ROG Xbox Ally dan Ally X. Pengalaman itu membuka kemungkinan hadirnya perangkat genggam baru, meski Microsoft belum mengumumkan bentuk, spesifikasi, atau jumlah perangkat Project Helix secara konkret.
Aspek lain yang masih ditunggu adalah sistem operasi. Menurut artikel IGN, jika Xbox ingin memperluas pengalaman gaming PC lewat perangkat bermerek Xbox, Microsoft perlu memastikan interface-nya mudah digunakan, bukan hanya mengandalkan aplikasi Xbox di Windows.
Pengalaman Windows 11 pada sejumlah handheld dinilai masih merepotkan, meski Xbox Full Screen Experience sudah mengalami perbaikan. Ada pula peluang untuk memanfaatkan Xbox PC dan Battle.net, tetapi integrasi toko game dan kebiasaan komunitasnya perlu ditangani hati-hati.
Sharma juga menyinggung pentingnya harga yang lebih terjangkau dan efisiensi, terutama ketika kenaikan biaya komponen membuat hardware gaming makin mahal. Opsi perangkat yang beragam bisa memberi konsumen lebih banyak pilihan, sementara rumor industri menyebut konsol generasi berikutnya dari Microsoft dan Sony berpotensi meluncur pada akhir 2027. Jadwal itu belum dikonfirmasi secara resmi.
Untuk saat ini, Xbox belum membeberkan wujud akhir Project Helix maupun apakah perangkat genggamnya akan mampu menjalankan game dengan kemampuan setara konsol utama. Sharma hanya mengatakan sistem operasinya mulai terlihat menjanjikan dan detail lebih lanjut akan dibagikan ketika rencana perusahaan berkembang. Tantangan besarnya adalah menghadirkan perangkat dengan pilihan harga dan bentuk berbeda tanpa membuat pengalaman Xbox terasa terpecah-pecah.
Baca Juga
-
Keluar dari Xbox, Undead Labs Tetap Targetkan State of Decay 3 pada 2027
-
Gods With Badges: Game Taktis di Mana Kamera Polisi Menentukan Nasibmu!
-
RuneScape Reignited Siap Meluncur! Petualangan Baru Dimulai 2 Desember
-
Studio Dead by Daylight Garap AAA Sci-Fi FPS Baru, Detail Dirahasiakan
-
PlatinumGames Ingin Perluas Dunia Bayonetta, Game Baru Menyusul?
Artikel Terkait
Hobi
-
Keluar dari Xbox, Undead Labs Tetap Targetkan State of Decay 3 pada 2027
-
Gods With Badges: Game Taktis di Mana Kamera Polisi Menentukan Nasibmu!
-
Timur Tengah Memanas, Timnas Indonesia Terancam Batal Lawan Yordania?
-
RuneScape Reignited Siap Meluncur! Petualangan Baru Dimulai 2 Desember
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
Terkini
-
Kabut Asap Menggila, PM Malaysia Anwar Ibrahim Minta ASEAN Turun Tangan Urus Karhutla RI
-
Kaiju Decode Bagikan Trailer Proyek Baru The Ring of Aidara, Tayang 2027
-
Setiap Orang Punya Cerita, Story on Stage Buka Panggung Buat Kamu yang Ingin Didengar
-
Lagu 'Coba Lagi' Jadi Pengingat bagi Kita yang Hampir Menyerah pada Hidup
-
Adat vs Petualangan, Kisah yang Jarang Tersuarakan di Buku The Song Walker