Pembalap Aprilia, Jorge Martin, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya siap dan optimis menghadapi 5 seri terakhir dalam rangkaian MotoGP 2026.
Jelang balapan di Phillip Island, Martin saat ini berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 2 poin atas rivalnya, Marc Marquez.
Dua pembalap Spanyol tersebut diprediksi bakal bersaing secara ketat dengan selisih poin yang sangat tipis dan performa yang cenderung fluktuatif.
Bagi Martin, ini adalah kali ketiga dalam kariernya di MotoGP dia bertarung untuk merebut gelar. Pertama di tahun 2023 di mana dia berhadapan dengan Pecco Bagnaia, saat itu Martin dan Pecco bertarung hingga ke seri terakhir di Valencia, tapi harus puas berakhir di posisi runner up setelah mengalami kecelakaan.
Tahun berikutnya juga hampir sama, Pecco dan Martin bersaing secara ketat sepanjang musim hingga seri terakhir. Bedanya, saat itu Martin terlihat jauh lebih siap daripada tahun sebelumnya. Benar saja, pembalap bernomor 89 tersebut berhasil merebut gelar juara dunia 2024.
Kali ini Martin tidak lagi berhadapan dengan Pecco, melainkan Marc Marquez, pembalap yang secara statistik memiliki pengalaman dan gelar lebih banyak dari Pecco dan bahkan dirinya sendiri.
Kendati melawan salah satu legenda MotoGP, Martinator mengungkapkan bahwa tidak ada bedanya antara melawan Pecco maupun Marc.
Hanya saja, Marc dirasa lebih bisa memanfaatkan kesalahan lawan sehingga setiap lawannya melakukan kesalahan kecil, Marc selalu ada di sana untuk mengambil keuntungan dari keadaan tersebut.
“Yang pasti, yang saya lihat adalah Marc melakukan lebih sedikit kesalahan. Setiap hari kamu melakukan kesalahan kecil, dia ada di sana untuk menghukummu. Dia selalu ada di sana," ujar Martin, dilansir dari laman Crash.
Seperti yang dikatakan di awal bahwa performa pembalap cenderung naik turun, termasuk Martin, dia kerap melakukan kesalahan-kesalahan kecil di setiap race yang membuatnya kehilangan poin-poin berharga.
Kendati demikian, Martin mengaku tetap senang dengan hasil yang telah dia peroleh dalam 3 seri terakhir bersama Aprilia.
Martin diketahui finis di posisi kedua pada Grand Prix Austria dan Grand Prix Jepang sebelum meraih posisi ketiga di GP Indonesia.
Ini menjadi rentetan podium beruntun terpanjang Martin sejak bergabung dengan Aprilia tahun lalu, setelah sebelumnya hanya sekali meraih podium berturut-turut dengan RS-GP.
Selain itu, dia juga merasa optimis dengan 5 seri terakhir yang akan dijalani. Secara tidak langsung, Martin menegaskan bahwa tidak merasa terancam dengan adanya Marc Marquez meskipun rivalnya tersebut bisa mengambil alih posisinya kapan saja saat dia melakukan kesalahan.
“Saya senang bisa meraih podium ketiga berturut-turut bersama Aprilia, ini fantastis. Saya yakin akan tampil cepat di semua balapan yang tersisa. Ada beberapa balapan di mana saya pikir saya akan kesulitan, dan memang benar, tetapi sekarang, saya rasa saya tidak akan mengalami kesulitan. Saya akan sangat kompetitif, dan saya sangat fokus pada apa yang akan datang," tambahnya.
Optimisme yang dirasakan Martin tentu bukan tanpa alasan, performa RS-GP yang semakin kompetitif dalam beberapa seri terakhir menjadi modal berharga bagi pembalap Spanyol tersebut untuk mempertahankan posisinya di puncak klasemen.
Jika mampu menjaga konsistensi dan meminimalkan kesalahan, Martin berpeluang memperlebar jarak poin sekaligus memperbesar peluangnya untuk kembali meraih gelar juara dunia.
Namun, persaingan dengan Marc Marquez dipastikan tidak akan berjalan mudah. Dengan pengalaman dan kemampuan dalam mengatur strategi, Marc bisa menjadi ancaman serius, terutama ketika performa Martin sedang menurun.
Selisih dua poin membuat setiap hasil balapan di lima seri tersisa berpotensi mengubah posisi klasemen secara drastis sehingga keduanya dituntut untuk tampil maksimal.
Baca Juga
-
Jadwal MotoGP Australia 2026: Usaha Marc Marquez Dapat Ancaman dari Aprilia
-
Jadwal GP Indonesia 2026: Tantangan bagi Marc Marquez Usai Menang di Jepang
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Apakah Ducati Siap Hadapi Ancaman Aprilia?
-
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
Artikel Terkait
-
Jadwal MotoGP Australia 2026: Usaha Marc Marquez Dapat Ancaman dari Aprilia
-
Kala BRI Bikin Gerakan Bersih-Bersih Masif di Ajang MotoGP Mandalika 2026
-
Momentum MotoGP, Kunjungan Wisatawan ke Mandalika Terus Meningkat
-
BNI Dukung 24 UMKM Lokal Tampil di MotoGP Mandalika 2026
-
Aturan Baru MotoGP 2027: Para Pembalap Kini Kesal, Kenapa?
Hobi
-
Berwarna Biru Putih Khas Argentina, Bunga Spesies Baru Ini Resmi Diberi Nama Salvia messii
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions Malam Ini: Menanti Duel Panas PSG vs Barcelona
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
-
ReSkate Viral, Developer skate. Janjikan Tools Kreatif Baru!
-
Jadwal MotoGP Australia 2026: Usaha Marc Marquez Dapat Ancaman dari Aprilia
Terkini
-
Pajak Dibayar, Jalan Tak Layak: Potret Beban Ganda Rakyat Desa
-
Praktis Reapply! 4 Sunscreen Spray Collagen Kulit Kenyal Bebas Garis Halus
-
Paradoks Antara Kedaulatan Rakyat vs Monopoli Partai di Pencalonan Presiden
-
Ulasan Mini Series Carrie: Ketika Perundungan Digital Membangkitkan Teror
-
Warisan Persatuan di Kebijakan Habibie: Menghapus Sekat Pribumi-Nonpribumi