M. Reza Sulaiman | Desyta Rina Marta Guritno
Marc Marquez (Instagram/@marcmarquez93)
Desyta Rina Marta Guritno

Bicara soal karier Marc Marquez di MotoGP, semua orang pasti akan mengakui bahwa dia adalah salah satu pembalap tersukses di kompetisi ini.

Pembalap asal Spanyol tersebut sudah mengantongi 7 gelar juara dunia di kelas utama dalam waktu 13 tahun. Meskipun bukan yang terbanyak, tapi ini tentu juga bukan angka yang sedikit karena hanya pembalap terbaik yang bisa mewujudkannya.

Marc mengalami masa kejayaan di tahun 2013-2019 saat masih berada di Honda, dia hanya kalah 1 kali dalam perburuan gelar, yakni pada tahun 2015 di mana saat itu Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi yang menjadi pemeran utamanya. Setelah itu, Marc kembali tak terkalahkan hingga 2019.

Sayangnya, di tahun 2020 Marc mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya mengalami cedera dan memasuki masa-masa sulit. Dia harus menjalani operasi, perawatan, hingga absen dalam banyak balapan karena kondisinya ini.

Kemudian, di tahun 2024 Marc mempertaruhkan nasibnya dengan pindah ke tim Gresini. Ternyata langkah yang dia ambil ini sukses membawanya ke titik terang, Marc berhasil memenangkan balapan lagi dan naik menjadi pembalap pabrikan di tahun 2025.

Di tahun 2025 bersama Ducati Lenovo, Marc tampil mendominasi sepanjang musim dan berakhir menjadi juara dunia. Sebuah comeback yang fantastis dari seorang Marc untuk meyakinkan semua orang bahwa dia masih yang terbaik.

Tahun ini, performa Marc cenderung naik turun akibat kondisi fisik yang tak sepenuhnya prima (karena cedera) serta beberapa masalah pada motor dan ban.

Namun, pada akhirnya dia tetap tampil sebagai kontender juara dunia berkat taktik memaksimalkan performa di sirkuit andalannya.

Terkait dengan nasibnya tahun ini, pembalap 33 tahun tersebut mengatakan bahwa dirinya lebih santai dan tenang dalam menghadapi perburuan gelar setelah gelar terakhir yang diraihnya tahun lalu.

Hal yang sama juga dirasakannya saat menjalani balapan di setiap seri, Marc yang sebelumnya selalu punya ambisi untuk menang jadi lebih bisa berlapang dada di posisi manapun dia finis.

“Sepanjang karier saya, saya tidak pernah menerima finis di urutan keenam atau ketujuh, apalagi sejauh ini di belakang posisi pertama seperti tahun ini. Itu tidak pernah terlintas di pikiran saya. Tetapi setelah kejuaraan dunia terakhir, saya menerima bahwa matahari tidak bersinar setiap hari," ujar Marc, dilansir dari laman MotoGP News.

Lebih lanjut, The Baby Alien juga bicara soal kemungkinannya pensiun. Lagi-lagi, gelar terakhirnya tahun lalu membuat Marc sudah tidak memiliki pertimbangan apapun lagi jika dia ingin mengakhiri kariernya sebagai pembalap profesional.

Marc mengaku bahwa apabila dia ingin pensiun setelah ini, maka dia akan melakukannya dengan bebas dan tidak menunggu apa-apa.

“Gelar itu mengubah cara saya akan pensiun, ketika saatnya tiba. Mulai sekarang, satu gelar lebih atau satu gelar lebih sedikit tidak akan berpengaruh. Ketika saya pensiun, saya akan melakukannya dengan bebas, dengan damai dengan diri sendiri," tambahnya.

Tak hanya itu, Marc juga memberikan prakiraan tentang masa depannya dalam kurun waktu 3 tahun, di mana kemungkinan besar jalan yang akan dia tempuh adalah pensiun.

“Saya tidak tahu persis, tetapi untuk memberi Anda angka, saya akan mengatakan bahwa dalam tiga tahun ada kemungkinan 70% saya akan pensiun, dan kemungkinan 30% saya akan terus berkompetisi,” katanya.

Pensiun dalam waktu dekat sepertinya memang menjadi jalan terbaik untuk Marc karena sudah menuntaskan MotoGP dengan 7 gelar dan berbagai prestasi. Namun, sebelum waktu itu tiba, apakah dia akan menambah catatan positif ini lagi?