Banyak orang kerap akrab dengan transportasi umum dalam kehidupan sehari-harinya. Bahkan, tak sedikit orang yang sudah memilih transportasi umum sebagai bagian besar yang menjadi teman berkelananya dalam menerjang moda perjalanan baik dengan jarak yang terbilang dekat maupun terlampau jauh.
Adanya fasilitas transportasi umum yang di sediakan oleh pemerintah dengan berbagai akses kemudahan yang semakin terjangkau bagi setiap kalangan masyarakat menjadikan transportasi umum semakin digemari untuk dijadikan opsi untuk berpergian, entah dalam mengarungi perjalanan dalam mencari nafkah, menuntut ilmu ataupun sebagai sarana prasarana dalam berlibur ketempat destinasi wisata yang diinginkan.
Ketika seseorang menggunakan transportasi umum sebagai moda perjalanannya. Banyak hal yang menjadi opsi dalam pertimbangan mengapa seseorang memilih untuk menaiki transportasi umum. Dimulai dari fasilitas yang melingkupi kenyamanan, keamanan, kemudahan serta keselamatan yang diberikan pada setiap perjalanannya.
Sebagai seorang perempuan yang masih terus memperjuangkan hak untuk bisa merasa aman, nyaman, dan tenteram ketika berada di suatu ruang publik seperti transportasi umum, hingga saat ini kami, sebagai kaum perempuan sering kali harus terus waspada dengan adanya pelaku kekerasan seksual yang bisa melakukan aksinya di mana saja, terlebih di dalam perjalanan menggunakan transportasi umum.
Hingga saat ini dikutip dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, adanya kekerasan serta kejahatan seksual yang dialami oleh perempuan oleh oknum tidak bertanggung jawab menyentuh di angka 23% untuk kekerasan seksual yang terjadi di ruang publik.
Sebanyak 5 dari 10 perempuan pernah mengalami kasus kurang menyenangkan kala berada di ruang publik yang menjadi moda perjalanan setiap hari.
Ketika kami, perempuan memilih transportasi umum sebagai opsi sarana perjalanan jarak dekat maupun jarak jauh, kami selalu memikirkan mengenai keamanan serta kenyamanan yang diberikan dalam ruang publik seperti transportasi umum menjadi hal yang selalu diwaspadai dalam setiap perjalanannya dengan kata lain masih belum terjalinnya ruang aman atau ruang inklusif yang tersedia bagi perempuan.
Hal kurang menyenangkan tentu pernah terjadi kepada saya sebagai seorang perempuan. Ketika menempuh perjalanan jauh dengan menggunakan transjakarta bernomor P11 dengan tujuan Bogor-Blok M saya mendapati modus pelecehan seksual dari orang tidak bertanggung jawab di perjalanan saya.
Saya menyadari adanya modus ini dan tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap diri saya maka dari itu saya bergegas menjauhkan diri dari orang tersebut.
Ketika gerak-gerik saya terlihat waspada dan butuh pertolongan, salah satu pramusapa transjakarta yang ikut membersamai perjalanan transjakarta saat itu menanyakan keadaan saya yang terlihat cemas serta khawatir.
Meskipun saya mengatakan bahwa kondisi saya baik-baik saja, namun pramusapa transjakarta tersebut tetap mewaspadai oknum mencurigakan tersebut. Pramusapa transjakarta tersebut memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh orang tersebut dengan tetap sigap membantu para pengguna lain di perjalanan tujuan Bogor-Blok M ini
Gerbong perempuan dalam KRL atau ruang perempuan yang selalu disediakan di transjakarta menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah dalam memperhatikan ruang inklusif serta rasa aman bagi kaum perempuan. Ketangkasan serta ketelitian satpam KRL serta pramusapa transjakarta menjadi salah satu bentuk bukti dari bentuk kepedulian pemerintah dalam memperhatikan ruang inklusif bagi teman-teman perempuan.
Hadirnya gerbong perempuan bagi pengguna KRL, MRT, dan LRT serta ruang khusus perempuan yang hadir di setiap transportasi transjakarta membuktikan bahwa pemerintah peduli dengan adanya ruang inklusif yang harus diperjuangkan untuk kaum perempuan.
Adanya ketangkasan pramusapa transjakarta yang selalu sigap ketika adanya modus pelecehan seksual menjadi contoh bahwa hingga hari ini ruang inklusif perempuan masih terus akan diperjuangkan dalam menjadi bagian besar untuk bentuk kenyamanan serta keamanan bagi perempuan yang ingin tetap menggunakan transportasi umum sebagai teman perjalanan di setiap harinya.
Ruang inklusif yang sudah disediakan oleh pemerintah diharapkan terus berkembang hingga ke depannya sebagaimana rasa aman dan percaya tumbuh ketika menggunakan transportasi umum di setiap harinya. Dari setiap kejadian tidak menyenangkan yang pernah dirasakan oleh perempuan hendaknya tidak pernah terjadi lagi di masa depan karena semakin banyak akses dan ruang aman bagi setiap perempuan tidak hanya perempuan melainkan teman-teman disabilitas serta teman-teman kaum rentan lainnya.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
Kolom
-
Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta
-
Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik
-
Menikmati Perjalanan: Alasan Aku Berhenti Mengarungi Kemacetan Sendirian
-
Dari Takut ke Terbiasa: Perjalananku Mengenal TransJakarta
-
Pekerja Commute: Dari "Pepes" ke Pelaku Net Zero Emission yang Sukses
Terkini
-
Bye Flek Hitam dan PIH! 4 Pelembap Cysteamine Ini Buat Wajah Cerah Merata
-
Nasib Sekuel Film Dungeons & Dragons Honor Among Thieves, Batal Digarap?
-
Pecah Telur! Toy Story 5 Jadi Film Terlaris 2026 usai Raup Rp18,3 Triliun
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?