Saya baru saja melihat iklan XL yang mengambil tema balap-balapan. Konsepnya cukup sederhana, tetapi pesannya terasa jelas, persaingan operator seluler di Indonesia sekarang sudah masuk babak baru.
Dulu, kalau bicara soal operator dengan jaringan luas, mungkin nama operator berwarna merah akan langsung muncul di kepala banyak orang. Wajar saja, mereka sudah lama bermain di industri telekomunikasi dan punya keunggulan infrastruktur yang dibangun selama bertahun-tahun.
Namun, menurut saya, kondisi sekarang sudah sedikit berbeda.
Punya jaringan luas saja tidak lagi cukup. Di tengah aktivitas yang semakin bergantung pada internet, konsumen juga mulai memperhatikan hal lain mulai dari seberapa stabil koneksinya, seberapa cepat internetnya, dan apakah jaringan tersebut bisa diandalkan ketika benar-benar dibutuhkan.
Dulu Unggul di Jangkauan, Sekarang Persaingannya Makin Ketat
Kalau melihat perjalanan industri telekomunikasi Indonesia, operator yang lebih dulu membangun infrastruktur tentu punya semacam head start.
Semakin lama sebuah operator membangun jaringan, semakin luas pula pengalaman dan infrastrukturnya. Karena itu, tidak mengherankan jika selama bertahun-tahun cakupan jaringan menjadi salah satu alasan utama masyarakat memilih operator tertentu.
Saya sendiri dulu termasuk orang yang berpikir demikian.
Kalau sedang bepergian ke luar kota atau daerah yang belum familiar, yang dicari pertama kali adalah operator yang sinyalnya kemungkinan besar masih tersedia.
Tetapi sekarang pilihannya semakin banyak.
Operator swasta juga terus membangun dan meningkatkan infrastrukturnya. Persaingan tidak lagi sekadar siapa yang punya menara BTS paling banyak atau siapa yang sinyalnya bisa ditemukan di lebih banyak tempat.
Pengalaman ketika menggunakan internet sehari-hari justru semakin penting. Kalau pengalaman menggunakan sebuah jaringan dirasa kurang konsisten, orang bisa mempertimbangkan operator lain.
Masuk Era 5G, Persaingannya Makin Menarik
Perubahan itu semakin terasa ketika teknologi 5G mulai berkembang. Jaringan 5G menawarkan kecepatan yang lebih tinggi, latensi lebih rendah, serta kapasitas yang lebih besar dibanding 4G.
Artinya, teknologi ini bukan hanya soal bisa mengunduh file lebih cepat, tetapi juga berpotensi memberikan pengalaman yang lebih baik untuk berbagai aktivitas digital.
Dan menariknya, dalam persaingan 5G saat ini, XL justru berhasil mencatatkan prestasi yang cukup mencolok.
Dalam Ookla Speedtest Awards H1 2026, XL meraih empat penghargaan sekaligus yaitu Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.
Penilaiannya didasarkan pada jutaan pengujian pengguna Speedtest di berbagai wilayah Indonesia.
XL bahkan memperoleh skor 72,12 untuk kategori Best 5G Network dan 51,29 untuk kategori Fastest 5G dalam pengukuran Ookla H1 2026.
Artinya, si biru yang dulu mungkin hanya dianggap sebagai salah satu alternatif, sekarang sudah punya alasan yang cukup kuat untuk diperhitungkan dalam persaingan jaringan nasional.
Kenapa Kebutuhan 5G Semakin Relevan?
Pertanyaannya kemudian memang buat apa punya internet secepat itu? Jawabannya tergantung kebutuhan masing-masing.
Kalau penggunaan smartphone hanya untuk WhatsApp dan sesekali membuka media sosial, perbedaan antara jaringan cepat dan sangat cepat mungkin tidak terlalu terasa.
Namun, kebutuhan internet terus berkembang.
Saya misalnya cukup sering menggunakan smartphone untuk navigasi ketika bepergian, mengunggah foto dan video, mencari informasi destinasi, sampai tetap terhubung dengan pekerjaan ketika sedang berada di luar rumah.
Bagi pengguna yang sering melakukan video conference, bermain game online, streaming, mengunggah konten, atau mengakses layanan berbasis cloud, kualitas jaringan tentu semakin penting.
Di sinilah 5G punya relevansi.
XL sendiri saat ini menawarkan XL Ultra 5G+ dengan kecepatan hingga 500 Mbps di area yang sudah terjangkau. Perusahaan juga terus memperluas cakupan 5G-nya dengan laporan terakhir menyebut layanan sudah tersedia di lebih dari 50 kota dan kabupaten.
Siapa yang Menang “Balapan”?
Setelah melihat iklan balap-balapan XL tadi, saya jadi berpikir bahwa mungkin memang seperti itulah gambaran persaingan operator sekarang.
Ada operator yang sudah lebih dulu melaju dan punya keunggulan dari sisi pengalaman serta infrastruktur. Namun, pembalap lain juga terus meningkatkan performanya.
XL menurut saya adalah salah satu contohnya. Dari yang dulu membayangi si merah kini bisa mendapatkan pengakuan independen sebagai Best Mobile Network sekaligus Best 5G Network dan Fastest 5G di Indonesia 2026 versi Ookla.
Pada akhirnya, konsumen juga yang diuntungkan.
Sebab ketika operator saling berlomba memperluas jaringan, meningkatkan kecepatan, dan menjaga kualitas koneksi, pilihan kita sebagai pengguna menjadi semakin banyak.
Setelah melihat perkembangan XL beberapa tahun terakhir, rasanya si biru memang sudah bukan sekadar ikut balapan.
XL sudah mulai mengejar posisi terdepan.
Artikel Terkait
-
Internet Sudah Jadi Kebutuhan Pokok, Kenapa Tata Kelolanya Masih Merugikan Konsumen?
-
Muhadjir Effendy Akui Pernah Kirim Surat ke Saudi soal Kuota Haji atas Permintaan Fuad Hasan Masyhur
-
Terungkap, Fuad Hasan Masyhur Lobi Muhadjir Effendy Minta 10 Ribu Kuota Haji Khusus
-
Pakai Batik dan Peci, Eks Menag Ad Interim Muhadjir Effendy Bersaksi di Sidang Korupsi Haji
-
KPK Akan Hadirkan 303 Saksi dalam Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji
Kolom
-
Salah Kaprah Tren Real Food: Makan Sehat Tak Harus ala Orang Barat
-
1.928 Monyet Ekor Panjang untuk Ekspor: Sains Harus Menjawab Batas Etiknya
-
Internet Sudah Jadi Kebutuhan Pokok, Kenapa Tata Kelolanya Masih Merugikan Konsumen?
-
Geliat Konten Affiliate: Potret Gagalnya Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja
-
Program Tanpa Kompromi: MBG Selalu Punya Alasan untuk Berjalan
Terkini
-
Babad Mangir: Ketika Kekuasaan Menaklukkan Lawan dengan Siasat Cinta
-
The Table: Day and Night Jadi Pembuka Festival Film Busan, Ini Alasannya
-
Jelang PCS 2026: UU Konservasi Diuji di MK dan RUU Masyarakat Adat Disorot
-
Ha Young Dipastikan Tak Kembali dalam Musim Lanjutan Drama The Trauma Code
-
Double Cleansing Tidak Wajib Setiap Hari, Kapan Sebenarnya Dibutuhkan?