Ini cerita tentang tumbler dan lima mahasiwa UGM. Tumbler merupakan wadah untuk menyimpan air minum yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia karena mudah dibawa dan memiliki kemasan yang menarik.
Akan tetapi, tingginya aktivitas manusia tentu mengharapkan tumbler yang lebih praktis, yang tidak hanya bisa menyimpan air, tetapi dapat memanaskan sekaligus mendinginkan air.
Dari kenyataan itulah kelima mahasiswa Fakultas Teknik UGM, yaitu Surya Dewi Puspitasari, Josua Hotasi Sitompul, Achmad Kunaryo Wibowo, Rochmat Sarifudin, dan Theodorus Tio Wibowo mulai mengembangkan tumbler yang diberi nama Smart Tumbler.
Teman-teman ini mencoba membuat tumbler yang portable, yaitu yang dapat memanaskan dan mendinginkan air dengan dihubungkan pada laptop melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta berjudul “SMART TUMBLER tumbler mungil dan fleksibel dengan pemanas air portabel”.
“Ada fungsi ganda, bisa memanaskan sekaligus mendinginkan air,” demikian dikatakan Rochmat Sarifudin.
Kata Rochmat, ide awal munculnya inovasi ini karena pengalamannya selama ini ketika mengerjakan tugas kuliah hingga larut malam, sering lembur dan begadang. Ketika malam begitu dingin, dia ingin membuat sesuatu yang hangat tetapi tidak mau meninggalkan pekerjaannya yang selalu berhubungan dengan laptop.
Smart tumbler ini memiliki nilai lebih dibandingkan dengan tumbler lainnya karena selain praktis, juga bisa diisi ulang, ramah lingkungan, menjaga dan meningkatkan suhu.
“Bisa dibayangkan kalau misalnya harus wira-wiri ke dapur karena akan membuat pekerjaan saya lama selesai. Apalagi ketika tidak punya dispenser,” katanya.
Bagaimana cara kerjanya? Wah, ternyata proses kerja Smart Tumbler ini sangat sederhana. Dari input kabel USB pada laptop dan mengatur switch untuk memanaskan atau mendinginkan air, hasilnya dapat dirasakan oleh penggunanya. Komponen utama yang digunakan di sini adalah Pielter Thermoelectric Cooler (TEC).
TEC ini adalah komponen yang digunakan untuk memanaskan dan mendinginkan air. Desain Smart Tumbler yang menggunakan termos ini tentu memiliki kelebihan karena setelah air dipanaskan atau didinginkan juga dapat menyimpan suhu tersebut.
Dosen pembimbing dari Jurusan Teknik Fisika, Ahmad Agus Setiawan, Ph.D. menilai Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta Smart Tumble ini memiliki prospek ke depan yang sangat bermanfaat.
Universitas Gadjah Mada sedang mengadakan proyek besar Green Building yang di dalamnya terdapat bagian proyek yaitu SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum). Jika proyek SPAM tersebut terlaksana maka Smart Tumbler ini akan memiliki manfaat yang luar biasa.
“Pemanfaatannya bisa mengurangi sampah plastik botol minum. Nantinya, setelah digunakan oleh mahasiswa UGM, produk ini akan diproduksi massal dan berkerja sama dengan sekolah atau kampus lain yang menggunakan fasilitas SPAM,” kata Agus.
Dikirim oleh Satria, UGM Yogyakarta
Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Tag
Baca Juga
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Vivo S2 5G Resmi Hadir, Usung Baterai 7.050 mAh dan Bodi Tangguh untuk Aktivitas Ekstrem
-
Bukan Pajeon Biasa! Ini 5 Fakta Menarik Padakjeon, Pancake Korea Tinggi Protein yang Lagi Viral
-
4 Toner Pad Solusi Tenangkan Kemerahan Akibat Sinar UV pada Kulit Sensitif
Terkini
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
Perempuan dan Kebiasaan Overthinking: Sesulit Itukah Memerdekakan Pikiran?
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya