Kehadiran komunitas kreatif kini semakin diminati, termasuk di Kota Pangkalpinang. Satu di antaranya adalah Klub Main Bareng yang hadir sebagai ruang santai bagi masyarakat untuk berkumpul, berkarya, dan berbagi ide.
Komunitas ini menawarkan konsep yang berbeda. Tidak kaku seperti organisasi formal, Klub Main Bareng justru mengedepankan suasana hangat dan santai, di mana setiap orang bisa datang, berkenalan, hingga menyalurkan minat kreatif tanpa tekanan.
Salah satu kegiatan yang kerap dilakukan adalah sesi berbagi buku atau “book picnic”. Dalam suasana sederhana di halaman rumah kawasan Air Salemba, Gabek, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, para peserta duduk melingkar sambil membawa buku masing-masing, lalu bergantian menceritakan kesan membaca. Sesekali obrolan ringan dan candaan membuat suasana terasa akrab.
Di balik terbentuknya komunitas ini, ada sosok Yasmine Sani Pawitra atau yang akrab disapa Yasmine (35). Ia mengaku ide membangun komunitas kreatif sebenarnya sudah lama ia impikan sejak kembali ke Pangkalpinang.
"Klub Main Bareng ini sebenarnya sudah lama aku impikan. Sejak kembali ke Pangkalpinang tahun 2018, aku ingin menghadirkan wadah workshop kreatif seperti yang pernah aku jalankan di Yogyakarta," ujar Yasmine.
Gelar Beragam Workshop
Selama hampir sepuluh tahun tinggal di Yogyakarta, Yasmine aktif di dunia kreatif, khususnya bidang crafting. Ia bahkan sempat menjabat sebagai fashion and creative director di sebuah perusahaan, pengalaman yang kemudian ingin ia bawa pulang ke kota kelahirannya.
Namun, mewujudkan komunitas tersebut tidak langsung berjalan mulus. Ia sempat kesulitan menemukan lingkungan dengan minat serupa. Hingga akhirnya pada 2026, ia bertemu dengan lingkar pertemanan baru yang memiliki ketertarikan yang sama. Dari pertemuan santai hingga diskusi ide, perlahan terbentuklah fondasi komunitas ini.
"Di 2026, aku bertemu dengan teman-teman baru yang memiliki minat serupa. Aku pun mencoba menjangkau mereka dan kami saling berbagi banyak hal," sambungnya.
Langkah awal dimulai pada 27 Januari 2026 dengan dibuatnya akun Instagram Klub Main Bareng. Dari sana, berbagai kegiatan mulai digelar, termasuk workshop menggambar yang menjadi pembuka. Dalam waktu sekitar satu setengah bulan, komunitas ini sudah menjalankan berbagai aktivitas kreatif, mulai dari menggambar cake, membuat charms dan manik-manik, hingga sesi diskusi buku.
"1,5 bulan jalan, Klub Main Bareng sudah menjalankan beberapa workshop mulai dari menggambar cake, membuat charms, manik-manik, dan book picnic untuk teman-teman yang mau sharing soal buku," tutur alumnus S1 Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada tersebut.
Sistem Terbuka Tanpa Anggota Tetap
Keunikan lain dari Klub Main Bareng adalah sistemnya yang terbuka tanpa keanggotaan tetap. Siapa saja bebas bergabung kapan pun tanpa harus mendaftar sebagai member.
"Klub Main Bareng terbuka untuk siapa pun. Di sini tidak ada sistem keanggotaan tetap, jadi siapa saja bisa bergabung untuk bersenang-senang sekaligus memperluas jaringan," kata Yasmine.
Respons masyarakat pun cukup positif. Meski tergolong baru, antusiasme peserta terus terasa di setiap kegiatan yang digelar.
"Di sejumlah kegiatan, alhamdulillah antusiasme peserta masih baik. Aku terus berusaha membangun klub ini secara organik dan percaya akan menemukan orang-orang yang sejalan dengan vibe Klub Main Bareng," sambungnya.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Yasmine mengakui menjaga konsistensi kegiatan serta menghadirkan ide-ide baru menjadi hal yang tidak mudah. Menurutnya, tantangan terbesar Klub Main Bareng adalah upaya untuk tetap konsisten dan mengeluarkan ide segar yang seru untuk tetap menarik orang-orang untuk bergabung dan membuat kegiatan secara kontinu agar semakin dikenal.
Besar harapan Yasmine agar komunitas ini bisa menjangkau lebih banyak orang dari berbagai usia dan latar belakang, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan para pelaku kreatif dari luar daerah.
Baca Juga
-
Series Alice in Borderland 3: Mengungkap Dunia Borderland Sesungguhnya
-
Redaksi Project: Inisiasi Tiga Wanita Menyemai Cinta Literasi di Bangka
-
Kong Djie Coffee: Duduk Sejenak Menyesap Kopi Autentik Khas Belitung
-
Wisata Bangka Belitung Tampi Air Mesu, Mancing Seru hingga Terapi Kaki
-
PRYVT, Underrated K-indie Band yang Lagu-lagunya Sukses Guncang Perasaan
Artikel Terkait
-
Komunitas Bermain: Ruang Sederhana di Tengah Kota yang Mengembalikan Masa Kecil Saya
-
Di Tengah Ramainya Malioboro, Komunitas Andong Ini Terhubung Lewat Selapan
-
Promo hingga Fun Run Ramaikan Helloversary ke-4 Hello Store
-
Di Tengah Krisis Energi Global, Bisakah Model Hidup Berbagi Jadi Alternatif Baru?
-
Di Gang Sempit, River Ranger Jakarta Ajarkan Prinsip Sustainable Living Tanpa Menggurui
News
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Di Tengah Ramainya Malioboro, Komunitas Andong Ini Terhubung Lewat Selapan
-
Hari Buruh Sedunia: Perjuangan Pekerja Melawan Jam Kerja yang Mencekik
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
Terkini
-
Yeji ITZY Alami Hernia Diskus, Partisipasi di Konser TUNNEL VISION Dibatasi
-
The Quintessential Quintuplets Umumkan Dua Proyek Anime Baru, Ini Detailnya
-
Ulasan Novel Strange Buildings, Menguak Dosa di Balik Dinding-dinding Rumah
-
Log In: Mengetuk Pintu Toleransi Tanpa Harus Salah Paham
-
Gandeng Khalid, Ahn Hyo Seop Siap Rilis Single Something Special