Ini tulisan tentang anak negeri yang berprestasi di dunia teknologi informasi. Nama saya Muhammad Ichwan. Saat ini, saya masih mahasiswa tingkat akhir Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta. Saya membuat Tutszilla Browser. Ini mempunyai tampilan yang unik.
Sebenarnya browser ini dirilis pertama kali pada Februari tahun lalu dan sempat menjadi berita paling populer. Browser ini berbasis sourcecode Internet Explorer. Dengan tampilannya yang apik dan tidak membosankan. Browser buatan saya ini memiliki kemampuan yang lebih dari internet Explorer.
Salah satunya adalah kecepatan load page yang super cepat, memilki History and current visited site, dan pengaturan Setting layar di salah satu tombolnya. Tutszilla Browser ini kompatible dengan Windows XP dan Windows 7 (Seven).
Bagaimana ceritanya tentang penamaan Tutszilla?
"Sebenarnya nama tuts saya ambil dari sebuah komponen hardware yang terdapat dalam sebuah komputer atau laptop dimana komponen ini memiliki peran penting ketika kita melakukan aktivitas didepan laptop. Sedangkan nama Zilla saya ambil dari spesies reptil Irradiated Marine Iguana yang kebanyakan orang indonesia menyebutnya dengan Iguana."
Sehingga Tutszilla dimaknai sebagai sebuah web browser yang memiliki sifat seperti iguana yang mudah beradaptasi dengan lingkungannya.
Beberapa kelebihan browser Tutszila dari browser lainnya, di antaranya adalah browser ini berbasis source code Internet Explorer Dengan tampilannya yang apik dan tidak membosankan. Browser ini, bahkan memiliki kemampuan yang lebih dari internet Explorer.
Keunggulan Tutszilla browser Indonesia dibandingkan buatan luar, di antaranya, memiliki tampilan yang user friendly dengan tampilan yang menarik, memiliki kecepatan load page yang super cepat ketika browsing, memiliki link tambahan tentang informasi FIFA World CUP, Brazil 2014, dll.
Sekarang ini, Tutszilla Browser juga sudah kompatible dengan Windows XP dan Windows 7 dan sedang dikembangkan format versi mobile-nya.
Agak miris memang jika melihat ini karena mereka memerlukan dukungan dalam mengembangkan kreativitas dan produknya dalam membuat browser. Seharusnya dengan dukungan pemerintah, mereka bisa mengembangkan aplikasi yang lebih baik lagi. Toh, semuanya juga akan membuat harum dan bangga negeri ini.
Siapa yang menciptakan Tutszilla Browser dan berbagai browser lainnya ini perlu mendapatkan perhatian dan apresiasi. Karena berkat kerja kerasnya yang membuahkan hasil dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.
Tidak menutup kemungkinan pengembang-pengembang aplikasi dan ilmuwan-ilmuwan muda Indonesia bakal lari dan bekerja di luar dikarenakan tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Dikirim oleh Muhammad Ichwan, Jakarta
Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Baca Juga
-
Mengapa Menonton Film 'Pesta Babi' dan Membagikannya di Medsos Tidak Akan Mengubah Apa pun
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?
Artikel Terkait
News
-
Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis
-
Bukan Sekadar Objek Politik: Saatnya Anak Muda Jadi Mitra Strategis Kawal Isu Daerah
-
IHR: Perebutan Piala Raja Mangkunegaran dan Laga Krusial Triple Crown di Tegalwaton
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
Terkini
-
Mengapa Menonton Film 'Pesta Babi' dan Membagikannya di Medsos Tidak Akan Mengubah Apa pun
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?