Sudah lama saya ingin merasakan makanan asli negeri Ginseng ini. Bukan saja cara makannya yang unik, banyaknya side dish juga membuat aneka pilihan yang menarik untuk disantap.
Ada satu tempat favorit yang selalu dibicarakan teman saya, sebuah restoran asli Korea yang terletak di jalan raya Pasar Minggu. Menurut dia, jarang orang Indonesia yang datang ke restoran yang terlhat sederhana ini.
Mungkin saja. Apalagi Pasar Minggu memang bukan tempat favorit untuk nongkrong-nongkrong sembari menyantap makanan.
Akhir pekan lalu, saya bersama teman yang memang menggemari semua yang berbau Korea mendatangi tempat ini. Tidak susah menemukannya. Bo Shin Myeong Ga, nama restoran itu. Kami datang sesaat sebelum jam makan malam. Jadi pengunjung tidak terlalu penuh.
Ada dua jenis tempat duduk, bisa duduk seperti layaknya kebanyakan restoran atau bisa lesehan. Kami memilih untuk lesehan karena terasa lebih santai dan akrab.
Karena ini kali pertama saya ke sana, jadi saya pasrah saja dengan pilihan menu teman saya. Bahkan, saya sama sekali tidak melihat menu makanan. Tanpa pikir panjang, teman saya langsung memesan makanan kesukaan dia, bebek panggang yang disajikan lengkap dengan menu sampingan.
Dalam bahasa Korea, menu ini disebut Samgyeopsal. Aslinya, adalah daging babi bagian perut yang berlemak dan tebal. Tidak dibumbui, karena langsung dipanggang di depan kami. Tentu saja tidak ada pilihan babi di sini. Yang ada hanya sapi atau bebek.
Samgyeopsal biasanya dipanggang dengan bawang putih dan bawang bombay. Dagingnya yang dipotong tipis-tipis membuat kami mengunyahnya dengan gampang.
O ya, selain itu, tersedia aneka atau lauk pauk tambahan. Disajikan dalam mangkuk kecil, ada beberapa variasi. Kimchi, lobak, pancake, ikan asin hingga sup tahu. Untuk memakan bebek panggang, juga tidak dengan sendok. Melainkan digulung saja di dalam daun selada, daun mint atau daun sawi putih.
Tentu saja, dengan tambahan sedikit kuah (bebek dicelup di dalamnya), dan pilih aneka lauk yang Anda suka. Ada juga cabai jalapeno yang tidak pedas. Disajikan utuh, jadi kami cukup menggigitnya saya, bergantian dengan bebek yang telah dibalut dengan daun selada.
Tidak perlu memakannya dengan nasi, kami sudah merasa kenyang. Jangan takut dengan kolesterol, karena Anda bisa mengimbanginya dengan memakan bawang putih utuh. Bisa dimakan mentah atau dipanggang dulu.
Belum lama kami menikmatinya, datanglah beberapa orang Korea. Ternyata sudah waktunya makan malam. Benar juga kata teman saya, tidak tampak orang Indonesia di tempat ini. Setidaknya, saat kami berdua makan malam waktu itu.
Ah, saya pasti akan datang lagi. Mungkin dengan teman yang lain, karena pertemuan saya dengan teman saya yang satu ini sekaligus perpisahan kecil selama dua tahun karena dia akan bekerja di sebuah negara di Afrika…
Dikirim oleh Diah Ayu, pekerja, Jakarta
Anda punya foto atau cerita menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com.
Baca Juga
-
Sinopsis Northern Wei Dynasty, Drama China Terbaru Yang Mi dan Liu Xue Yi
-
3 Rekomendasi HP Lipat dengan Harga Lebih Bersahabat di Pasar Indonesia
-
Kota Pelajar dengan Gaji Satu Jutaan: Potret Pekerja di Kota Malang
-
Novel Titipan Kilat Penyihir: Kisah Penyihir Muda yang Mencari Jati Diri
-
Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS: Apakah Ini Saatnya Panik atau Investasi?
Artikel Terkait
-
Prabowo Saksikan 10 MoU RIKorea Selatan, Perkuat Kemitraan Strategis
-
Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
-
Kunjungan Perdana ke Korea, Prabowo Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Korsel
-
Anti Ribet! 5 Lip and Cheek Korea Serbaguna untuk Makeup Sat-set
Lifestyle
-
3 Rekomendasi HP Lipat dengan Harga Lebih Bersahabat di Pasar Indonesia
-
HONOR Pad 10: Tablet Mid-Range dengan 6 Speaker Stereo dan Performa Gahar
-
Jaga Elastisitas Kulit dengan 4 Body Butter Vitamin E, Bye Kulit Kering!
-
4 Facial Foam Bunga Sakura, Bersihkan Kotoran untuk Wajah Glowing dan Halus
-
Simpel dan Anti Boring, Intip 4 Daily Outfit ala Han Ji Hyun
Terkini
-
Sinopsis Northern Wei Dynasty, Drama China Terbaru Yang Mi dan Liu Xue Yi
-
Kota Pelajar dengan Gaji Satu Jutaan: Potret Pekerja di Kota Malang
-
Novel Titipan Kilat Penyihir: Kisah Penyihir Muda yang Mencari Jati Diri
-
Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS: Apakah Ini Saatnya Panik atau Investasi?
-
Review Jo Nesbo's Detective Hole: Serial Killer Oslo yang Gelap dan Brutal!