Akhir pekan lalu, saya dan beberapa teman bermain ke Bandung. Memang, kami membutuhkan jeda sejanak dari keriuhan kota Jakarta. Berangkat pagi-pagi, kami berharap tidak begitu macet sampai di Pasteur, Bandung.
Ternyata, saat kami tiba di Pasteur sekitar pukul 10-an, antrean sudah mengular. Padahal masih pagi dan bulan puasa. Tetapi tidak berpengaruh. Untungnya, lepas dari Pasteur jalanan masih belum macet. Setelah bertanya sana-sini, sampailah kami di Floating Market Lembang atau pasar terapung.
Awalnya, bayangan saya suasana di Lembang ini sama dengan suasana di pasar apung Sentul. Ternyata salah. Pasar Terapung ini jauh lebih besar dari gambaran saya. Anda juga disuguhi dengan danau yang luas di tengah-tengahnya. Ada beberapa pilihan tempat makan. Di restoran di pinggir danau atau di deretan pasar terapung.
Para penjual di sini menggunakan perahu dan pengunjung bisa mengitari sembari memilih aneka makanan yang disediakan. Untuk di bagian ini, kebanyakan jajanan Bandung. Mulai dari cuanki, mendoan, tahu susu, pisang goreng, tutut hingga karedok.
Ada juga bagian lain yang bernuansa sawah. Anda juga akan menemukan makanan menarik dan bisa menikmati makanan sembari lesehan di depan sawah.
Ah, senangnya kami bisa pergi sejenak dari Jakarta. Untungnya pas bulan puasa, sehingga tidak begitu ramai dan tidak perlu berdesak-desakan.
Artikel ini dikirim oleh Hendrik, Jakarta
Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Baca Juga
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong
Artikel Terkait
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit
-
Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan
-
Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?
-
Ekonom CORE Apresiasi Pemerintah Berkomitmen Jaga Defisit di bawah 3 Persen
Lifestyle
-
Cegah Penuaan! 4 Serum Anti-Aging Korea Kunci Wajah Awet Muda dan Kenyal
-
Semarak HUT RI, Ini 5 Lomba Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor
-
4 Rekomendasi HP Samsung RAM 12 GB Terbaik Agustus 2026, Performa Ngebut untuk Multitasking
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong