Sobat Yoursay, pernahkah kalian berdiri menatap cermin sambil mengucapkan terima kasih untuk diri kalian sendiri?
Menjadi seseorang yang sering merasa insecure dan overthinking, perlahan membuat saya menyadari bahwa selama ini saya jarang sekali berterima kasih pada diri saya sendiri yang sudah berjuang keras dan berusaha untuk tetap bertahan hingga sejauh ini. Kita mungkin tidak memiliki pencapaian sebanyak orang lain, tapi yang sering tidak kita sadari adalah tetap bertahan juga sebuah pencapaian besar.
Melalui lagu Terima Kasih Sudah Bertahan karya Ghea Indrawari kita diingatkan untuk selalu berterima kasih pada diri sendiri. Tidak hanya itu, lagu ini juga bisa menjadi afirmasi positif yang kita ungkapkan untuk diri kita setiap harinya.
Ghea mengawali lagu ini dengan kalimat pengakuan yang terasa jujur. "Aku tahu dunia sering tak adil, dunia sering tak muda, dan kau hadapi sendiri." Bukan kalimat motivasi atau dorongan, tetapi sebuah pengakuan bahwa hidup memang tidak selalu baik-baik saja.
Kalimat "dunia sering tak adil, dunia sering tak mudah" rasanya begitu dekat dengan kehidupan banyak orang. Ada yang usahanya tidak membuahkan hasil sesuai harapan. Ada yang perjuangannya tidak mengubah apapun. Ada pula yang harus memendam perasaan dan menghadapi semuanya sendirian tanpa memiliki tempat bercerita.
Lalu frasa "dan kau hadapi sendiri" membuat bagian sebelumnya terasa semakin relate. Ada banyak luka yang tidak selalu terlihat di hadapan orang lain. Orang yang tampak ceria dan baik-baik saja itu, dalam diam sebenarnya ia juga sedang berjuang mati-matian untuk tetap bertahan.
"Tapi aku percaya bahwa kau mampu," ini terasa seperti sebuah pelukan hangat untuk diri kita. Kita sering merasa insecure, overthinking, takut gagal, bahkan meragukan diri sendiri. Di saat seperti ini, yang kita butuhkan bukanlah kalimat motivasi atau penyemangat, tapi sebuah kepercayaan. Sebab kepercayaan bisa menjadi pengingat bahwa kita masih memiliki kekuatan untuk bangkit dan bisa melewati semuanya.
Masuk ke bagian berikutnya, "Ada yang berbeda darimu, kau lebih dari itu," yang berbicara tentang nilai seseorang.
Kita sering kali mengukur diri kita menggunakan pencapaian, kesuksesan karier, penilaian orang lain, atau standar sosial tertentu. Lantas ketika tidak bisa memenuhi itu semua, kita akan merasa gagal dan hancur.
Padahal seperti dikatakan Ghea: "kau lebih dari itu," tanpa kita sadari, ada banyak hal baik dalam diri kita yang tertutup karena kita terlalu sibuk melihat luka, kekurangan, juga kegagalan yang pernah kita alami. Padahal jika kita mau melihat diri sendiri dengan lebih positif, kita akan menemukan banyak hal yang jauh lebih baik dari itu semua. Dan melalui lagu ini, Ghea mengajak kita untuk melakukannya.
Lirik selanjutnya menjadi klimaks dan bagian paling emosional dari seluruh bagian lagu. "T'rima kasih sudah bertahan. T'rima kasih sudah berjuang." Kita terbiasa mengkritik diri sendiri saat gagal, menyalahkan diri saat melakukan kesalahan, dan merasa kurang dalam banyak hal. Namun, jarang sekali kita mencoba untuk berhenti sejenak lalu membisikkan sebuah kalimat sederhana untuk diri kita, "terima kasih sudah bertahan."
Padahal kita sangat tahu bahwa untuk bertahan saja bukan perkara yang mudah. Ada kalanya kita harus melawan rasa cemas dan takut setiap hari, berusaha bangkit dari kegagalan, hingga diam-diam melawan kelelahan mental sambil tetap menjalani hidup. Lagu Terima Kasih Sudah Bertahan seolah menjadi pengingat bahwa sekecil apapun usaha kita untuk bertahan, itu tetaplah layak untuk dihargai.
Kalimat setelahnya, "ternyata kau sekuat itu, ternyata kau sehebat itu," rasanya seperti apresiasi yang tulus untuk diri kita sendiri.
Banyak dari kita yang merasa lemah hanya karena sering menangis, merasa lelah, atau ingin menyerah. Padahal di saat yang sama, mereka masih bertahan sampai hari ini, meski berulang kali harus jatuh-bangun menghadapi kerasnya kehidupan. Mungkin itulah yang ingin disampaikan Ghea melalui lirik tersebut. Terkadang kita baru menyadari betapa kuatnya diri kita setelah berhasil melewati masa-masa sulit dalam hidup.
"T'rima kasih kau tak berhenti, t'rima kasih kau tak menyerah." Lirik sederhana yang terasa seperti penghargaan atas setiap perjuangan kecil yang telah kita lakukan. Lagu ini seolah mengatakan bahwa meskipun pelan, setiap langkah kecil adalah bentuk keberanian. Oleh karena itu, kita sangat layak untuk mengatakan, "terima kasih sudah tidak menyerah."
"Di pertarungan yang sengit ini. Kau 'kan, kau 'kan menang." Di lagu Terima Kasih Sudah Bertahan, Ghea menggambarkan hidup sebagai pertarungan. Dan setiap orang memiliki pertarungannya masing-masing yang mungkin tidak diketahui orang lain. Bukan hanya soal pekerjaan, pendidikan, ekonomi, tetapi juga pertarungan melawan pikiran sendiri. Entah itu rasa takut, kecewa, trauma, ataupun luka yang terus dipendam dalam diam.
Kalimat "kau 'kan menang" seolah memberikan kita keyakinan bahwa meskipun hidup tidak selalu mudah, setiap rasa sakit yang kita lalui hari ini pasti akan bisa terlewati. Dan setiap yang kita usahakan pasti akan membuahkan hasil, sekecil apapun itu.
Di bagian akhir, "percaya, serahkan sisanya kepada semesta, semua akan indah pada waktunya," rasanya seperti sedang diberikan pengertian bahwa di dunia ini ada hal-hal yang berada di luar kendali kita. Maka serahkan saja semua kepada Yang Maha Kuasa.
Sekeras apapun kita berusaha, kadang ada kalanya hasil tidak sesuai dengan harapan. Karena itu, setelah berjuang sekuat tenaga, kita juga perlu belajar untuk melepaskan dan percaya bahwa semua akan menemui jalannya. Inilah yang kita kenal dengan istilah tawakkal.
Lalu kalimat "semua akan indah pada waktunya" mungkin terdengar sangat klise, tapi bagi sebagian orang, kata-kata sederhana itu bisa menjadi alasan kecil untuk tetap bertahan hari ini.
Sobat Yoursay, setelah mendengar lagu ini secara keseluruhan, saya merasa lagu Terima Kasih Sudah Bertahan adalah surat cinta yang belum pernah terkirim pada diri sendiri.
Di tengah dunia yang sering menuntut manusia selalu terlihat baik-baik saja, lagu ini hadir sebagai pengingat bahwa bertahan hidup saja sudah merupakan bentuk keberanian. Dan mungkin, setelah melewati begitu banyak hal dalam hidup, kita memang perlu mendengar kalimat sederhana ini.
“Terima kasih, ya, sudah bertahan dan berjuang sampai sejauh ini. Terima kasih sudah tidak menyerah dan berhenti.”
Baca Juga
-
Paylater: Penyelamat saat Terdesak atau Jalan Pintas Menuju Utang?
-
Tayang hingga Episode 8, The Scarecrow Membuat Saya Salah Menebak Lagi
-
Saat Anak Dituntut Berprestasi Tanpa Diberi Ruang untuk Gagal
-
Sisi Gelap Hustle Culture: Saat Produktivitas Berubah Menjadi Racun
-
Viral Ucapan MC, Publik Soroti Cara Halus Membungkam Suara Anak Muda
Artikel Terkait
Ulasan
-
Membaca Petualangan Pedagang Rempah: Sisi Gelap Kolonial di Indonesia Timur
-
Black Showman, Novel Misteri Cerdas dengan Twist Tak Terduga
-
20 Episode Penuh Teror Mouse: Saat Monster Tak Selalu Berwajah Seram
-
Ulasan Film Semua Akan Baik-baik Saja: Refleksi Indah tentang Arti Keluarga
-
Melongok ke Dalam Gelapnya Depresi Lewat No Longer Human karya Osamu Dazai
Terkini
-
Membawa Ruh Yogyakarta ke Bandung: Sinergi Budaya dan Bisnis LBC Hotels Group
-
Kim Da Mi, Lee Chung Ah, dan Jo Ah Ram Jadi Pembunuh di The Obedient Killer
-
BTS Resmi Gabung Madonna dan Shakira Tampil di Final Piala Dunia FIFA 2026
-
Tragedi 11 Bayi Sleman: Bukti Masih Gagalnya Pendidikan Seks di Indonesia?
-
Paylater: Penyelamat saat Terdesak atau Jalan Pintas Menuju Utang?