Saking cintanya dengan tato, seorang lelaki di Inggris rela menato sebagian besar kulit di tubuhnya. Tattboy Holden, demikian nama laki-laki itu, menganggap tato sebagai sebuah pelepasan rasa sakit akibat serangkaian operasi yang harus dilakukannya sejak tahun 2000.
Katanya, ia menderita sakit tertentu yang membuatnya rutin melakukan operasi, sehingga menyiksa tubuh dan sarafnya. Baginya, tato merupakan kegiatan yang mampu membuatnya lupa atas rasa sakit itu.
Holden sendiri telah mengubah namanya menjadi Tattboy Holden sejak tahun 2014. Sebuah bukti cintanya pada tato, selain tak menyisakan sedikit pun bagian kulitnya tanpa tato. Bahkan mata dan alat kelaminnya pun, katanya ditato juga.
Holden mengaku, akibat cintanya ini, ia kehilangan pekerjaan dan banyak orang menuduhnya sebagai pelaku kriminal. Tapi saat ini, ia tengah menantikan pekerjaan sebagai DJ dan menjadi pemeran di salah film horor.
Pengirim: Andika Sutikno, karyawan.
Baca Juga
-
Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam
-
Senja yang Meminjam Fajar
-
Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya
-
Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai
-
Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!
Lifestyle
-
5 Brightening Moisturizer di Bawah 50 Ribu, Wajah Kusam Jadi Lebih Glowing!
-
Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta
-
Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo
-
5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih
-
4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit
Terkini
-
Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam
-
Senja yang Meminjam Fajar
-
Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya
-
Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai
-
Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!