Saking cintanya dengan tato, seorang lelaki di Inggris rela menato sebagian besar kulit di tubuhnya. Tattboy Holden, demikian nama laki-laki itu, menganggap tato sebagai sebuah pelepasan rasa sakit akibat serangkaian operasi yang harus dilakukannya sejak tahun 2000.
Katanya, ia menderita sakit tertentu yang membuatnya rutin melakukan operasi, sehingga menyiksa tubuh dan sarafnya. Baginya, tato merupakan kegiatan yang mampu membuatnya lupa atas rasa sakit itu.
Holden sendiri telah mengubah namanya menjadi Tattboy Holden sejak tahun 2014. Sebuah bukti cintanya pada tato, selain tak menyisakan sedikit pun bagian kulitnya tanpa tato. Bahkan mata dan alat kelaminnya pun, katanya ditato juga.
Holden mengaku, akibat cintanya ini, ia kehilangan pekerjaan dan banyak orang menuduhnya sebagai pelaku kriminal. Tapi saat ini, ia tengah menantikan pekerjaan sebagai DJ dan menjadi pemeran di salah film horor.
Pengirim: Andika Sutikno, karyawan.
Baca Juga
-
Film Live Action Blue Lock Umumkan Tayang 7 Agustus Lewat Trailer Baru
-
Menstruasi itu Normal: Perempuan dengan Segala Drama 'Tamu Bulanannya'
-
Film 'The Tank': Tank Tempur dan Penjara Jiwa dalam Peperangan
-
Anime Magical Sisters LuluttoLilly Rilis PV, ILLIT Bawakan Lagu Pembuka
-
Siap Jadi Kakek, Ahmad Dhani Ungkap Inisial Nama Anak Al Ghazali dan Alyssa
Lifestyle
-
4 Serum Korea Ginseng Alternatif Anti-Aging, Bikin Kencang dan Awet Muda
-
4 Outfit Dress ala Annie ALLDAY PROJECT, dari Edgy sampai Elegan Look!
-
3 Pilihan Setting Spray Satin Finish untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
-
4 Milky Toner Vitamin C Berbahan Ascorbic Acid, Rahasia Glowing dan Kenyal
-
Tak Mau Hubungan Cepat Bubar? Pelajari Triangular Theory of Love Ini!
Terkini
-
Film Live Action Blue Lock Umumkan Tayang 7 Agustus Lewat Trailer Baru
-
Menstruasi itu Normal: Perempuan dengan Segala Drama 'Tamu Bulanannya'
-
Film 'The Tank': Tank Tempur dan Penjara Jiwa dalam Peperangan
-
Anime Magical Sisters LuluttoLilly Rilis PV, ILLIT Bawakan Lagu Pembuka
-
Siap Jadi Kakek, Ahmad Dhani Ungkap Inisial Nama Anak Al Ghazali dan Alyssa