Mungkin kertas bukan lagi hal yang asing di telinga kita bukan? Apalagi dari kita mulai proses pendidikan formal, kantor, atau supermarket di negara Indonesia, kebutuhan kertas akan meningkat dengan meningkatnya pendidikan seseorang dan kebutuhan di dunia kerja.
Tapi di era digital seperti sekarang apakah kita juga harus menghilangkan kertas? Sepertinya tidak mungkin deh! Solusinya lebih kepada mengurangi penggunaan kertas mungkin ya? Yuk, kita simak pernyataan berikut.
“Sampah di Indonesia berasal dari sampah rumah tangga (200.000 ton sampah per hari) di mana 60 persen sampah organik, 14 persen sampah plastik, 9 persen sampah kertas dari masyarakat Indonesia yang tidak peduli dengan pengelolaan sampah,” menurut Komposisi Sampah di Indonesia Secara Umum Menurut Sustainable Waste Indonesia (SWI), 2019.
Kebayang dong kalau 9 persen adalah kertas dari tempat kerja, kebutuhan pendidikan, dan supermarket. Dalam beberapa tahun ke depan, ada kemungkinan bahwa limbah kertas akan meningkat 3 kali lebih parah jika tidak ada solusi untuk mengurangi penggunaan kertas dan mulai memanfaatkan teknologi yang ada.
Seiring berjalannya waktu, teknologi digital tahun ini juga sudah memasuki Era Revolusi Industri 4.0. Berasal dari Istilah "Industrie 4.0" yang berarti sebuah proyek strategi teknologi canggih pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik. Dengan hal ini seharusnya penggunaan kertas bisa diminimalkan dengan penggunaan teknologi digital saat ini.
Demi mengoptimalkan teknologi digital yang ada dan mengurangi penggunaan kertas, berikut merupakan tips yang dapat ditempuh untuk menerapkan penggunaan kertas secara bijaksana, nih :
1. Di dunia pendidikan
Mahasiswa dan mahasiswi mulai membiasakan diri untuk lebih mencari pengetahuan lewat internet dan mengurangi pembelian buku. Manfaatkan handphone untuk menulis hal khusus (jadwal ujian/ tugas yang belum terselesaikan). Juga mahasiswa bisa menyimpan tugas menggunakan USB atau Google Drive sehingga tidak perlu menghabiskan banyak kertas untuk menyalin ulang materi pembelajaran.
2. Di dunia pekerjaan :
Bagi perusahaan besar mulailah mengirim invoice dalam bentuk digital sehingga mengurangi penggunaan kertas dalam bentuk amplop. Apabila ingin mengadakan meeting bisa menyiapkan presentasi slide dalam bentuk digital yang bisa dibuka melalui smartphone sehingga tidak perlu print materi menggunakan kertas. Perusahaan yang memiliki kertas tidak terpakai dalam keadaan 1 sisi kosong, bisa diupayakan untuk digunakan kembali oleh pegawai.
3. Di dunia perusahaan retail :
Bagi transaksi terhubung dengan struk kertas mulai di alokasikan lewat email sehingga bisa mengurangi pengurangan kertas
Mari millenials, kita wujudkan pengurangan limbah kertas dengan penggunaan teknologi digital yang ada.
Pengirim: Gisela Kurniawan / Mahasiswa Universitas London School Of Public Relation
E-mail: giseekurn@gmail.com
Baca Juga
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
5 Tas Gym Pria Paling Praktis untuk Bawa Perlengkapan Olahraga
-
3 Rekomendasi HP POCO Rp1 Jutaan 2026: Performa Ngebut, Harga Bersahabat
-
5 Face Wash dengan Brush Silikon untuk Eksfoliasi Wajah yang Maksimal
Terkini
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut