Rasa-rasanya, makin hari situasi makin berat. Kerja full dan gaji cuman segitu-gitu aja, tetapi harga kebutuhan kian meroket. Inflasi kian terasa. Belum lagi dengan ancaman kenaikan harga bahan bakar sebagai imbas perang yang memicu polemik kelangkaan minyak dunia, yang menciptakan rantai kenaikan harga barang-barang yang berkaitan dengan minyak itu sendiri. Semisal harga plastik hingga oli.
Bayangkan deh, harga oli Federal matic yang semula di kisaran Rp 40.000 kini meroket menjadi Rp 50.000, dan merek-merek lainnya. Disusul dengan berita penutupan pabrik besar PT Krakatau Osaka Steel yang bersemayam di Cilegon, dibuntuti dengan pemutusan kerja ratusan karyawan.
Situasi global kian berat.
Berangkat dari momentum teruk dan gaji bulanan yang alhamdulillah cukup walau diterpa harga barang-barang yang kian edan, aku memutuskan untuk melakukan side hustle sebagai penulis artikel di Yoursay. Btw, apa sih side hustle itu?
Apa Side Hustle itu?
Melansir Jobstreet, Side hustle adalah istilah bahasa Inggris yang artinya kegiatan sampingan. Istilah side hustle populer di Indonesia untuk menggambarkan kegiatan di luar pekerjaan utama yang dilakukan untuk menambah penghasilan.
Umumnya, orang melakukan side hustle pada malam hari jika bekerja 9-to-5 atau pagi dan siang hari setelah shift malam. Alternatif lainnya, kamu juga dapat menjalankan side hustle pada akhir pekan, kapan pun kamu memiliki waktu senggang.
Sebagai pegawai toko, ada kenyataan pahit yang terjadi selepas momentum lebaran Idul Fitri kemarin. Kenaikan harga-harga barang yang makin nggak ngotak sukses meredupkan daya beli masyarakat. Alhasil, toko mulai sepi karena masyarakat makin menekan uang dan berhemat.
Sedangkan ada pembayaran barang jatuh tempo dari distributor yang tetap harus dibayarkan. Mumet nggak? Sebagai pegawai, mungkin nggak semumet owner ya. Namun tetap saja hal ini memicu kekhawatiran akan situasi yang kian teruk. Apalagi, Rupiah kian anjlok menjadi Rp 17.399 per dolar.
Jadilah di waktu senggang kala menjaga toko, kusempatkan untuk menulis artikel ke Yoursay. Memang bukan tipe artikel entertainment karena aku nggak terlalu mengikuti dunia hiburan. Tetapi berupa artikel ulasan buku, anime, drama, dan beberapa opini pribadi. Lumayanlah hasilnya masuk e-wallet. Jadi kapan pun beli pulsa, paket data, atau bayar tagihan listrik bisa lewat e-wallet, dan nggak harus bayar biaya admin sebagaimana kita bayar di outlet.
Menulis artikel sebagai side hustle sebenarnya bisa dibilang untung-untungan. Sebab, proses kurasi kadang memakan waktu berhari-hari. Kalau rezeki mujur, kadang sehari bisa tayang 4 artikel. Kalau belum rezeki, beberapa hari sekali baru tayang satu artikel.
Ditambah lagi, Yoursay kian melengkapi rubrik artikelnya dengan rubrik Cerita Fiksi dan Cerita Misteri, yang mana bisa kujadikan pelampiasan. Iya. Sebuah pelampiasan karena aku kerap bertemu hantu selama bekerja di toko. Alhasil, pengalaman horor misteri tersebut kukirimkan saja ke Yoursay supaya tayang dan aku mendapat cuan.
Mengelola Keuangan
Sekalipun sudah melakukan side hustle dan mendapatkan hasil yang lumayan oke, nggak semuanya harus dihabiskan detik itu juga. Ketika sudah mencairkan poin dan mendapatkan reward dari Yoursay, dana itu kusimpan di e-wallet untuk keperluan pembayaran tagihan listrik, pulsa, atau paket data.
Uang hasil menulis artikel di Yoursay sengaja nggak kugunakan untuk hal lain. Meski sejatinya penulis selalu membutuhkan inspirasi, aku berusaha menekan agar inspirasi itu nggak perlu mengeluarkan duit. Jadi, aku kerap mengamati suatu kejadian, atau fenomena tertentu sebelum dieksekusi menjadi artikel.
Dengan catatan, bukan berita hoaks dan mengandung politik devide et impera ya.
Aku bersama Ibu juga membeli benih sayuran dan menanamnya di rumah, demi menghemat belanja membeli sayur mayur. Selain itu, aku juga memanfaatkan batang sayuran kangkung untuk kutanam kembali. Sebab, kangkung air mudah hidup. Bahkan direndam setengahnya bisa muncul dedaunan baru lho.
Saat mengiris cabai untuk bumbu, seringkali ada banyak biji yang keluar. Nah, Ibu memanfaatkan biji itu untuk ditanam, sehingga tumbuhlah tanaman cabai. Hal ini juga berlaku untuk tomat ya. Sekian.
Baca Juga
-
Drama Perkara Busi: Jangan Suruh Orang Beli Suku Cadang Tanpa Catatan Spesifik!
-
Pesona Male Lead Tengil di Drama Undercover Affair, Sukses Bikin Penonton Salah Tingkah!
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Dilema Ular Jelmaan Pembawa Pesan Petaka dan Tangis Mbah Darmi
Artikel Terkait
-
Pecandu Buku, Gerak Laku Penuntut Ilmu: Literasi untuk Membangun Peradaban
-
Dompet Kelas Menengah Lagi Kering, Alarm Bahaya Buat Ekonomi?
-
Kerja Saja Tidak Cukup: Membedah Jebakan Hustle Culture di Hari Buruh
-
Dompet Digital Kini Tak Sekadar Bayar, Poin Transaksi Bisa Jadi Emas
-
Bisikan dari Rimbun Bambu di Belakang Rumah
Kolom
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?
-
Katanya Lowongan Kerja Banyak, Kenapa Cari Kerja Tetap Susah?
-
Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita
-
Walk Out di PBB: Protes Moral Perkasa, tapi Apakah Taktis?
Terkini
-
Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!
-
4 Masker Rambut Berbahan Mint yang Ampuh Usir Rambut Lepek dan Ketombe
-
The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch