Hidup akan terasa lebih mudah jika punya banyak harta. Oleh sebab itulah, banyak yang berkeinginan untuk jadi kaya. Meski pada kenyataannya, tak semua orang bisa mencapai itu.
Nah, bisa jadi ada berbagai kebiasaan yang selama ini dilakukan, dan itu yang membuat dirimu sulit kaya. Oleh sebab itu, kalau ada tanda di bawah ini di dirimu yang sekarang, mending buang jauh-jauh deh. Karena bisa jadi indikasi kuat kalau kamu nantinya bakal susah kaya!
1. Kamu meyakini bahwa menjadi kaya adalah mustahil
Terkadang berbagai cobaan dalam hidup, membuat harapanmu yang dulu besar untuk bisa jadi kaya, akhirnya sirna perlahan. Kegagalan bertubi-tubi, membuatmu jadi pesimis memandang hidup ini dan berkeyakinan kalau menjadi kaya adalah mustahil.
Ingat, cara berpikirmu akan memengaruhi aksi. Jika cara pandangnya sudah negatif seperti itu, maka kamu pun jadi enggan melakukan usaha-usaha untuk membuatmu bisa kaya. Akhirnya, sesuai dengan apa yang kamu yakini, kondisimu akan begitu terus, tak ada perkembangan.
2. Cuma kerja keras, tapi abaikan kerja cerdas
Kamu sudah bagus dengan bekerja keras. Tapi bekerja keras saja tidaklah cukup untuk membantumu meraih kemapanan finansial. Cobalah kerja lebih cerdas, misalnya dengan memanfaatkan gaji yang kamu punya saat ini untuk investasi atau modal bisnis, sehingga pundi penghasilanmu semakin banyak.
3. Belanja di luar kebutuhan
Selama tujuanmu untuk jadi kaya belum tercapai, maka hindari berbelanja dengan alasan memenuhi keinginan, tapi sebenarnya gak butuh. Misalnya, kamu ganti HP baru, padahal HP lama masih berfungsi, dan keputusanmu itu sebenarnya demi gengsi. Akhirnya, uang untuk beli HP baru yang harusnya bisa untuk ditabung sebagai modal, malah ludes.
4. Merasa nyaman dengan gaji
Memang kita harus bersyukur dengan gaji yang sudah kita miliki. Karena di luar sana masih banyak pengangguran yang tidak bisa berpenghasilan.
Tapi, jangan biarkan dirimu nyaman dengan gaji tetap. Ingat, pekerjaan itu tak bisa dijadikan jaminan masa depan. Karena kamu tak bisa prediksi, ketika ada kejadian pandemik seperti sekarang misalnya, banyak perusahaan gulung tikar yang menyebabkan karyawannya di-PHK.
5. Belanja dulu, baru nabung
Supaya tujuan keuanganmu bisa segera tercapai, maka kamu harus biasakan membuat anggaran. Sehingga, kamu tahu mana pengeluaran yang tidak efektif dan bisa dihemat.
Kalau terbiasa belanja dulu baru nabung, akhirnya niat menabung gak bakal kesampaian. Karena sudah keburu habis buat belanja.
Nah, kalau ada hal di atas pada dirimu, sebaiknya hindari sejak sekarang, ya! Demi tujuan finansialmu segera tercapai. Kamu jadi cepat kaya!
Baca Juga
-
Hottest Merapat! Lee Jun Ho 2PM Umumkan Tur Konser pada Januari 2025 Mendatang
-
Min Hee-jin Mantap Ambil Langkah Hukum Usau Tinggalkan ADOR
-
Sejarah Baru! ATEEZ Jadi K-Pop Artist Ketiga dengan Album No. 1 Billboard
-
Jeongnyeon: The Star Is Born, Puncaki Peringkat Drama Korea dan Aktor Terbaik
-
Nantikan! Ji Seung Hyun dan Jung Hye Sung Siap Menghibur di Film Aksi Komedi Baru
Artikel Terkait
-
Swiss Lirik Turis Kaya di Asean, Indonesia Masuk Daftar?
-
Dokter Gladys Ngaku Anak Orang Kaya, Publik Bandingkan dengan Adab Nagita Slavina: OKB Gak Tahu Digit
-
Berkaca dari Kelakuan Dirut Pertamina Patra Niaga, Kenapa Orang Kaya Masih Tergiur Korupsi?
-
Buku Mindset Orang Kaya: Mengadopsi Pola Pikir dan Tindakan Orang Sukses
-
Gembar-gembor Firdaus Oiwobo Kabur gegara Bosan Tak Pernah Hidup Susah: Gue Jadi Pemulung
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?