Di antara kamu pasti sudah tak asing lagi dengan istilah kekerasan fisik. Tapi, bisa jadi tanpa sadar, selama ini kamu sudah mengalami kekerasan emosional, yang dampak buruknya tak kalah merusak. Bisa mengganggu kesehatan mental!
Di bawah ini akan dikemukakan beberapa tanda kalau kamu sudah jadi korban kekerasan emosional oleh pasangan. Apa saja?
1. Dipermalukan di depan publik
Salah satu hal yang sering dilakukan oleh orang yang senang melakukan kekerasan emosional, adalah mempermalukan pasangan di depan publik. Sebagai contoh, ketika sedang berkumpul bersama teman, ia menyebutmu dengan istilah kasar, atau menceritakan hal-hal buruk tentang dirimu yang tak membuatmu nyaman.
Saat kamu mengatakan padanya, sikapnya itu mengganggumu, tidak digubris. Malah kamu yang dibilang terlalu sensitif, dan tak bisa menentukan mana yang serius, mana yang bercanda.
2. Sering disalahkan
Wujud kekerasan emosional lainnya, adalah sering menyalahkan. Padahal, dia juga turut berkontribusi terhadap kesalahan itu. Tapi dengan kepiawaian lidahnya, berhasil membuatmu jadi pihak yang paling bersalah.
3. Sering dikritik
Sering serba salah di hadapan pasangan? Bisa jadi karena kamu terlalu sering dikritik. Sampai hal-hal kecil pun, tak luput dari mulut tajamnya. Sepertinya, kamu tak pernah benar di matanya.
Walaupun tampak sepele, tapi jangan remehkan dampak kritikan yang sering dilontarkan, lho. Karena lambat-laun akan menyerang kepercayaan dirimu. Dan mungkin sudah saatnya kamu refleksikan diri kembali, apakah setelah berhubungan dengannya, kamu jadi berubah. Dulu sangat percaya diri, kini lebih banyak diam dan selalu diliputi perasaan ragu.
4. Dia selalu menelepon dan menanyakan kabar
Hubungan akan sulit berjalan dengan sehat, kalau tak ada landasan kepercayaan. Dan ini pula yang terjadi dalam jalinan asmaramu selama ini. Dia selalu menaruh rasa curiga.
Saat kamu tak menghubunginya dalam waktu beberapa jam, dia langsung ‘meneror’ dengan terus menelepon atau mengirim pesan. Jika tak segera dibalas, bakal ngamuk. Sikap seperti gak sehat, lho. Dan jadi sinyal kalau kamu sudah jadi korban kekerasan emosional. Berhubungan dengannya, selalu membuatmu khawatir. Gak bisa bebas seperti dulu.
Semoga dengan uraian tadi, bisa membuka matamu yang saat ini sudah jadi korban kekerasan emosional. Bila dia tak mau berubah, maka sebaiknya pisah saja. Sebelum batinmu selalu tertekan, dan mentalmu jadi rusak!
Baca Juga
-
Netflix Hadirkan Dokumenter Baru: Sisi Rentan Elvis Presley Terungkap!
-
Dokumenter 'Madaniya': Cara Mohamed Subahi Suarakan Revolusi tanpa Senjata
-
Blossom in Darkness: Drama China Romantis Horor yang Dibintangi Li Hongyi dan Sun Zhenni
-
Kabar Gembira! Aktor Song Joong-ki Umumkan Kelahiran Putri Keduanya di Roma
-
16 Tahun Vakum, Oasis Umumkan Konser Perdana di Korea
Artikel Terkait
-
Miris! 9 Dari 100 Anak Alami Kekerasan Fisik: Ditampar, Ditendang Hingga Dipukul
-
Korban Kekerasan Oleh Cherry Lai Melapor ke Komnas Perempuan, Dinas Tenaga Kerja Diminta Ikut Terlibat
-
Cekcok Barangnya Tak Bisa Dibawa ke Kabin Pesawat, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Diduga Terima Kekerasan Fisik
-
Sadis! Dini Kerap Alami Kekerasan Fisik Selama 5 Bulan sebelum Tewas Dianiaya Anak Anggota DPR
-
Tubuh Penuh Memar, Denise Chariesta Tunjukkan Bukti Dianiaya JK
Lifestyle
-
4 Jelly Cleanser untuk Semua Jenis Kulit: Wajah Bersih tanpa Rasa Ketarik!
-
Bersih Maksimal! 4 Bubble Cleanser yang Ampuh Angkat Kotoran di Wajah
-
4 Moisturizer Zinc PCA, Solusi Kontrol Produksi Minyak untuk Cegah Jerawat
-
4 Dark Spot Serum Ampuh Bikin Kulit Glowing dan Bekas Jerawat Auto Memudar
-
5 Fitur HP Ini Bisa Kurangi Mata Lelah saat Nonton Piala Dunia, Sudah Tahu?
Terkini
-
Syuting One Piece Live Action Season 3 Resmi Rampung, Kapan Tayang?
-
Sudah Hemat, tapi Tetap Boncos: Ketika Menabung Seolah Menjadi Privilege
-
Vonis Chromebook: Titik Balik Penegakan Hukum atau Sekadar Kasus Besar?
-
Buka Era Baru, ENHYPEN Bagikan Kehangatan dan Harapan di Lagu We'll Be Fine
-
Indonesia Darurat Judi Online: Siapa yang Sebenarnya Bertanggung Jawab?