Betah atau tidaknya seseorang di suatu perusahaan, tak semata-mata tergantung pada besar gaji yang diberikan. Faktor lingkungan kerja pun turut andil pada kenyamanan seorang karyawan.
Ada kalanya, punya gaji kecil, tetapi lingkungan kerja enak, malah lebih dipilih karyawan. Daripada gaji besar, tetapi lingkungannya nggak sehat. Misalnya, teman-teman yang suka menikung atau bos toxic.
Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa ciri bos toxic. Apakah kamu termasuk salah satu orang yang nggak beruntung karena mendapat atasan seperti itu? Yuk, dicek!
1. Memiliki target yang nggak masuk akal
Ciri pertama dari seorang atasan dengan sikap beracun, yakni kalau memasang target suka tak masuk akal. Ini menyebabkan, untuk mampu memenuhinya, kamu harus banyak berkorban. Misalnya lembur tiap hari, bahkan saat akhir pekan pun harus masuk.
Contoh lain dari target tak masuk akal, ketika atasan menuntut hasil sempurna, tanpa arahan memadai. Ketika hasilnya nggak sesuai ekspektasinya, nggak ada masukan apa pun. Kamu cuma dimarahi.
2. Suka pilih kasih
Seorang atasan yang baik, mestinya bisa bersikap adil kepada seluruh bawahannya. Bukan malah tebang pilih. Ketika ada karyawan kesayangannya yang berbuat salah, ditoleransi. Namun, giliran kamu yang salah, habis dimaki-maki.
Begitu pula dalam pembagian fasilitas. Bawahan yang ia sayang, diberi fasilitas wah. Sementara kamu, giliran perlu memakai fasilitas kantor, rasanya dipersulit.
3. Nggak mau mennggakui kesalahan
Satu sisi, atasanmu hobi sekali menunjuk-nunjuk atau membicarakan kesalahan orang lain. Di sisi lain, ia paling tak bisa mennggakui kesalahan, meskipun sudah jelas keliru. Menyebalkan!
4. Menyuruh bawahan mengerjakan tugasnya
Tanda lainnya kalau kamu punya atasan yang toksik yakni, dia senang sekali menyuruh bawahan untuk mengerjakan hal yang menjadi tugasnya. Giliran sudah selesai, dan hasilnya bagus, mengaku-ngaku kalau itu hasil kerja kerasnya.
5. Tak punya kendali emosi
Seorang pemimpin yang baik, harusnya mampu mengendalikan emosinya. Namun, nggak begitu dengan atasan berkepribadian bermasalah. Ia mudah sekali tersulut emosi dan marah. Bahkan tidak jarang, marahnya sampai membuatmu malu, karena dilakukan tak mengenal tempat dan waktu. Di depan orang banyak!
Gimana, apakah bos kamu di kantor seperti itu?
Baca Juga
-
Netflix Hadirkan Dokumenter Baru: Sisi Rentan Elvis Presley Terungkap!
-
Dokumenter 'Madaniya': Cara Mohamed Subahi Suarakan Revolusi tanpa Senjata
-
Blossom in Darkness: Drama China Romantis Horor yang Dibintangi Li Hongyi dan Sun Zhenni
-
Kabar Gembira! Aktor Song Joong-ki Umumkan Kelahiran Putri Keduanya di Roma
-
16 Tahun Vakum, Oasis Umumkan Konser Perdana di Korea
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Vivo X500 Pro Max Siap Bikin Fotografi Ponsel Makin Gila, Bawa Kamera 200MP
-
Jangan Habiskan Long Weekend di Rumah Saja, 8 Film Indonesia Ini Siap Temani Liburanmu!
-
4 Micellar Water Formula Low pH, Angkat Kotoran Kulit Kering Tanpa Ketarik
-
Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an
Terkini
-
Arsip Angin dan Janji yang Tertunda
-
Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK
-
Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les